Newbie Juga Wajib Tahu Perbedaan Jenis Dasar Cake Agar Tak Gagal Paham


jenis cake


Pernah dong ya makan chiffon cake, teksturnya yang lembut seperti sifon itu tak lantas membuat lapis legit menjadi sebuah cake ‘bantat’, kan?

Karena memang berbeda jenis nya.

Sama hal nya dengan seseorang yang ngotot bahwa brownies yang baru dibeli nya dianggap bantat lantaran teksturnya yang padat, tak seperti brownies kukus yang pernah dia beli sebelumnya.

Begitu pula saat seorang calon customer saya merasa bahwa “marmer butter cake” jualan saya mahal, nggak semurah marmer cake sebelah yang memang hanyalah sponge cake bermotif marmer.
Hanya karena sama-sama disebut 'marmer' mereka menjadi sama, owh tentu tidakkkkk....

Agar tak ikutan gagal sangka, yuk Bunda bareng-bareng kita pahami jenis-jenis dasar cake ini biar ngak gagal sangka.


Jenis-jenis cake pada dasarnya dibedakan berdasarkan tehnik pembuatan dan juga tekstur hasil akhirnya. 

Apa saja itu?

Berikut ini ringkasan dari yang saya ketahui:


Pound Cake

Berdasarkan sejarah yang pernah saya baca, cake/bolu yang pertama kali dibuat dulunya bernama Pound Cake.

Kenapa namanya ‘Pound’?

Karena takaran masing-masing bahan utamanya seberat 1 pound, atau sekitar 453 gram. 
Dengan takaran bahan segitu, tentunya satu resep ini bisa jadi bolu yang buesar, ya. atau menjadi beberapa loyang sedang.

Ya kali buat keluarga besar, atau buat arisan, pasukan yang makan bakalan banyak. Nah kalau buat keluarga sedang, tentunya bakal mubadzir yekan? 
Belum lagi harga bahan yang mahal.

Sehingga kemudian takaran resep pound cake tersebut dibuat menyesuaikan seberapa besar atau banyak kue yang ingin dihasilkan, dimana pada prinsipnya resep kue ini menggunakan perbandingan 1:1. Yaitu telur, gula, tepung dan mentega.





Pound cake dibuat dengan tehnik sama seperti butter cake, yaitu butter (mentega) dan gula dikocok terlebih dulu hingga pucat, baru dimasukkan bahan-bahan lainnya.

Sayangnya, dengan perbandingan sama besar tersebut, membuat cake yang dihasilkan terlalu memiliki banyak remah. Terasa terlalu padat hingga sensasi rasa seret saat ditelan.



butter cake
Dokpri: Butter Cake


Butter Cake

Butter cake merupakan ‘keturunan’ langsung dari Pound Cake, dimana mentega dan gula dikocok terlebih dulu hingga pucat baru kemudian memasukkan bahan lainnya.

Sesuai dengan namanya, butter cake cenderung mengandung mentega dengan takaran yang lebih banyak daripada bahan lainnya. 
Dengan modifikasi ini, tentunya cake yang dihasilkan menjadi lebih lembut daripada Pound Cake diatas.

Akan tetapi teksturnya masih lebih padat daripada jenis sponge cake.





Sponge Cake

Sesuai dengan namanya pula, sponge cake memiliki hasil akhir yang spongy, yakni mentul-mentul seperti sponge (spon) – bukan sponge bob ya.

Berbeda dengan tehnik yang digunakan pada jenis butter cake, cake jenis ini dibuat dengan mengocok telur dan gula terlebih dulu hingga mengembang dan kental. Kemudian memasukkan bahan kering serta yang terakhir adalah memasukkan mentega atau margarin yang telah dilelehkan sebelumnya.

Pada prakteknya, tehnik sponge cake ini lebih rawan ‘bantat’ dalam arti yang sesungguhnya, lho dear.

Kenapa?

Karena setiap tahapannya memiliki resiko yang sama tingginya.

Pada pengocokan telur dan gula misalnya, 
adonan harus benar-benar kental dan meninggalkan jejak seperti pita. Jika tahap ini gagal, biasanya adonan akan menjadi encer.
Dan adonan encer berpotensi cake gagal ngembang hingga bantat.



kental berjejak
Dokpri: sponge cake




Pada tehnik penyampuran bahan kering juga begitu, pengadukan harus hati-hati agar tepung tidak menggumpal atau menjadi karet. 
Tepung yang tidak tercampur rata akan menyerap mentega dan menjadikan kue bantat pada bagian tersebut.

