Menu

Soup - yang gampangnya dibaca sup ini adalah kuah gurih dengan sayuran di dalamnya. Kalau di Indonesia, sup biasanya identik dengan sayur "sop". 
Nah, kalau sup yang kental? Pasti ngebayanginnya ala kebule-bulean yang adanya cuman di restoran, iya kan? 


Cara sederhana membuat sup ayam jagung yang kental dan gurih


Assalamualaikum,

Kebetulan sekarang di Bali sedang dingin, hingga mencapai 25-24°C pas pagi hari. Buat saya segitu lumayan dingin, sih. Soalnya di Bali biasanya panas, sekitar 30-32°C.

Meskipun kalau lagi panas-panasnya, AC pasti dinyalain juga, di suhu di bawah 25°C juga. Tapi kalau pas suhu asli segitu, kok berasa dingin banget ya, hehehe.

Kemarin sempet ngoprek-ngoprek resep yang belum terjamah, salah satunya adalah resep Sup Ayam jagung ini.
Padahal resep ini sudah masuk dalam daftar resep yang kudu dicoba sebelum bulan puasa kemarin, karena rencananya mau saya pakai buat menu sahur atau berbuka saya.

Iya, saya ini golongan emak gampang merekah kalau kebanyakan makan nasi, apalagi di jam-jam rawan. Jadi memang harus ekstra nahan godaan kalau sedang puasa.

Resep ini saya recook dari resepnya bunda Dzulkhulaifah yang judul aslinya "Bubur Jagung".
Tapi nggak tau kenapa, saya lebih suka menyebutnya sup ayam jagung saja, biar gimana gitu, hahaha.

Pas banget deh, ya.
Dingin begini nyeruput sup hangat nan gurih, hmmm kebayang kan gimana lumernya?

Yuk ah langsung saja kita eksekusi!



BACA JUGA: Singkong Thailand ala Ambassador Mall


***

RESEP SUP AYAM JAGUNG KENTAL

(Untuk 6 porsi)

BAHAN:

  • 250 gram daging ayam bagian dada.
  • 2 butir telur ayam.
  • 1 batang besar wortel.
  • 1 mangkok kecil jagung manis pipil.
  • 1 buah bawang bombay uk. Sedang.
  • 3 buah bawang merah.
  • 3 siung bawang putih.
  • 1 ruas jahe, geprek.
  • 2 lembar daun bawang/bawang pre.
  •  Secukupnya lada, garam dan gula.
  •  Margarin untuk menumis.
  • 5 sdm tepung maizena.
  • 1500 ml air


CARA MEMBUAT:

  1. Siangi ayam dan potong dadu. Saya membuang semua bagian kulit dan lemaknya. 
    Potong dadu daging ayam
  2. Rebus ayam dengan jahe dan garam. Tulangnya saya ikutkan rebus juga, karena sugesti saya hal itu bisa menambah tingkat kegurihan kaldunya. Setelah matang, tulangnya bisa disedekahkan ke kucing liar yang suka nyuri ikan. Soalnya kalau mentah dia nggak mau makan, hehe. 
  3. Sementara itu, potong dadu wortel dan cincang semua bawang-bawangan.
  4. Masukkan wortel dan jagung.
  5. Tumis bawang-bawangan dengan margarin, atau bisa juga dengan minyak goreng. Tapi untuk aroma yang lebih menggoda, saya menyarankan dengan margarin. 
    Tumis bawang-bawangan lalu tuang ke dalam sup
  6. Tuang tumisan bawang ke dalam kuah rebusan. Tambahkan merica bubuk dan sedikit gula.
  7. Koreksi rasa dan kematangan bahan. Jika sudah oke kecilkan api dan masukkan daun bawang pre yang sudah dipotong.
  8. Kocok kepas telur lalu tuang ke dalam sup. Tambahkan juga tepung maizena yang sudah diencerkan dengan kurang lebih segelas air. 

  9. Siap deh sup kentalnya.



***



Sup kental ini cocok banget disandingin sama roti panggang yang gurih, umumnya dimakan sama garlic bread.
Atau juga bisa dijadikan sebagai Sup untuk "Zuppa Soup" dengan pastry diatasnya. Hmmm, lezat deh pastinya.

Akan tetapi, karena saya sedang tidak ready kulit pastry, juga tidak punya si roti panjang ala perancis buat dibikin garlic bread.
Yasudah, tak ada rotan roti tawar pun jadi haha.


