Peluang Bisnis Catering Rumahan Yang Semakin Menjanjikan


catering


Di berbagai tempat di indonesia, atau bahkan di seluruh dunia, dalam hal makanan sering memiliki penamiaan yang sama. Namun kenyataannya tak selalu sama bentuk dan rasanya, lho gaes.
Sebaliknya, kadang justru memiliki penyebutan yang berbeda, tetapi ternyata merupakan makanan sejenis bahkan sama persis.

Contohnya masyarakat di kalimantan barat, menyebut ‘kroket’ untuk sebuah jajanan yang bentuknya justru lazimnya disebut pastel, hanya saja berbeda pada isiannya yaitu singkong dan ikan teri.

Sedangkan penyebutan kue ‘nagasari’ bisa berbeda di setiap daerah, padahal rasa dan perwujudannya sama persis. Misalnya di Bali disebut dengan sumping pisang, atau daerah lain ada yang menyebutnya pais pisang, dan sebagainya.







Tahun-tahun belakangan ini, semenjak internet bukan lagi hal asing, semenjak akses internet begitu mudahnya dengan hanya menggunakan ponsel pintar yang kini harganya tak lagi tak terjangkau masyarakat luas itu, semakin memudahkan kita mempelajari masakan dari segala penjuru dunia. 

Tak hanya kue dan makanan dari kota sebelah, khasanah kuliner dari berbagai belahan dunia yang bahkan belum pernah kita jejakkan langkah ke tanahnya sekalipun, memungkinkan untuk kita pelajari dan praktekkan melalui perantara media internet.

Dengan segala kecanggihan dan kemelekan internet tersebut, membuat banyak ibu umah tangga yang notabene dulunya hanya berdaster dan nonton sinetron, kini mengalami pergeseran haluan dengan menonton drama korea, ehh maksudnya dengan mencari banyak ilmu melalui internet, yang salah satunya adalah belajar masak dan bikin kue.



Peluang Bisnis Makanan di Era Digital

Hebatnya lagi, para ibu-ibu yang kini semakin mahir di dapur ini pun tidak mengabaikan peluang bisnis yang terhampar luas disekitarnya itu begitu saja.

Banyak dari teman-teman sesama pengguna cookpad, yang dulunya hanya pemula yang bahkan nyaris tak bisa membedakan antara merica dan ketumbar pun (kayak saya), kini mereka telah sukses berjualan masakan atau kue yang mereka pelajari secara online itu.

Seiring kemajuan jaman dan mobilitas yang tinggi pula, membuat banyak ibu rumah tangga berkarir tidak punya cukup banyak waktu untuk memasak sendiri di rumah.
Tentunya hal ini semakin membuka lebar peluang munculnya bisnis katering rumahan.

Dulu, bisnis katering mungkin hanya berlaku untuk hajatan besar seperti resepsi pernikahan atau acara dengan kebutuhan konsumsi makanan yang tidak sedikit.
Kini, tak hanya acara besar saja yang membutuhkan jasa katering, kita (((kita))) para emak yang seringnya ‘merasa’ malas tak sempat memasak ini juga nyaman dengan keberadaan katering masakan rumahan ini.


Apa Yang Dimaksud Catering Rumahan?

Catering adalah kegiatan jasa boga yang menyediakan makanan dan minuman siap santap. Umumnya sebutan catering lebih diperuntukan untuk kebutuhan konsumsi skala besar, seperti untuk hajatan pernikahan atau tasyakuran.

Namun saat ini sebutan catering sendiri sudah mengalami pergeseran.
Kini ada juga penyebutan catering rumahan, biasanya lebih memfokuskan untuk melayani kebutuhan makanan skala rumah tangga dengan menu ala rumahan juga, maksudnya menu yang biasa dikonsumsi sehari-sehari seperti; sayur asam, pepes, lodeh dan sebagainya. Namun tak menutup kemungkinan menawarkan menu ala party juga, seperti; koloke, asam manis, capcay komplit dan menu-menu hajatan lainnya.

Selain catering rumahan, ada juga healthy catering, biasa disebut katering untuk diet. 
Jenis catering ini lebih memfokuskan pada menu makanan ‘eat clean’ atau makanan sehat rendah kalori dan lemak. Bahkan ada juga yang unsalted atau less salt and less sugar.








