Menu


Maksimalkan diet sehatmu dengan slim and fit


Maksimalkan Diet Sehatmu dengan Slim and Fit



• Wanita dan Berat Badan


"Katakan pada Dilan, yang berat itu bukan rindu, tapi badan saya"

Beberapa waktu lalu, kalimat-kalimat meme seperti ini riwa-riwi menuhin hampir setiap sudut semua sosial media kita, ya khan?

Sebenarnya itu bukan sekedar lelucon asal-asalan saja, loh. Bisa jadi itu adalah bentuk ungkapan atau refleksi diri kita, (((kita?))), Saya sih lebih tepatnya, haha... Oops!

Iya, wanita mana sih yang tidak ingin dibilang langsing?

Kenyataan bahwa hampir semua wanita selalu takut menghadapi timbangan berat badan karena selalu merasa dirinya gemuk, bahkan disaat berat badannya sudah masuk dalam kategori kurus, merupakan salah satu indikasi bahwa setiap wanita sesungguhnya ingin tampil dan "dianggap" langsing.

Saya kurang paham jenis majas apa yang digunakan, tapi kebanyakan dari semua wanita selalu mengatakan bahwa dirinya gemuk tidak peduli dia memang beneran gemuk, atau dia sesungguhnya hanya tidak ingin disebut gemuk.

Meskipun hampir di setiap moment saya juga selalu mengatakan demikian, namun tatkala ada wanita langsing yang ikutan mengatakan dirinya gemuk, sungguh saya pengen makan orang itu nasi goreng.

"Kalo situ badannya langsing begitu dibilang gemuk, saya apa kabar mbak?"

Kira-kira seperti itu batin ini berteriak.

Emak-emak dan gemuk, itu seperti sebuah paket kesepakatan yang sudah turun temurun. Meskipun ada pula ibu-ibu yang bahkan anaknya sudah "lusinan", badannya masih segitu-segitu aja, tetep langsing semasih jaman gadisnya.
Hal ini tentunya selain si ibu itu mungkin rajin banget menjaga badannya, pastilah dikarenakan faktor genetik juga. Ini pembenaran pertama.

Tapi bukan berarti emak-emak yang kebanyakan ragi instant dan gampang mengembang sempurna seperti saya ini tidak mau menjaga berat badan, lho!

Pembenaran kedua, pastilah kami tercipta dengan genetika yang mudah gemuk.

Nah yang ini saya banget!

Saya itu, kok jangankan makan nasi dengan porsi banyak dan berkali-kali, baru nyium aroma nasi aja kayaknya lemak udah nimbun, ewww...
Yang setuju dengan saya boleh ketawa.

Sesungguhnya, kami juga bukan tidak pernah diet alias menjaga pola makan, lho ya. Sebenarnya kami juga rajin pernah berolahraga .
Kami bahkan rela lari-lari ngelilingin komplek demi ngejar si abang tukang bakso, ikutan senam zumba atau poco-poco atau erobik atau erobot atau sejenisnya itu bisa lebih dari tiga kali seminggu, lho.
Kadang rajin di sanggar senam, kadang eksis di balai desa, ikutan hore di lapangan atau bahkan di perkumpulan ibu-ibu PKK.

Masalahnya, pas selesai senam perut pasti terasa lapar, dan disaat yang sama sang mata pun ikutan lapar jadinya.
Siomay, batagor, bahkan nasi goreng pun jadi santapan istimewa.
Hehe.
Selamat datang lagi deh timbunan kalori yang juga bisa dipastikan bakalan jadi gundukan lemak aja tanpa tau kapan akan terbakar menjadi energi.

Padahal ya, saat berolahraga kita hanya mampu membakar sekitar 300 hingga 400 kalori saja. Sedangkan sepiring nasi goreng ukuran sedang bisa lebih dari 600 kalori, belum lagi ditambah minumnya es cendol sekitar 275 kalori.
Kalau sudah begini, olahraga bukannya bikin jarum timbangan ke kiri tapi malah makin ke kanan aja, iya kan?

Nah, buat bunda-bunda yang sering banget ngalamin hal kayak gini, coba deh kebiasaan buruk ini diubah.

Saya paham sih ya, kalau sehabis olahraga seperti senam atau bahkan cuma lari cantik itu bikin haus dan lapar. Tapi no worries Bunda, kini saatnya Bunda ganti es cendol dan nasi gorengnya dengan asupan yang lebih sehat. Seperti misalnya susu rendah kalori.


• Diet yang baik adalah Diet yang Sehat dan Nyaman


Hampir setiap perempuan, terutama yang gampang mengembang sempurna seperti saya ini, pastilah akrab banget sama yang namanya "Diet".

