Menu

Sajian khas Lebaran: Ketupat cap Gomeh

Ketupat - merupakan salah satu menu wajib saat perayaan hari raya Idul Fitri. Hidangan ketupat ini biasanya disuguhkan dengan berbagai varian lauk dan sayur sesuai ciri khas daerah masing-masing. Kalau ketupatmu pakai lauk apa?

Sajian khas Lebaran: Ketupat cap Gomeh


Assalamualaikum semua,
Minal aidzin wal faidzin ya, mohon maaf lahir dan batin.
Taqaballahu Minnaa Wa Minkum, Taqabal Yaa Kariim...
Semoga amal ibadah kita diterima Allah swt.

Lebaran, atau hari raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi kita umat Islam. Hari dimana kita merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berperang melawan segala hawa nafsu diri kita sendiri.

Saat Lebaran seperti ini tentu akan dijadikan sebagai moment yang pas ya buat keluarga besar kita ngumpul. Nah, saat berkumpul bersama keluarga besar seperti ini tentu saja tidak pernah lepas dari yang namanya hidangan. Entah itu kue kering, cake atau menu makanan berat.

Di beberapa kota atau daerah, katupat menjadi hidangan utama saat hari pertama Lebaran. Lauk pendampingnya pun disajikan bermacam-macam, sesuai dengan ciri khas masing-masing daerah.
Mulai dari opor ayam, kita tahu ya menu opor ayam ini adalah yang paling jamak sering kita jumpai. Menu pendamping lainnya yang tak kalah tenar adalah sambal goreng, bisa udang, pete, jengkol, kulit sapi, kentang ati dan lainnya.

Ketupat sering juga disajikan dengan sayuran berkuah santan seperti lodeh kacang panjang, labu jepang dan juga nangka muda. Dan masih banyak menu lainnya seperti rendang, gulai, balado dan seterusnya.

Kebetulan karena si pak suami saya adalah keturunan keluarga besar Banjarmasin, jadi kemaren saya nemu tuh yang namanya Soto Banjar saat bertandang ke salah satu nini atau tetua keluarga besar Banjar yang ada di Bali.

Suami saya memang keturunan keluarga besar Banjar, namun karena dia kelahiran Surabaya dan besar di Bali, nah lho! Nggak jelas kan? Jadi ya kami tidak pernah mudik ke Banjarmasin. Karena orang tua dan saudara-saudara kami semuanya tinggal di Bali.
Meski begitu, karena masih ada beberapa kerabat agak dekat disana, suatu saat kami juga ingin bersilaturahmi kesana dan menikmati sajian khas Banjar sebagaimana aslinya, hmm nelen ludah dulu ya, on planning insyaAllah.

Sedikit cerita tentang soto Banjar yang saya tahu, soto Banjar ini tidak sebening kebanyakan soto di jawa ya. Karena dalam pembuatannya, soto Banjar ini ditambahkan susu cair dalam kuahnya, kata acil yang punya rumah begitu. Acil adalah sebutan untuk bibi atau tante. Kata beliau juga, Soto dan Sop Banjar sebenarnya sama. Yang menjadi pembeda adalah, jika Soto disajikan bersama ketupat sedangkan Sop Banjar disajikan dengan Nasi.

Beberapa resep asli yang pernah saya baca pun sepertinya ada yang menambahkan kuning telur bebek rebus, nah khan gimana nasib kolesterol saya kalau makan itu? Tapi karena sejauh ini saya belum mempraktekkan sendiri, dan biarkan kakak ipar saja yang masak, jadi saya tidak tau persis bagaimana prosesnya, next time ya insyaAllah.

Dalam sajian Lebaran khas Banjar lainnya, ada juga yang namanya "tumis". Tumis ini bukan seperti tumis sayur kangkung atau kacang panjang yang pada umumnya ya.
Tumis ini berupa hidangan lontong dengan sayur kuah santan dan ayam atau ikan yang dimasak bumbu merah. Beberapa kali saya mencicipi hidangan ini saat bertandang di salah satu rumah paman suami saya.