Bagaimana Bisnis Catering Rumahan Bekerja

Jika pada catering berskala besar, biasanya wajib ada dapur besar dengan segala fasilitas memadai dan telah tersertifikasi dari Depkes dan atau pihak-pihak yang terkait.
Tak hanya itu, bisnis katering berskala besar ini pun membutuhkan adanya dokumen-dokumen bernotaris mengenai keberadaan perusahaan tersebut. Baik yang berstatus CV maupun UD, apalagi PT.

Sedangkan pada catering rumah tangga ini, semua hal prosedural itu tak menjadi wajib bagi penggiatnya. Cukup bermodalkan pandai memasak masakan enak, memiliki peralatan masak yang cukup dan mampu memasarkan produk olahan mereka melalui jejaring sosial atau aplikasi chit-chat maupun secara offline, mereka sudah bisa menggelar bisnisnya.

Beberapa penggiat bisnis masakan rumahan ini ada yang mengandalkan ojek online sebagai penyedia jasa distribusinya, tentunya dengan biaya ongkos kirim di luar harga produk ya.
Namun, tak jarang juga para pebisnis masakan ini mengantarkan sendiri door to door ke semua costumernya.

Hal ini dikarenakan, masih banyaknya masyarakat yang merasa terbebani jika harus mengeluarkan ongkos lagi untuk biaya kirim, termasuk saya salah satunya. xixixi

Menurut seorang pebisnis katering langganan saya, masalah ongkos kirim ini bisa disiasati dengan menaikkan harga makanan tersebut misalnya.

Kebetulan karena beliau mengirim sendiri, pemisalannya seperti ini;
untuk wilayah seputaran tempat tinggal beliau, beliau hanya menambahkan sekian nominal untuk pengganti bensin dan mungkin uang lelah, jadi HPP+jasa masak+jasa kirim baru dibagi untuk seluruh pengiriman lokal.

Sedangkan untuk pengiriman dengan rute yang lebih jauh, beliau memberikan harga yang berbeda, karena ya itu tadi, pertimbangan bensin dan tingkat kelelahan. Jadi secara kontekstual (halah bahasanya) free ongkos kirim, dengan begitu kedua belah pihak tidak ada yang merasa terbebani.

Kalau saya pribadi, yang alhamdulillah kadang juga terima orderan kue, saya hanya memberlakukan Free Ongkir untuk sekitaran tempat tinggal saya dan tidak jauh dari tempat suami saya bekerja, jadi saya bisa menitipkan kepada beliau. Dan ini really free ongkir ya, bukan free ongkir yang terbalut. *Aishhh terbalut*

Sedangkan untuk rute jauh, atau diluar coverage area yang saya tentukan, bisa menggunakan jasa ojek online oleh customer langsung atau janjian di tempat-tempat strategis yang sama-sama mudah terjangkau antara kami dan customer.
because, kebetulan, menuju ke rumah saya masih butuh perjuangan untuk menemukannya (baca: mblusuk). Ehhe~

masakan daerah
Nasi Jangung ala jawa timuran
(surabaya, malang, pasuruan dan sekitarnya)

Apa yang dibutuhkan untuk bisnis katering rumahan?

Tentu saja hal pertama yang dibutuhkan adalah peralatan masak yang bisa untuk memasak banyak porsi dalam sekali masaknya, dalam artian bukan menggunakan panci atau wajan berukuran untuk dua porsi masakan. Jadi tidak harus alat masak dengan ukuran jumbo ya gaes, secukupnya saja sesuai seberapa order yang bisa di-handle atau sesuai pesanan yang diterima.

Meski belum diwajibkan memiliki sertifikasi terkait kebersihan dan keamanan makanan, alangkah lebih baik jika para penggiat jasa boga skala kecil ini juga selalu memperhatikan kebersihan makanan mulai dari proses memasak hingga pengemasan, serta memperhatikan juga bahan-bahan  yang digunakan termasuk resiko kontaminasi dari penggunaan kemasan yang tidak food-grade.

