Menu
Tampilkan postingan dengan label Lauk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lauk. Tampilkan semua postingan

Perkedel umumnya terbuat dari kentang ya, kalau perkedelnya berbahan dasar singkong bagaimana?


Resep perkedel singkong pelengkap soto banjar




Assalamualaikum bunda,

Tahu kan ya yang namanya perkedel, biasanya terbuat dari kentang yang telah digoreng atau dikukus lalu dihaluskan bersama bumbu rempah dan digoreng kembali dengan kocokan telur.

Hmmm...
Membayangkannya saja saya sudah mulai nelen ludah ini, hihihi.

Saya termasuk penggemar berat perkedel kentang lho pemirsah, pokoknya suka, apalagi kalau enak. *Yaiyalah buk!

Nah, bagaimana kalau perkedelnya berbahan dasar singkong?

Di beberapa daerah, ternyata sudah umum lho perkedel singkong ini (*hihihi saya baru tau lho gaes, maapkeun ya), terutama di luar jawa, dimana harga kentang terbilang sangat mahal.
Salah satunya di daerah Kalimantan selatan.

Cerita ini saya dengarkan dari penuturan nini haji yang kami singgahi lebaran lalu, *dan yang kami palak Soto nya.

Menurut penuturan beliau, kalau dalam penyajian Soto Banjar itu aslinya menggunakan perkedel kentang, tetapi, karena kentang sangatlah mahal saat itu (gatau sih kalau sekarang mahal gak sih?) Jadilah diganti dengan singkong yang jauh lebih terjangkau karena banyak ditanam oleh petani atau warga setempat.
Sedangkan kentang memanglah harus didatangkan dari jawa, ya.

Baiklah, karena saya juga lagi praktekin bikin soto banjar, yuk ah bebikin perkedel singkong juga biar makin banjar sotonya.


BACA JUGA: Singkong Thailand ala Ambassador Mall



***


RESEP PERKEDEL SINGKONG

BAHAN:

  • 1 Kg Singkong segar
  • 2 sdm bawang goreng
  • 2-3 batang seledri
  • 3 butir telur (sesuai kebutuhan)
  • Minyak untuk menggoreng

Bumbu halus:

  • 5 buah bawang merah
  • 7 siung bawang putih
  • 1 ruas jari Jahe
  • 1 sdt merica
  • ½ buah pala
  • Secukupnya garam dan gula
  • minyak untuk menumis

CARA MEMBUAT:

  1. Kupas singkong dan kukus, lalu haluskan. Sisihkan. 
     
    Haluskan
  2. Tumis bumbu halus hingga harum.
  3. Campur singkong lumat, bumbu, bawang goreng, irisan seledri dan satu butir telur yang dikocok lepas. Aduk rata. 
    Campur semua bahan dan bumbu
  4. Bentuk adonan perkedel sesuai selera.  

  5. Lapisi setiap bulatan perkedel dengan kocokan telur lalu goreng dengan minyak panas dan api kecil. 

  6. Siap deh digunakan sebagai pelengkap Soto.



***


Tips:


Saat menggoreng, tunggu hingga bagian bawah kering atau kecoklatan baru dibalik ya. Hindari membolak-balik agar perkedel tidak hancur.

Semoga bermanfaat ya...


- Mak Icik -
1

Euphoria Ramadhan selalu saja membawa cerita setiap tahunnya. Meski setelah hari kemenangan tiba euphoria itu pun seringnya ikut berlalu, namun peningkatan ibadahnya nggak boleh ikutan berlalu juga ya.

So Good Karage siram Acar Kemangi


Assalamualaikum semua,

Postingan ini berawal dari pengumuman Lomba Resep #MasakanRumahKhasRamadhan dari So Good yang kabar baiknya adalah diperpanjang hingga 7 juli mendatang. Yeayyy!
Saya membacanya di timeline Instagram Official So Good.

Ceritanya waktu Ramadhan kemarin, anak sulung saya yang paling rewel kalau disuruh makan ikan, mendadak lahap sekali makan lauk ikan kuah acar yang dibeli ayahnya sore itu.
Iya, saat bulan Ramadhan saya memang sering absen masak, apalagi masak makanan yang rumit.

Bukan karena saat puasa saya bermalas-malasan lho ya, kadang sih iya, tapi Alhamdulillah saat bulan Ramadhan saya lebih sibuk mengurusi loyang kue daripada wajan. Hehehe.