Tapi sebenernya, apa sih diet itu?


BACA JUGA: Diet Nyaman, Kunci Keberhasilan Menurunkan Berat Badan


Mengutip dari Wikipedia, diet adalah jumlah makanan yang dikonsumsi oleh seseorang atau organisme tertentu. 

Simpelnya, diet adalah mengurangi porsi makan, terutama Nasi putih, makanan manis dan makanan tinggi lemak. Yang secara keseluruhan bisa juga diartikan mengurangi jumlah kalori yang masuk ke tubuh kita, atau disebut juga diet rendah kalori.

Setiap makanan mengandung jumlah kalori yang berbeda-beda. Misalnya, dalam seratus gram nasi putih hangat, jumlah kalorinya tidak sama dengan seratus gram oatmeal.

Begitu juga dengan sepiring buah-buahan segar, mungkin akan sama mengenyangkannya dengan sepiring batagor. Namun, dalam sepiring batagor jumlah kalorinya bisa lebih banyak dari sepiring buah segar.

Jadi, pilih mana? Kenyang dan gemuk atau kenyang dan sehat?
Pilihan kembali ke kita ya Bunda.

Diet yang baik adalah mengatur pola makan sehat dan mengontrol jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh kita.
Jadi, diet itu bukan tidak makan sama sekali ya Bunda.



• Susu rendah kalori Slim and Fit membantu mengoptimalkan Diet sehatmu



Susu slim and fit membantu mengoptimalkan Diet sehatmu.


Tau kah Bunda, dalam segelas Susu Slim and Fit ini sudah mengandung nutrisi yang tubuh kita butuhkan, dan juga membantu menjaga jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh kita. Jadi bisa membantu mengoptimalkan Diet yang sedang kita jalankan, karena dalam segelas susu Slim & Fit sudah mengandung:

  1. Isomaltulosa, yaitu karbohidrat lepas lambat atau index glikemik rendah, sehingga membuat kenyang lebih lama.
  2. Tinggi Protein untuk membuat otot lebih kencang, karena protein membantu membangun & memperbaiki jaringan tubuh.
  3. Rendah lemak dan gula hingga 50% dibanding susu sejenis.
  4. Tinggi Serat Pangan (inulin) yang mampu memelihara fungsi saluran cerna.
  5. Tinggi Kalsium yang setara dengan Susu Tinggi Kalsium. Kalsium berperan dalam pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang serta membantu memperlambat terjadinya osteoporosis.
  6. Rendah Kalori, hanya 200 kkal/saji, jadi ga perlu kuatir dengan timbunan kalori yang enggan terbakar ya Bunda.


Minum susu Slim&Fit dua kali sehari sebagai pengganti sarapan dan makan malam, bisa nurunin berat badan sekitar 4 hingga 6 kg selama sebulan, lho.
Tentunya untuk hasil optimal harus tetep dibarengi dengan olahraga teratur selama 30-45 menit setiap hari, dan juga mengurangi porsi makan, ya.


Perlu diingat juga, hasil penurunan berat badan setiap orang akan berbeda-beda ya Bunda cantik, bisa kurang bisa juga lebih.

Kalau menurut pengalaman pada diri saya sendiri, saat tubuh kita sudah cukup "clean" atau sering menjaga pola makan sehat, maka penurunan berat badan biasanya tidak akan signifikan.
Artinya, boleh jadi tubuh kita sudah cukup sehat dan ideal, jadi diet kita hanya berguna untuk menjaga agar tubuh kita stabil saja.

Berbeda halnya dengan kondisi tubuh kita yang mungkin sudah lama tidak mengatur pola makan sehat, diet sehat rendah kalori dan lemak akan mampu membuang berat badan lebih banyak.

Saat penurunan berat badan mulai terlihat hasilnya, pasti Bunda bakal lebih semangat lagi deh melanjutkan agenda dietnya.
Yuk tetap semangat belajar hidup lebih sehat dan muda lebih lama!

Tips:
  • Minum satu gelas susu Slim&Fit setiap habis olahraga untuk menghindari kalap makan karena rasa lapar setelah olahraga.
  • Ganti nasi saat sarapan dan makan malam dengan Susu rendah kalori Slim&Fit
  • Kurangi porsi nasi putih saat makan siang, kalau perlu ganti dengan karbohidrat sederhana seperti kentang atau nasi merah.
  • Banyakin buah dan sayur serta air putih.
  • Jangan lupa olahraga ringan untuk membantu proses pembakaran kalori yang mengendap.
  • Dan yang tak kalah penting, istirahat cukup, hindari stress berlebihan agar keseimbangan tubuh tetap terjaga.


+ Kenapa sih Slim&Fit kemasannya sachet?