Pengadukan yang terlalu kuat juga bisa menyebabkan tepung matang terlebih dulu, sehingga adonan menjadi seperti karet atau terlalu pekat, hal ini biasanya menyebabkan cake menjadi padat dan tidak spongy lagi.

Pada step terakhir, yaitu tahap mencampur adonan telur dan tepung tadi dengan mentega cair. 
Sama seperti step ke dua diatas, tahap ini juga harus dilakukan dengan hati-hati. Pasalnya, jika masih ada tumpukan minyak/mentega cair di bagian tertentu (biasanya dibagian bawah) akan menyebabkan cake bantat pada bagian tersebut nantinya. 
Jadi adonan harus benar-benar tercampur dengan baik atau ‘homogen’.

Meskipun tekstur sponge cake mentul-mentul alias spongy, tetep masih kalah lembut sama chiffon cake ya.


Contoh resep sponge cake: Bolu Pandan Santan


Ciri umum dari cake bantat adalah:

  • Pada cake bantat total, cake sama sekali tidak menunjukkan gejala mengembang. Biasanya terlihat seperti tepung basah yang dikukus. Tekstur keseluruhan keras dan mirip seperti karet. Pada kasus ini, biasanya cake tidak bisa dimakan sama sekali. Kecuali bagi yang sedang kelaparan akut.

Atau,
  • Cake mengembang cantik, namun mengkerut seketika pada bagian tengahnya (ini biasaya jika yang bantat di bagian tengah). Meskipun faktor lain juga bisa memicu cake mengkerut sih, seperti misalnya cake tidak langsung dikeluarkan dari loyang setelah matang.
  • Pada bagian yang bantat biasanya berwarna lebih pekat dan terlihat ‘basah’ dari bagian cake yang tidak bantat. Nah, bagian yang telihat ‘basah’ ini biasanya keras seperti ciri-ciri no 1 diatas. Pada kasus ini, bagian yang tidak bantat masih bisa dimakan.


Sampai disini semoga bisa ya membedakan antara padat dan bantat.

Oke next…


marble
Dokpri: Chiffon Cake


Chiffon Cake

Pada resep pembuatan chiffon cake (secara umum) ada perlakuan khusus, yakni putih telur dikocok terpisah hingga kaku (meringue).

Sedangkan bahan lainnya dicampur di baskom lain dengan menggunakan hand whisk. Baru kemudian kedua adonan disatukan dalam cinta hingga homogen.

Cake jenis ini juga terbilang agak rewel, tapi menurut saya bukan pada pengadukannya, beda dengan sponge cake yang butuh ekstra kesabaran dan hati yang tulus ikhlas dalam hal pengadukan itu.

Dari beberapa kali saya praktek, kalau saya pribadi sih sering gagalnya pada saat memanggang. 

Seringnya, saya merasa si cake sudah matang dan berkulit cantik, eh pas dikeluarin ternyata masih agak basah. Disitu kadang saya merasa pengen ngomelin oven.

Padahal kalau chiffon ini sudah mengalami penurunan suhu (keluar dari oven), kalau tidak segera ditangkupkan/dijungkir, seringnya si cake akan turun dan mengkerut.

Karena chiffon cake saya masih terlalu basah, teksturnya pun menjadi terlalu lembab meskipun tetap lentur dan lembut seperti sifon.


Contoh resep chiffon cake:  Resep Chiffon Cake Pandan Marble



Pada perkembangannya, 
tehnik dasar chiffon (meringue) ini juga digunakan pada jenis cake baru bernama cotton cake
Namun dengan tehnik memanggang yang berbeda, yaitu dengan cara “au bain marie” atau “steam bake


Pernah denger dong, ya....


Duhhh apaan lagi itu mak?



Au bain marie atau steam bake adalah tehnik memanggang dengan menggabungkan bake dan steam, dikukus tapi di dalam oven. Nah lho, bijimane jelasinnya....

Gampangannya gini deh, 
loyang yang berisi adonan diberi alas loyang lagi (yang lebih lebar) dan diberi air kira-kira 1-2 cm (seperti masak tim). Baru kemudian ‘mereka’ ini dimasukin ke dalam oven. 
Jadi ceritanya si cake ini berendam sambil sauna gitu.