Bersyukurnya lagi, anggota keluarga nggak pernah protes soal ini. Suami saya juga paham kondisi saya, jadi beliau pun lebih menyarankan beli lauk siap santap saja kalau saya capek, daripada dia dapet tugas mijitin kaki isterinya maksudnya, saya hapal kok kalau itu hehehe.
Terutama untuk menu buka puasanya.
Toh saat Ramadhan memang banyak sekali penjual lauk siap santap yang melapak sejak ba'da ashar hingga menjelang maghrib.

Meski saya tinggal di Bali yang notabene sebagai kaum minoritas dan pendatang, tapi sekarang di Bali banyak lho penjual makanan halalnya.
Biasanya kami membelinya di sebelah masjid agung, di sekitaran kampung jawa. Yang setiap Ramadhan selalu penuh dengan pedagang lauk dan takjil.

Kalau sudah begini, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?

Tapi, ada tapinya juga sih. Sudah diberi nikmat tapi masih mengeluh ya, hehehe.

Kalau beli lauk siap santap ya yang pasti menunya itu lagi itu lagi, dan selalu sama setiap tahunnya.
Rasanya pun juga nggak selalu sesuai selera kita. Seringnya sih pasti kepedesan buat suami dan anak-anak saya, kalau saya mah malah lahap sama yang pedes-pedes, hehehe emak-emak banget ya.

Balik lagi ke cerita ikan kuah acar tadi. Sebenernya sih yang kami rasai saat itu kebetulan kuah acarnya terbilang hambar, kami maklum saja sih karena penjual atau yang masak pasti juga sedang puasa.
Tapi entah kenapa si sulung justru lahap.
Pas saya tanya ternyata dia bilang dia suka kuah acar kuning.

Baiklah nak, besok emakmu akan masak kuah acar kuning yang lezat, insyaAllah.

Pas keesokannya, kok jangankan masak ikan kuah acar yang bisa dipastikan mustahil bisa mengoprek-ngoprek sisik ikan, mengini dan menganu si ikan, sedangkan pergi ke pasar pagi buat beli ikannya saja lupa.
Maklum saja, setelah sholat subuh si emak ini sudah berkutat dengan loyang dan oven, demi kejar orderan.

Tapi karena saya juga sedang kangen dengan masakan kuah acar, ayo saja lah kita segera ke minimart terdekat. Maksud hati sih pengen beli Fish Karage atau Fish Popcorn dari So Good yang produknya sudah terjamin berkualitas dan terjaga kandungan nutrisi proteinnya.

Eh tapi ternyata, saya cuma kebagian Chicken Karage So Good saja. Itupun tinggal satu saja kata si penjaga minimart nya.
Maklumlah ya, produk So Good memang sahabat emak saat Ramadhan.

Dan pulanglah si emak ini dengan sebungkus Chicken Karage dari So Good beserta beberapa bahan pendukung acar kuning yang bisa dibeli di toko sayur langganan terdekat. Karena bahannya pun memang sederhana saja.

Yuk langsung saja kita eksekusi!

Chicken Karage dari So Good yang saya gunakan dalam resep ini



BACA JUGA: Buka Puasa dengan Bakso Penyet Andalan



Resep So Good Karage siram Acar Kemangi

(Untuk 2 - 3 porsi)

Bahan-bahan:

  • 1 bungkus Chicken Karage (bisa diganti Fish Karage/Fish Popcorn)
  • 1 buah wortel ukuran kecil
  • 1 buah timun ukuran kecil
  • 10 buah cabe rawit utuh, sesuai selera aja
  • 1 batang serai bagian putihnya
  • 1 lembar daun jeruk
  • 2 buah bawang merah utuh/potong besar-besar.
  • 1 sdm air jeruk nipis
  • Segenggam kecil daun kemangi
  • Secukupnya air

bumbu halus:

  • 3 buah bawang merah
  • 1 siung bawang putih
  • 3 butir kemiri
  • 1 ruas jari kunyit
  • 1 ruas jari jahe
  • Secukupnya garam dan gula


Cara membuat:

  1. Goreng Chicken Karage So Good sesuai petunjuk di kemasan, sisihkan. 

  2. Tumis bumbu halus hingga layu, masukkan serai dan daun jeruk. Tambahkan air. *Takaran air menyesuaikan saja ya, tergantung seberapa banyak kuah acar yang diinginkan. Saya pakai kurang lebih 2 gelas. 