- Ini biar takaran kalorinya pas ya Bunda, jadi Bunda juga nggak perlu repot lagi menakar dengan sendok yang kadang bikin tumpah-tumpah, iya kan?

Cukup larutkan 1 sachet Slim&Fit rasa kesukaan Bunda dengan 200 ml air hangat, aduk rata dan siap deh disajikan.

*Tersedia varian rasa coklat dan vanilla.

Kemasan susu slim and fit
Ilustrasi Kemasan Susu Slim and Fit
Photo source: www.kalbestore.com


Nah buat bunda pembaca yang cantik, dapatkan DISKON sebesar 20% untuk pembelian Slim&Fit​ ​varian rasa apa saja di KALBE Store dengan me-redeem unique code: Sera20.
Tidak ada batas maksimal pemakaian unique code, ya.

*Syarat dan ketentuan berlaku.




Stay healthy stay happy,

- Mak Icik -


4


Bijaksana memilih jajanan si kecil



"Bijaksana tentang anak bukan hanya perkara cara mendidik, bukan hanya tentang memilih sekolahnya nanti. Dalam hal jajanan, kadang kita juga butuh sikap jeli dan bijak, lho"


Si Kecil dan Jajanan


Anak-anak dan jajanan itu memiliki semacam chemistry yang sulit sekali terpenggal. Bisa jadi, kita sendirilah yang sebenarnya mengenalkan pada anak untuk jajan.
Seperti saat kita datang di acara arisan atau grup pengajian, misalnya, ternyata ada satu dan lain hal yang mengharuskan kita mengajak si kecil ke acara tersebut.

Tidak sedikit dari kita yang akan mampir ke warung kelontong atau minimart demi bekalin si anak macam-macam jajanan dengan harapan si anak tidak akan rewel nantinya.

Sebenernya itu hal lumrah sih, asalkan jajanan yang kita kenalkan pada anak adalah jajanan yang jelas. Artinya, jelas bahannya, jelas labelnya, seperti dari BPOM dan MUI misalnya.
Begitu juga dari segi kemasan, apakah higienis, apakah bahan pembungkusnya aman atau dapat mengkontaminasi makanan di dalamnya, dan banyak hal.

Kadang kala, dan bahkan sering kita menyepelekan atau tidak sengaja lalai dengan hal-hal kecil yang demikian itu. Seperti misalnya saat kita membeli jajanan yang digoreng, beberapa penjual mungkin ada yang masih menggunakan kertas koran atau majalah sebagai alas peresap minyak atau juga sebagai pembungkus.
Taukah Bunda? Tinta yang terdapat pada koran atau majalah dapat terserap dan mengkontaminasi makanan yang menempel pada kertas koran tersebut, lho. Jadi sebaiknya kita hindari ya, syukur-syukur kalau kita berani dan peduli untuk mengingatkan si penjual.

Begitu juga dengan makanan berwarna-warni, jangankan anak-anak yang notabene memang suka dengan warna-warni cerah ceria. Kita, yang dewasa pun tak jarang kepincut dan kalap mata saat melihat makanan dengan warna cantik yang menggugah selera, apalagi saat siang bolong dahaga mendera, atau saat perut teriak-teriak gelisah minta asupan makanan.

Di jaman now, yang apa-apa serba berjudul "rainbow", dan si rainbow selalu terlihat unyu-unyu nggemesin mata. Sah-sah aja loh kita ikut menikmati makanan "kekinian" itu, asalkan jelas bahan pewarnanya apa. Bahan pewarna yang aman untuk dikonsumsi kah, atau bahan pewarna yang bukan untuk makanan alias berbahaya.

Beberapa jajanan di pasaran dengan warna-warni cantik, yang kebanyakan dijual dengan harga murah itu bisa jadi menggunakan bahan pewarna bukan makanan lho Bunda, yaitu bahan pewarna tekstil yang mengandung zat rodamin-B dan sangat berbahaya jika dikonsumsi.

Biasanya hal ini dapat ditengarai dengan warna yang sangat mencolok.
Jadi, jika makanan berwarna-warni cantik tersebut tidak memiliki label jelas dari BPOM atau kita ragu dengan kandungan bahannya, sebaiknya kita hindari ya Bunda.

Dan percayalah, harga tidak membohongi kualitas.


Baca Juga: Bekal Sehat dan Praktis buat Kakak



Pindy permen susu



• Permen adalah primadona jajanan si kecil


Satu lagi yang sering menjadi momok mengkhawatirkan buat sebagian besar ibu-ibu saat memilih jajanan untuk anaknya, yaitu permen.