Eits, tapi jangan keliru ya. au bain marie is not dikukus, Bedakan!

Contoh penggunaan tehnik ini adalah Japanese cheese cake, Ogura dsb. (kebanyakan sih cake jepang yang pakai tehnik ini).

Oiya, buat yang masih menyamakan antara Japanese Cheese Cake dengan bolu keju kukus, mohon diperhatikan juga ini, yes!

Tekstur cotton cake ini lembut dan lumer banget, lebih lembut dari chiffon cake biasa (tanpa steam bake).

steam bake
Dokpri: tehnik au bain marie aka steam bake






Steam Cake

Steam cake pada dasarnya hampir sama dengan tehnik sponge cake, yaitu telur dan gula dikocok diawal hingga mengembang dan kental berjejak. 
Hanya cara pematangannya yang dilakukan dengan cara dikukus/steam.

Memang, kadang cake kukus terasa lebih lembut daripada sponge cake pakai oven, tapi juga tidak lantas semena-mena bilang bronis kukus lebih enak dari roll cake, kan.

Semua kembali kepada selera dan jenis kue.

Oiya, antara cake oven dan kukus, meskipun menggunakan kombinasi bahan yang sama sekalipun akan ada beberapa perbedaan aroma yang akan dihasilkan. 

Untuk cake berbahan mentega, aroma wangi mentega akan sulit keluar dengan cara dikukus. Begitu juga dengan keju. Sedangkan aroma pandan dan santan akan tetap wangi dimana pun mereka berada.


Contoh Resep: Brownies Kukus Nangka, Bolu Kukus. 





All in One Method

Pada tehnik all in one method, semua bahan diaduk jadi satu dengan hand whisk gitu aja, lalu dioven.

Dengan catatan, pengadukan tidak boleh terlalu bersemangat. Kira-kira tidak lebih dari 15 kali putaran/adukan.

Harus diitungin buk?

Ya enggak juga sih. cukup dikira-kira aja.
Yang penting adonan tidak menjadi mirip karet.


Contoh resep: Brownies, Muffin dsb.



Oke baiklah, sepertinya saya sudah mengantuk sangat. 
Semoga apa yang saya bagikan ini bermanfaat, ya. Mon maap juga jika ada kesalahan pengartian dan sebagainya. Maklum saya juga masih belajar.

Jika ada tambahan, jangan sungkan untuk menambahinya di kolom komentar.


Thank you dear sudah baca sampai akhir, happy baking :*






Post a Comment

6 Comments

  1. Mba sera kalo.buat pemula itu paling gampang bikin cake apa ? Aku biasanya cuma bikin bolu aja, dikukus berhasil stelah di oven sering Bantat dan jadi males mau bikin lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bikin pound cake/butter cake coba mba, menurutku paling aman diantara semuanya mba. Resep bisa klik di lemon butter cake

      Delete
  2. Saya nggak pernah baking tapi pecinta kue sebagai dessert. Jujur saya mah cuma tau enak atau nggak aja, nggak pernah cari tau soal pembuatannya �� cotton cake itu emang juara sih dari segi rasa dan tekstur, dan kayaknya kue-kue di Jepang itu pake metode ini ya? Soalnya kurleb sama dan enak gitu nggak seret, rasanya juga kaya.

    Thank youu mba untuk infonyaa (:

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mba jane,
      Iya kbanyakan cake Japanese pake tehnik steam bake jadi cake lbh moist, krn kelembaban cake tdk banyak berkurang.

      Delete
  3. Cara menanggulangi Cake Bantet, biasanya saya bikin pudiiiing. Hahahaa.. biar lembuut dimakan. Tinggal Siram di atas cake bantet trus. Didinginin.. 🤪

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah boleh nih tips nya, asalkan cake bantat nya masih 'layak' dimakan ya?
      Soalnya saya pernah bantat nya beneran alot kayak sandal jepit wkwkwk

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel sampai selesai. Jangan lupa tinggalin jejak di kolom komentar, ya dear.

Harap berkomentar sesuai artikel, dengan bahasa yang baik dan sopan.
Link Aktif dan SPAM akan dihapus.
NO WAR!

Happy reading other article....