Ada juga hidangan lapat, tapi entahlah, saat mereka memasaknya pasti pas kami mudik ke jawa ke rumah orang tua saya, hahaha. Jadi next time saja kita bahasnya ya, karena saya belum pernah mencicipinya.

Nah kalau di Pasuruan, tempat tinggal orang tua saya. Hidangan ketupat ini umumnya tidak dihidangkan saat hari raya pertama, melainkan di hari ke tujuh Lebaran. Di tempat kami sering juga disebut dengan Lebaran ketupat.

Menu lauk pendampingnya antara lain: opor ayam kuning, sayur lodeh tahu tempe, sayur labu jepang/labu siam, telur petis, sambal goreng, dan yang tak ketinggalan biasanya dilengkapi dengan bubuk koya dari kedelai.
Hidangan semacam ini bisa juga disebut lontong cap gomeh.

Berbeda dengan ketupat yang disajikan di hari raya pertama, yang biasanya dihidangkan hanya untuk makan ditempat saat bersilaturahmi.
Lebaran ketupat di tempat saya, hidangan ketupat ini dibagikan ke tetangga terdekat.
Bisa dalam bentuk sajian siap santap, yaitu ketupat yang sudah disajikan di piring bersama lauk pendampingnya dan siap dimakan. Atau ketupat dan lontong yang masih utuh dengan lauk pendamping yang terpisah wadahnya. Tujuannya, agar bisa dimakan agak nanti dan tidak cepat basi.

Kalau jaman saya kecil dulu, selain ketupat, hidangan khas lainnya saat lebaran ketupat adalah lepet. Lepet ya bukan lapat. Lepet ini terbuat dari beras ketan ditambah kelapa muda parut dan dicampuri sedikit kacang otok. Dimasaknya dengan cara direbus seperti membuat ketupat.
Kalau di Bali mungkin ini sekerabat dekat dengan jajan bantal namanya. Atau juga masih seperanakan sama lupis. Lupis ya bukan lupus!



Telur petis cap gomeh
Telur Petis Cap go meh

Resep Telur Petis (Lontong cap Gomeh)

(Source: meirina cookpad)

Bahan-bahan:

  • 8 butir telur
  • 2 sdm petis udang
  • 3 sdm kecap manis
  • 1 ruas lengkuas, geprek
  • 3 lembar daun jeruk
  • 1 lembar daun salam
  • 2 buah serai, memarkan
  • 150 ml santan (me: skip)
  • Secukupnya air
  • Secukupnya cabe rawit utuh

Bumbu halus:
  • 7 siung bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 1 sdt merica
  • 1 ruas kencur
  • Secukupnya garam

Cara membuat:

  1. Rebus telur hingga matang lalu kupas.
  2. Tumis bumbu hingga layu, masukkan telur, santan dan petis udang. Aduk rata.
  3. Masak hingga air menyusut. Koreksi rasa.


BACA JUGA: Tips: Cara Mudah Mengupas Telur Rebus



***

Note:

• Jika kurang suka dengan petis, takaran petis bisa dikurangi ya. 
• Sebaiknya gunakan petis yang bagus dan enak, karena ini mempengaruhi rasa keseluruhan.


Gimana, gampang khan? Cobain deh, dijamin nagih tralala. Yuk mari makan ketupat cap go meh dulu!

Selamat Hari Raya Idul Fitri ya...


Ketupat Cap Go Meh ala Mak Icik




- Mak Icik -


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan tidak meninggalkan link hidup.
Stop comment war!

Yukk bijak ber-Social Media...

Top Search

New Entry

design by Helplogger

Related post

Author



Saya bukan good writer, juga bukan good blogger, apalagi baking master,,, saya hanya emak-emak berdaster yang sering lupa kalo umurnya udah tua dan anaknya udah dua
(^。^) 

Yuk kenalan disini






"Berbagi-lah hal yang bermanfaat untuk orang lain meski itu kecil, Insya Allah akan memberi manfaat lebih untuk mu meski itu kelak"

- Sera Wicaksono -

Community