  3. Masukkan wortel yang sudah dipotong korek ketebalan sedang. Masak hingga wortel setengah matang. 
  4. Masukkan potongan timun, cabe rawit utuh, bawang merah, gula dan garam. Masak hingga semua bahan matang. Koreksi rasa. 
    Abaikan wajannya yang hitam dekil ya, hihihi.
  5. Jika rasa sudah oke, masukkan kemangi dan air jeruk nipis. Aduk rata dan matikan api.
  6. Tata Karage di piring saji, siram dengan acar kuning. Siap santap deh. 



Gimana bunda, Gampang banget kan?
Dan pastinya enak dan sueger buat buka puasa, hehehe.
Tapi awas! Jangan sampai kalap ya makannya, nanti hikmah puasanya jadi hilang entah kemana deh.




***



Kenapa saya menggunakan produk So Good?

Karena produk So Good sudah bersertifikat halal, jadi nggak perlu was-was lagi ya.
Selain yang pasti praktis dan mudah didapat, semua produk So Good diolah dengan teknologi proses modern dengan kontrol kualitas yang ketat agar tetap terjaga kualitas gizi proteinnya dan tentunya higienis.

Buat yang belum tahu apa saja varian So Good, info lengkapnya klik link disini ya sogood.id

Menu Praktis Ramadhan: So Good Karage siram Acar Kemangi


- Mak Icik -

6

Ketupat - merupakan salah satu menu wajib saat perayaan hari raya Idul Fitri. Hidangan ketupat ini biasanya disuguhkan dengan berbagai varian lauk dan sayur sesuai ciri khas daerah masing-masing. Kalau ketupatmu pakai lauk apa?

Sajian khas Lebaran: Ketupat cap Gomeh


Assalamualaikum semua,
Minal aidzin wal faidzin ya, mohon maaf lahir dan batin.
Taqaballahu Minnaa Wa Minkum, Taqabal Yaa Kariim...
Semoga amal ibadah kita diterima Allah swt.

Lebaran, atau hari raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi kita umat Islam. Hari dimana kita merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berperang melawan segala hawa nafsu diri kita sendiri.

Saat Lebaran seperti ini tentu akan dijadikan sebagai moment yang pas ya buat keluarga besar kita ngumpul. Nah, saat berkumpul bersama keluarga besar seperti ini tentu saja tidak pernah lepas dari yang namanya hidangan. Entah itu kue kering, cake atau menu makanan berat.

Di beberapa kota atau daerah, katupat menjadi hidangan utama saat hari pertama Lebaran. Lauk pendampingnya pun disajikan bermacam-macam, sesuai dengan ciri khas masing-masing daerah.
Mulai dari opor ayam, kita tahu ya menu opor ayam ini adalah yang paling jamak sering kita jumpai. Menu pendamping lainnya yang tak kalah tenar adalah sambal goreng, bisa udang, pete, jengkol, kulit sapi, kentang ati dan lainnya.

Ketupat sering juga disajikan dengan sayuran berkuah santan seperti lodeh kacang panjang, labu jepang dan juga nangka muda. Dan masih banyak menu lainnya seperti rendang, gulai, balado dan seterusnya.

Kebetulan karena si pak suami saya adalah keturunan keluarga besar Banjarmasin, jadi kemaren saya nemu tuh yang namanya Soto Banjar saat bertandang ke salah satu nini atau tetua keluarga besar Banjar yang ada di Bali.

Suami saya memang keturunan keluarga besar Banjar, namun karena dia kelahiran Surabaya dan besar di Bali, nah lho! Nggak jelas kan? Jadi ya kami tidak pernah mudik ke Banjarmasin. Karena orang tua dan saudara-saudara kami semuanya tinggal di Bali.
Meski begitu, karena masih ada beberapa kerabat agak dekat disana, suatu saat kami juga ingin bersilaturahmi kesana dan menikmati sajian khas Banjar sebagaimana aslinya, hmm nelen ludah dulu ya, on planning insyaAllah.

Sedikit cerita tentang soto Banjar yang saya tahu, soto Banjar ini tidak sebening kebanyakan soto di jawa ya. Karena dalam pembuatannya, soto Banjar ini ditambahkan susu cair dalam kuahnya, kata acil yang punya rumah begitu. Acil adalah sebutan untuk bibi atau tante. Kata beliau juga, Soto dan Sop Banjar sebenarnya sama. Yang menjadi pembeda adalah, jika Soto disajikan bersama ketupat sedangkan Sop Banjar disajikan dengan Nasi.

Beberapa resep asli yang pernah saya baca pun sepertinya ada yang menambahkan kuning telur bebek rebus, nah khan gimana nasib kolesterol saya kalau makan itu? Tapi karena sejauh ini saya belum mempraktekkan sendiri, dan biarkan kakak ipar saja yang masak, jadi saya tidak tau persis bagaimana prosesnya, next time ya insyaAllah.