Cara membuat garlic bread abal-abal dari roti tawar:

  • Potong roti tawar sesuai selera.
  • Olesi dengan butter atau margarin, taburi garam halus, bubuk bawang putih, dan daun rempah seperti oregano, basil, parsley atau seledri juga bisa.
  • Oven dengan suhu 200°C selama 10 menitan. Atau bisa juga dipanggang dengan teflon.

Sup ayam jagung



- Mak Icik -

0

SUSU - adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu dari mamalia. (Wikipedia)

Mengenal jenis dan manfaat susu untuk baker pemula
Ilustrasi. Foto: iradiofm.com


Gagal paham dengan susu, bisa keliru!


Assalamualaikum semuanya,

Disaat semua berita lagi pada heboh tentang susu siapa yang asli, atau tentang susu bukanlah susu, boleh ya kita ikutan membahas susu.
Hehehe.

Tema susu ini sebenernya sudah lama nangkring di list blog posting yang ingin ikutan tayang, tapi apalah daya, saat itu Mak Icik lagi sibuk mulungin nastar dan langsung sibuk entah ngapain aja.

Baiklah, mumpung si Susu sekarang juga lagi tenar, dan Mak Icik lagi mager gegara udaranya yang brrrr, dingin cuy! Kita abaikan oven di dapdr dan berbagi cerita saja yuk!


• Apa itu Susu? Dan apa manfaatnya untuk kue?

SUSU, merupakan emulsi lemak dalam air yang kandungan kalsiumnya berfungsi sebagai penopang elastisitas adonan sehingga membuat adonan mengembang lebih baik.

Kandungan Kasein atau Protein dalam susu,  juga dapat membantu memperkuat gluten pada kue berbahan terigu sehingga struktur kue yang dihasilkan pun menjadi lebih baik.

Lemak susu dapat menyerap air dan berbagai bau-bauan bahan kue lainnya seperti amis pada telur sehingga aroma kue menjadi wangi susu.
Selain itu, susu juga dapat menambah daya empuk lebih lama pada kue atau roti yang dihasilkan dan diyakini dapat menambah nilai gizi pada kue yang dihasilkan.

Sedangkan Laktosa atau gula susu yang terkandung di dalamnya dapat memberikan efek kerak atau kulit kuning kecoklatan yang cantik pada kue.

Namun perlu diketahui juga, gula susu atau laktosa ini bukanlah "sumber makanan" yang baik bagi Ragi. Karena ragi tidak dapat menyerap laktosa dalam jumlah banyak.
Sehingga untuk pembuatan kue atau roti yang menggunakan ragi perlu memperhatikan takaran yang tepat.

Banyak orang beranggapan bahwa semakin banyak susu yang digunakan dalam pembuatan roti atau kue, maka akan menghasilkan roti dan kue yang semakin enak dan lembut. Terutama bagi pemula seperti saya ini, saya juga pernah gagal paham tentang ini, lho.

Karena alasan "sayang" atau "tanggung" antara takaran resep dan takaran kemasan susu yang saya beli, sering membuat saya juga beranggapan demikian.

"Halah, kan makin banyak susunya makin enak!"

Padahal hal itu tidak selalu benar ya bunda.

Bahkan tidak sedikit pula yang mengganti takaran air dengan susu, dengan asumsi yang sama yaitu semakin banyak susu maka akan membuat kue semakin enak dan lembut.

Menurut chef Herman Ahmad, baker ASA Food, dalam penuturannya yang saya kutip dari lifestyle.kompas.com, takaran susu yang tepat untuk roti dengan ragi sebagai pengembang adalah 30% dari jumlah tepung terigu yang digunakan.
Jumlah ini digunakan jika yang digunakan adalah susu bubuk.

Maka untuk membuat roti dengan tepung seberat 1 Kg, maka susu bubuk yang boleh digunakan adalah maksimal seberat 300 gram.

Sedangkan untuk penggunaan susu cair, perbandingannya adalah sebesar 50:50 dari takaran air yang digunakan dalam resep.
Jadi jika dalam resep tertulis 300 ml air, maka kita bisa menggunakan 150 ml susu cair dan 150 ml air.

Hal lain yang perlu diperhatikan juga berkaitan dengan susu dalam pembuatan kue yakni jenis atau bentuk susu yang digunakan.
Jenis susu yang paling umum ada dalam resep kue adalah Susu Cair, Susu Kental dan Susu Bubuk.