Fakta bahwa sebagian besar ibu-ibu membatasi dan bahkan melarang anak-anaknya jajan permen memang tidak bisa dipungkiri, dalam hal ini termasuk saya. Iya, saya termasuk kategori emak-emak cerewet yang agak khawatir dengan jajanan permen.

Bukan tanpa alasan.

Kebetulan anak sulung saya dulu pernah ompong giginya karena karies, dan bahkan hingga sekarang usianya sebelas tahun, masih ada gigi susu bagian gerahamnya yang habis keropos karena karies.

Indikasinya, dulu anak sulung saya sering dikasih permen tanpa sepengetahuan saya.
Dan saya, yang dulu masih "gagap" jadi emak dan mungkin enggan peduli dengan hal besar yang dianggap sepele, membiarkan saja si anak yang sulit disuruh menyikat gigi.
Ending nya, saat anak sulung saya berusia lima tahunan, gigi susu bagian depannya habis, ompong melompong.

Beneran, yang ini jangan ditiru ya Bunda, jangan!

Pada dasarnya permen itu bukan jajanan yang buruk-buruk amat, sih. Asalkan dipilih yang bermutu baik dan dikonsumsi secara bijaksana.
Misalnya, apakah komposisi dalam permen tersebut mengandung bahan yang berbahaya, seperti pewarna tekstil itu tadi.

Menurut artikel yang saya baca, meskipun permen tidak bisa serta merta dikategorikan dalam jenis  jajanan sehat, kandungan gula sederhana yang disebut sukrosa didalamnya dapat diubah tubuh secara cepat menjadi energi, lho.
Tak heran, permen selalu jadi andalan pemulih energi saat ngantuk jika kita sedang dalam perjalanan atau dalam rapat, yang mana sering banget bikin kita ngantuk nggak ketulungan, hehe, ini sih saya banget ya kayaknya.

Apalagi jika permen tersebut terbuat atau mengandung bahan makanan bernutrisi seperti susu, kacang, coklat, atau licorice, maka hal itu bisa sedikit membantu menambah asupan gizi si kecil lho Bunda.
Yang perlu kita ingat, carilah permen yang bermutu baik dan jelas label BPOM-nya.


Label halal mui dan bpom
Label halal dari MUI dan BPOM


Perkara permen, meskipun anak saya giginya pernah ompong, kenyataannya tidak membuat dia jera akan permen.
Sekeras apapun kita mengekangnya, faktanya permen tetap menjadi primadona jajan di kalangan anak-anak.

Dalam hal ini, saya selalu mengingatkan anak saya untuk beli permen hanya yang jelas labelnya, dan sebaiknya memilih permen yang berbahan susu seperti Pindy Permen Susu.
Setidaknya, kandungan susu di dalamnya akan menambah segi positifnya, iya khan?


• Permen Susu dan Isu Zat Negative


Beberapa waktu lalu santer diberitakan dan dishare secara massal di media sosial tentang isu adanya kandungan zat addictive dalam permen susu Pindy, dan mungkin beberapa jenis jajanan lainnya.

Bunda, sebagai orang tua disinilah peranan kita dalam memilih dan menyikapi hal-hal yang menyangkut anak kita.
Sebagai ibu yang melek media, sebaiknya kita jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang belum tentu kebenarannya, apalagi ikutan nge-share sebelum tau kejelasan beritanya.
Karena jika berita itu tidak benar, bukankah itu akan menjadi fitnah yang kita turut andil di dalamnya?

Sebagai ibu yang Alhamdulillah rada melek media juga, saya selalu browsing dan mencari kebenaran tentang berita terkait. Hasilnya, Pindy Permen Susu telah dinyatakan tidak mengandung zat berbahaya oleh pihak BPOM sebagaimana isu negative yang beredar ya Bunda.

Lebih jelasnya silahkan cek klarifikasi dari BPOM nya disini.

Untuk informasi lebih lanjut seputar Pindy Permen Susu, silahkan follow akun Instagram @permenpindy_id.


Varian rasa permen susu pindy
Varian rasa permen susu Pindy


Gimana Bunda, masih bingung memilih jajanan buat si kecil?
Semoga tulisan ini bermanfaat ya Bunda, tetap semangat, tetap bijaksana dan jangan lupa bahagia!



- mak icik -


2

Top Search

New Entry

design by Helplogger

Related post

Author



Saya bukan good writer, juga bukan good blogger, apalagi baking master,,, saya hanya emak-emak berdaster yang sering lupa kalo umurnya udah tua dan anaknya udah dua
(^。^) 

Yuk kenalan disini






"Berbagi-lah hal yang bermanfaat untuk orang lain meski itu kecil, Insya Allah akan memberi manfaat lebih untuk mu meski itu kelak"

- Sera Wicaksono -

Community