Dalam sajian Lebaran khas Banjar lainnya, ada juga yang namanya "tumis". Tumis ini bukan seperti tumis sayur kangkung atau kacang panjang yang pada umumnya ya.
Tumis ini berupa hidangan lontong dengan sayur kuah santan dan ayam atau ikan yang dimasak bumbu merah. Beberapa kali saya mencicipi hidangan ini saat bertandang di salah satu rumah paman suami saya.

Ada juga hidangan lapat, tapi entahlah, saat mereka memasaknya pasti pas kami mudik ke jawa ke rumah orang tua saya, hahaha. Jadi next time saja kita bahasnya ya, karena saya belum pernah mencicipinya.

Nah kalau di Pasuruan, tempat tinggal orang tua saya. Hidangan ketupat ini umumnya tidak dihidangkan saat hari raya pertama, melainkan di hari ke tujuh Lebaran. Di tempat kami sering juga disebut dengan Lebaran ketupat.

Menu lauk pendampingnya antara lain: opor ayam kuning, sayur lodeh tahu tempe, sayur labu jepang/labu siam, telur petis, sambal goreng, dan yang tak ketinggalan biasanya dilengkapi dengan bubuk koya dari kedelai.
Hidangan semacam ini bisa juga disebut lontong cap gomeh.

Berbeda dengan ketupat yang disajikan di hari raya pertama, yang biasanya dihidangkan hanya untuk makan ditempat saat bersilaturahmi.
Lebaran ketupat di tempat saya, hidangan ketupat ini dibagikan ke tetangga terdekat.
Bisa dalam bentuk sajian siap santap, yaitu ketupat yang sudah disajikan di piring bersama lauk pendampingnya dan siap dimakan. Atau ketupat dan lontong yang masih utuh dengan lauk pendamping yang terpisah wadahnya. Tujuannya, agar bisa dimakan agak nanti dan tidak cepat basi.

Kalau jaman saya kecil dulu, selain ketupat, hidangan khas lainnya saat lebaran ketupat adalah lepet. Lepet ya bukan lapat. Lepet ini terbuat dari beras ketan ditambah kelapa muda parut dan dicampuri sedikit kacang otok. Dimasaknya dengan cara direbus seperti membuat ketupat.
Kalau di Bali mungkin ini sekerabat dekat dengan jajan bantal namanya. Atau juga masih seperanakan sama lupis. Lupis ya bukan lupus!



Telur petis cap gomeh
Telur Petis Cap go meh

Resep Telur Petis (Lontong cap Gomeh)

(Source: meirina cookpad)

Bahan-bahan:

  • 8 butir telur
  • 2 sdm petis udang
  • 3 sdm kecap manis
  • 1 ruas lengkuas, geprek
  • 3 lembar daun jeruk
  • 1 lembar daun salam
  • 2 buah serai, memarkan
  • 150 ml santan (me: skip)
  • Secukupnya air
  • Secukupnya cabe rawit utuh

Bumbu halus:
  • 7 siung bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 1 sdt merica
  • 1 ruas kencur
  • Secukupnya garam

Cara membuat:

  1. Rebus telur hingga matang lalu kupas.
  2. Tumis bumbu hingga layu, masukkan telur, santan dan petis udang. Aduk rata.
  3. Masak hingga air menyusut. Koreksi rasa.


BACA JUGA: Tips: Cara Mudah Mengupas Telur Rebus



***

Note:

• Jika kurang suka dengan petis, takaran petis bisa dikurangi ya. 
• Sebaiknya gunakan petis yang bagus dan enak, karena ini mempengaruhi rasa keseluruhan.


Gimana, gampang khan? Cobain deh, dijamin nagih tralala. Yuk mari makan ketupat cap go meh dulu!

Selamat Hari Raya Idul Fitri ya...


Ketupat Cap Go Meh ala Mak Icik




- Mak Icik -


0

Top Search

New Entry

design by Helplogger

Related post

Author



Saya bukan good writer, juga bukan good blogger, apalagi baking master,,, saya hanya emak-emak berdaster yang sering lupa kalo umurnya udah tua dan anaknya udah dua
(^。^) 

Yuk kenalan disini






"Berbagi-lah hal yang bermanfaat untuk orang lain meski itu kecil, Insya Allah akan memberi manfaat lebih untuk mu meski itu kelak"

- Sera Wicaksono -

Community