Bentuk susu yang wajib kita kenali


Susu Cair

Susu cair merupakan bentuk asli dari susu yang diperah dari binatang ternak perah penghasil susu, seperti; sapi, kambing, domba dan unta.

Susu cair segar adalah susu murni yang baru diperah dan hanya mengalami proses sterilisasi saja tanpa adanya proses atau penambahan bahan lainnya.
Umumnya susu jenis ini bertahan tidak lebih dari 12 jam dalam wadah steril.

Sedangkan susu cair dalam kemasan adalah susu segar yang telah melalui proses sterilisasi modern dan dikemas sedemikian rupa sehingga dapat bertahan lebih lama, yakni bisa mencapai enam hingga sepuluh bulan dalam kemasan khusus.

Proses sterilisasi yang paling umum dan yang saya tau ada 2 macam, yaitu:

1. UHT atau Ultra High Temperature, 

yaitu proses sterilisasi dengan memanaskan susu dengan temperature yang tinggi atau sekitar 140°C dalam waktu singkat atau tidak lebih dari 2 detik.

Konon, proses UHT ini adalah proses sterilisasi modern yang paling baik dikarenakan nutrisi dalam susu masih terjaga dengan baik.

2. Pasteurasi

Sedangkan proses sterilisasi dengan cara pasteurasi adalah memanaskannya dalam suhu 65-80 derajat Celsius selama 15 detik.

Proses pasteurasi ini boleh dibilang adalah proses sterilisasi paling sederhana, namun beberapa sumber menyebutkan susu pasteurasi ini justru paling bagus nilai gizinya dibanding susu jenis lainnya.


Apapun itu, mau UHT ataupun pasteurasi, susu tetaplah harus melalui proses sterilisasi ini untuk membunuh semua micro organisme jahat yang mendadak hadir saat proses pemerahan.
Dan sebaiknya segera simpan susu cair ini dalam lemari pendingin setelah kemasan susu dibuka, hal ini bertujuan untuk menghindari kerusakan susu akibat microba liar yang tetiba menyelinap tanpa permisi.
Kecuali memang langsung habis setelah dibuka, ya.

Dalam pembuatan kue, susu cair sering digunakan dalam resep chiffon cake, muffin dan juga roti.
Namun jika bunda lebih suka menyimpan dalam bentuk susu bubuk, boleh membuatnya dengan cara melarutkan susu bubuk dengan air hangat *hangat lho ya, bukan panas!* dengan takaran 1:7.
Lalu gunakan sebagaimana takaran dalam resep.



Susu kental
Ilustrasi susu kental. bisnis.tempo.co

Susu Kental

Ini dia si susu yang sedang menjadi buah bibir, pasca postingan yang diberi judul "susu kental manis tidak mengandung susu".

Berita ini pun seketika menyeruak dan menjadi polemik di berbagai media.
Mulai dari mempertanyakan kinerja BPOM hingga konsumen merasa telah dibohongi oleh produsen susu.
Komentarnya pun bermacam-macam, ada yang pro dan ada juga yang kontra alias nyinyir tentunya.
Ada yang share untuk memberikan klarifikasi, ada pula yang share untuk semakin meruncingkan berita, namun banyak juga yang sekedar share tanpa mengetahui terlebih dahulu duduk persoalan dan kebenaran beritanya.

Semoga kita menjadi pengguna media sosial yang bijak ya, bukan asal sebar tanpa tahu isi berita yang sebenarnya.

Eits, saya tidak akan membahas polemiknya lho ya, karena saya tidak paham detailnya, nanti malah menjadi salah kaprah.


BACA JUGA: Bahan Kue Tambahan yang Wajib dipahami Pemula


Susu kental atau condensed milk adalah salah satu cara penyimpanan susu agar awet lebih lama. Yaitu dengan menghilangkan sebagian kandungan airnya hingga menjadi pekat.

Dalam dunia perbakingan, Susu kental yang paling umum diketahui ada 2 macam, yaitu susu evaporated dan susu kental manis atau sweet condensed milk, yang mungkin sekarang masih jadi bahan gosip emak-emak pengguna jejaring sosial.

Secara bentuk dan kemasan, susu evaporated dan susu kental manis sama-sama berbentuk liquid dan dikemas dalam kaleng yang tertutup rapat.
Namun, pada susu kental manis sudah ditambahkan gula yang bertujuan sebagai pengawet dengan tekstur yang lebih pekat, sedangkan susu evaporated tidak mengandung gula alias tawar.