So, bukan hanya sekedar pandai memasak makanan lezat saja, sebisa mungkin kita juga paham dan peduli dengan keamanan makanan yang kita jual.
Kemanan yang saya maksud adalah, misalnya menghindari penggunaan borax atau obat puli atau bahan sejenis yang kita tahu hal tersebut berbahaya bagi tubuh dan kesehatan. Terkait hal keamanan ini berlaku juga pada saat mengemas makanan.

Untuk makanan tidak panas (suhu ruang), penggunaan kemasan berbahan plastik atau sterofoam masih tergolong aman.
Namun jika makanan yang akan dikemas dalam keadaan masih panas, sebaiknya hindari penggunaan bahan plastik atau sterofoam ini, karena kedua bahan tersebut dapat mengkontaminasi makanan dalam keadaan panas.

Solusinya, jangan langsung mengemas makanan panas dengan kemasan berbahan tersebut, atau melapisinya dengan daun pisang sehingga makanan panas tidak langsung menyentuh kemasan plastiknya. 
Memang terkesan ribet, jika kita berbinis dengan hati nurani, itu lebih baik. Dan ingatlah, rezeki tidak pernah lupa sama alamat pemiliknya.

Hal ini juga berlaku pada saat memindahkan masakan baru matang yang masih panas ke wadah berbahan plastik, sebisa mungkin pilih wadah berbahan stainless steel atau bahan berlapis enamel, tapi jika dirasa berat untuk membeli wadah berbahan ini, jalan satu-satunya hanya menunggu hingga makanan tidak lagi panas.

diet catering
contoh menu diet catering, dokpri.



Contoh Jenis Catering Rumahan

Pada dasarnya, yang tergolong dalam kategori bisnis katering rumahan ini tak sebatas hanya untuk menu makanan sehari-hari saja.

Misalnya, banyak tetangga atau teman bunda yang sering ngadain acara kecil-kecilan, hanya butuh 20-50 box nasi kotak misalnya, ini masih bisa ditangani oleh katering berskala rumah tangga.

Akan tetapi jika nantinya orderan Bunda sudah continue diatas 50 box, jangan lupa untuk upgrade profesionalitas catering ini dengan menghubungi ihak-pihak terkait. Tujuannya adalah, selain aman dan nyaman untuk kelangsungan usaha Bunda, juga ada sangkut pautnya dengan keamanan maskan Bunda sendiri.

Karena bagaimana pun juga, masak untuk 200 porsi tetaplah tidak semudah masak untuk 20 porsi, ini juga erat kaitannya dengan daya tahan makanan.
Eggak banget kan, sudah masak banyak dan capek ternyata basi.
Sudah gitu, basinya pas dimakan sama customer, terus yang menikmati hidangan Bunda jadi keracunan. Nah kan, urusannya jadi lebih rumit lagi.

Jangan sampai ya, Naudzubillah.

Selain catering untuk makanan sehari-hari rumah tangga, bisa juga lho Bunda open order untuk catering bagi yang ingin bersedekah selama bulan puasa misalnya, khusus bikin takjil atau makanan berbuka.
Karena saya percaya banyak kok muslimin dan muslimat yang ingin bersedekah makanan berbuka, hanya saja mungkin terbentur perasaan tidak pandai masak atau tidak punya waktu cukup untuk memasak.

Berlaku juga untuk memenuhi kebutuhan makanan berbuka selama puasa, karena banyak para mamak yang malas masak selama bulan Ramadhan (ngomong sama kaca).

Catering khusus untuk menu Diet atau makan sehat juga masih terbuka lebar, kan susah tuh kalau lagi diet nyari makanan sehat ke warung-warung umum, sedangkan untuk memasaknya sendiri merasa ribet.

Atau,

Misalnya Bunda tinggal di perantauan, yang kebetulan juga banyak perantau yang tinggak di wilayah Bunda, bisa juga kan Catering khusus masakan daerah tempat Bunda yang di tempat perantauan tersebut sulit ditemukan.


Bagaimana, peluang yang sangat apik bukan?

Bagaimana bunda, ada planning untuk ikutan memeriahkan bisnis ini juga?

Yang sudah punya pengalaman di bisnis ini, boleh nambahin tips-tips nya di kolom komentar ya dear. Ditunggu, muah muah muah ~~~







Post a Comment

0 Comments