Susu kental manis

Perlu kita ketahui, dalam regulasi BPOM disebutkan bahwa gula yang ditambahkan pada susu kental manis haruslah dapat mencegah kerusakan pada produk.
Mengandung kadar lemak susu tidak kurang dari 8% dan kadar protein tidak kurang dari 6,5%.

Ada juga istilah krim kental manis dan krimer kental manis, dua produk tanpa judul susu ini sebenernya sama, sama-sama susu yang berbentuk cairan kental.
Hanya saja prosesnya yang berbeda, dan dengan atau tanpa tambahan lemak nabati dan bahan lainnya.

Menurut sumber yang saya baca, susu kental manis bisa didapat dari susu cair yang dihilangkan airnya hingga mencapai kepekatan tertentu, dan juga bisa didapat dari susu bubuk yang ditambahkan gula hingga mencapai kekentalan yang dibutuhkan.
Namun pada dasarnya, kandungan gula haruslah dapat menjadi pengawet alami bagi produk tersebut.


Susu evaporated

Susu evaporated adalah sebutan untuk susu kental juga, yaitu susu yang melalui proses penghilangan kadar air hingga 60% dan memiliki ciri fisik kental, tidak cair seperti susu aslinya.

Susu evaporated terbagi menjadi dua jenis, yakni unsweetened (tanpa gula) dan sweetened (dengan gula) yang juga sering kita sebut sebagai Susu kental manis (SKM).

Namun secara umum, sebutan untuk susu evaporated dalam resep kue adalah susu kental tanpa adanya tambahan gula.
Dan susu evaporated ini tidak sekental susu kental manis ya.

Susu evaporated ini biasanya hanya tersedia di toko bahan kue atau swalayan besar saja, berbeda dengan susu kental manis yang berjejer manis di bahkan hampir setiap warung kelontong.

Namun Bunda, baik susu kental manis ataupun susu evaporated sebenarnya bukanlah susu untuk minum yang memiliki kandungan gizi setara susu cair atau susu formula, melainkan hanya untuk digunakan sebagai bahan tambahan membuat kue atau topping makanan dan minuman. (Dikutip dari: www.pom.go.id/)

Daya simpan susu kental ini bisa lebih lama dari susu cair, hal ini dikarenakan susu kental telah melalui proses sterilisasi dan juga pemanasan yang berlangsung lama, namun tak ada salahnya juga jika bunda tetap menyimpannya di kulkas setelah kaleng kemasannya di buka (kecuali jika kemasannya ada tutupnya).

Daya tahan terhadap serangan jamur dan bakteri boleh lama, tapi bagaimana dengan serangan semut?
Apapun itu, jangan lupa selalu tutup kemasan dan simpan di tempat yang bersih, ya. Nggak mau kan kuenya bercampur dengan debu atau bekas colekan binatang mini liar.


Susu bubuk
Ilustrasi susu bubuk. merdeka.com


Susu bubuk

Sesuai dengan namanya, susu bubuk adalah susu yang berbentuk bubuk. Susu bubuk didapat dari susu segar yang dihilangkan kandungan airnya hingga lebih dari 91%, dengan atau tanpa penambahan bahan lain seperti vitamin dan mineral pada susu formula, kalsium pada susu pertumbuhan dan lain sebagainya.

Pada pembuatan kue, susu bubuk sering digunakan pada resep yang tidak menggunakan air atau minim cairan. Seperti pada kue kering misalnya.
Atau cake yang hanya menggunakan telur dan mentega sebagai bahan cairnya, maka penambahan susu bubuk ini pun bisa digunakan dengan cara mengurangi takaran bahan kering lain agar komposisi bahan kering dan bahan cair tetap seimbang sesuai resep.

Biasanya bahan kering yang dikurangi adalah tepung, baik terigu maupun maizena atau bahan sejenis. Dengan takaran yang kurang lebih sama.

Di pasaran susu bubuk ini banyak ragamnya, mulai dari susu formula bayi hingga balita, susu kalsium untuk pertumbuhan anak atau pencegah osteoporosis bagi orang dewasa, hingga susu skim atau non-fat bagi wanita yang sedang berdiet dan susu tinggi protein untuk para pria yang ingin membentuk ototnya.

Namun yang paling umum digunakan dalam pembuatan kue, adalah susu skim dan susu full cream saja.

Susu bubuk full cream didapat dari susu cair utuh (whole milk) yang dihilangkan kandungan airnya hingga tersisa 2-4% saja, dengan kandungan lemak 26% dari total berat.

Sedangkan susu skim hanya mengandung lemak maksimal 1% saja. Susu skim atau non-fat ini adalah hasil sampingan dari pemisahan butter-fat (lemak mentega) yang kemudian dihilangkan kandungan airnya hingga menjadi bentuk serbuk.

Dalam sebuah artikel yang pernah saya baca, dikatakan bahwa sebaiknya menggunakan susu skim pada pembuatan kue atau roti dengan ragi, karena kandungan pada susu skim disinyalir lebih toleran terhadap ragi.
Namun karena penjelasan detailnya saya belum menemukannya, jadi saya tidak bisa menjelaskannya secara detail ya bunda.

Namun seperti yang dilansir media kompas, menurut Herman Ahmad baker ASA Food, mau susu skim ataupun susu full cream akan menghasilakan roti yang sama-sama lembut dan enak, dengan takaran yang sama yakni tidak lebih dari 30% berat tepung.

Baik susu full cream maupun susu skim ini dapat bertahan hingga 12 bulan dalam kemasan kedap udara.
Dan hanya bertahan selama satu minggu setelah kemasan terbuka.

Cara menyiasatinya adalah dengan melipat rapat kemasan aluminum foil nya lalu masukkan ke dalam toples dan tutup rapat toples.
Dengan cara ini insyaAllah susu bubuk dapat bertahan lebih lama.

Namun jika susu bubuk sudah menggumpal dan berubah aromanya, sebaiknya jangan dikonsumsi atau digunakan lagi ya bunda.




***


Kesimpulannya, sebaiknya selalu gunakan susu sesuai dengan yang diresepkan saja. Jika dalam resep tertulis menggunakan susu bubuk, maka jangan diganti dengan susu kental apalagi susu cair, sudah bisa dipastikan adonan akan encer.

Namun jika dalam resep tersebut tertulis menggunakan susu cair, bunda boleh menggantinya dengan susu kental atau susu bubuk yang telah dicairkan dengan konsentrasi yang sama dengan susu cair.

Yang perlu diperhatikan adalah jika menggunakan susu kental manis memungkinkan kue menjadi terlalu manis jika komposisi gula tidak dikurangi.
Akan tetapi pengurangan gula begitu saja, dapat berdampak pada struktur kue yang dihasilkan, karena komposisi gula yang diresepkan bisa jadi telah terhitung sebagai komposisi bahan kering, nah loh, ribet kan ya?
Hehehe...

Nah, daripada kita pusing menghitung ulang takaran yang pas, sebaiknya gunakan sebagaimana resep aslinya saja.
Kalaupun harus mengkonversi jumlah voleum untuk menyesuaikan ukuran loyang, maka konversilah hanya pada jumlahnya dengan rasio yang sama.

Karena bagi pemula kayak saya ini membuat kue dengan resep yang tinggal contek saja bisa gagal, apalagi langsung pakai maneuver yang mengganti bahan ini dengan itu yang secara fisik berbeda, bisa gagal kuadrat.

Saya pernah lho congkak begitu, tapi jangan ditiru!
Karena itu hanya akan membuang energi, waktu dan materi.
Kecuali untuk para master yang sudah khatam tentang ini, ya.


Tips:

Agar susu awet dan tidak berubah aroma dan rasanya, pastikan susu tertutup rapat atau di dalam wadah kedap udara saat penyimpanan.
Hal ini dikarenakan lemak susu dapat dengan mudah menyerap bau-bauan disekitarnya, sehingga dapat merusak atau merubah aroma khas susu itu sendiri.


Semoga tulisan ini bermanfaat, ya.

Keep smiling, stay healthy stay happy dengan selalu bersyukur setiap hari.




***
Sumber acuan:
dimzpastry.blogspot.com
www.tokowahab.com
pakaroti.com
www.pom.go.id
Lifestyle.kompas.com
detik.com
Dan link lainnya yang pernah saya singgahi.



- Mak Icik -


0

Top Search

New Entry

design by Helplogger

Related post

Author



Saya bukan good writer, juga bukan good blogger, apalagi baking master,,, saya hanya emak-emak berdaster yang sering lupa kalo umurnya udah tua dan anaknya udah dua
(^。^) 

Yuk kenalan disini






"Berbagi-lah hal yang bermanfaat untuk orang lain meski itu kecil, Insya Allah akan memberi manfaat lebih untuk mu meski itu kelak"

- Sera Wicaksono -

Community