Menu

Bahan kue tambahan yang wajib dipahami  pemula
Source: internet.


Bahan Kue Tambahan



Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh,

Saya itu selalu bingung ya tiap mau ngawalin nulis blog. Biar kata ujung-ujungnya isinya juga cuman resep, tapi tetep aja kan, lebih sopan kalau ucapin salam dulu, abis itu salim pakai kata pembuka sedikit.
Eh tapi bukan kata sambutan lho ya, nanti dikira pak camat lagi rapat.

Saking bingungnya tadi ini mau ngawalin pake kalimat pembuka apa, saya sampe Google-ing dulu lho! #pokjidat

Percaya gak?

Percaya sih pasti ya, Blogger amatiran ini _(._.)_

Tapi Alhamdulillah sudah cukup tercerahkan meski cuman secercah sinar mentari, ish apaan sih ini mak?

Well, semoga pembukanya gak basi ya. Kita lanjutin bahas tentang bahan dasar kue, yuk!


BACA JUGA: Mengenal Bahan Dasar Kue bagi Pemula (part 2)



Kalau sebelumnya sudah saya bahas tentang bahan dasar kue, sekarang kita bahas tentang bahan kue tambahan ya Mamisay.

Bahan tambahan ini adalah bahan yang dapat membantu membuat kue lebih enak, empuk, mengembang bagus, dan lain sebagainya.


Cake emulsifier
Source: tokopedia

1. Cake Emulsifier

Mamisay mungkin sering baca resep yang mencantumkan bahan yang namanya Ovalet atau SP atau TBM, atau hanya ditulis emulsifier. Sesungguhnya Ovalet, SP dan TBM adalah sama-sama Emulsifier ya mamisay.

Lalu apakah itu emulsifier?

Emulsifier atau pengemulsi menurut wikipedia adalah bahan/zat untuk membantu menjaga kestabilan emulsi minyak dan air.
Jadi cake emulsifier berfungsi sebagai penyatu bahan kue yang bertentangan seperti minyak dan air, serta menstabilkan adonan yang telah tercampur baik tersebut.

Selain itu, cake emulsifier juga berfungsi sebagai pelembut dan pengembang. Ini dikarenakan, pada saat proses emulsifikasi, emulsifier menarik udara sebanyak-banyaknya sehingga menaikkan volume adonan.
Dan saat adonan tercampur dengan baik (homogen) maka akan menghasilkan pori-pori kue yang halus, sehingga membuat kue terasa lembut.

Kuning telur merupakan salah satu emulsifier alami. Penggunaan kuning telur juga dapat melembutkan serta memperhalus pori cake. Kelebihan penggunaan kuning telur ini, kue yang dihasilkan akan lebih gurih dibanding dengan menggunakan emulsifier buatan.

Namun, tahukah mamisay? Kita butuh tiga kuning telur untuk mengemulsi satu telur utuh dengan baik. Hmm, kebayang khan berapa jumlah telur yang akan kita butuhkan, jika satu resep cake tersebut menggunakan tujuh telur utuh? Hehe...

Tentu saja hal ini membuat penggunaan kuning telur sebagai pengemulsi menjadi kurang diminati. Selain tentu saja karena harga telur yang lebih mahal, kuning telur juga memiliki kandungan lemak dan kolesterol yang cukup tinggi, tentunya bukan pilihan yang tepat buat yang sedang diet, khan?

Merk cake emulsifier yang umum dipasaran, antara lain: Ovalet, SP, TBM, Sponge-28, Quick-75 dll. Atau juga beberapa telah di re-pack dengan brand lain dengan kemasan yang lebih ekonomis.


Baking Powder double acting
Source: Sally baking addiction

2. Baking Powder

Baking Powder merupakan pengembang kue (leavening agent), yaitu campuran antara sodium bikarbonat, sodium aluminium fosfat, dan monokalsium fosfat. Dimana zat-zat tersebut akan membentuk karbondioksida saat bertemu dengan air.

Selain meningkatkan volume kue, baking powder juga dapat memperingan adonan sehingga menghasilkan kue yang lembut.

Untuk hasil maksimal, sebaiknya gunakan Baking Powder double acting. Dimana, baking powder ini bekerja sesaat setelah bertemu zat yang mengandung air dan juga bekerja saat adonan dipanaskan.

Contoh merek dipasaran: Hercules, koepoe, R&W dll.

3. Baking Soda

"Baking soda sama gak sih sama baking powder?"

Pernah gak mamisay bertanya-tanya demikian? Saya sih pernah. Hehe.

Baking soda dan Baking Powder sama-sama pengembang kue, bentuknya pun serupa, yaitu serbuk berwarna putih.

Jika Baking Powder adalah sodium bikarbonat yang telah ditambahkan zat asam. Maka Baking Soda, yang juga merupakan bahan utama pembuat Baking Powder, hanya mengandung sodium bikarbonat saja.

Oleh karenanya, penggunaan Baking Soda akan bekerja dengan baik jika dalam adonan tersebut mengandung bahan asam seperti susu, yogurt, coklat, telur, dan lainnya.

Jadi sebaiknya diperhatikan ya mamisay, jika dalam resep yang dibuat sudah mengandung asam, sebaiknya gunakan Baking soda agar kue dapat mengembang maksimal.
Sebaliknya, jika dalam resep tersebut tidak menggunakan bahan yang mengandung asam, sebaiknya gunakan Baking Powder saja, karena baking soda tanpa adanya zat asam akan terasa pahit.

Namun beberapa resep ada yang menggabungkan kedua bahan tersebut. Ini mungkin dikarenakan bahan yang mengandung asam hanya sedikit.


Ragi instan
Ragi instan, Source: bogasari.com

4. Ragi Instan

Ragi instan adalah salah satu pengembang yang sering dipakai dalam pembuatan roti dan donat. Disebut ragi instan, karena penggunaan ragi jenis ini cukup dicampurkan langsung dengan bahan lainnya, dan ragi pun akan segera bekerja.

Ragi memiliki aroma yang khas, yang biasa terdapat pada adonan roti dan donat, atau pada adonan jenis kneed dough atau adonan ulen.

Sebaiknya ragi instan ini segera digunakan saat kemasan dibuka atau maksimal dalam 2 x 24 jam, ya mamisay. Namun jika terpaksa harus menyimpannya, tutup rapat ragi dalam kemasan kedap udara dan simpan di pintu lemari pendingin.

Sebelum menggunakannya, sebaiknya cek terlebih dahulu daya kerjanya dengan mencampurkan ragi instan dengan 1 sdm gula dan air hangat suam kuku.
Jika setelah lima menit menghasilkan busa, maka ragi masih dapat bekerja aktif. Namun, jika tidak menghasilkan busa, sebaiknya gunakan ragi yang baru agar tidak membuang bahan dan tenaga.

Merek ragi instan yang umum di pasaran, antara lain: Fermipan, SAF instant, mauri-pan, angel, dll.


5. Pasta, Pewarna dan Essence

Pasta dan essence dalam bahan pembuatan kue adalah penambah aroma atau perasa pada kue yang akan dibuat tersebut.

Perasa dalam bentuk pasta biasanya sudah mengandung pewarna dengan tekstur yang lebih kental atau liquid.
Sedangkan dalam bentuk essence, biasanya berbentuk cairan dan tanpa pewarna. Penggunaan essence ini pun lebih sedikit jika dibandingkan dengan penggunaan perasa jenis pasta.

Sedangkan pewarna makanan/kue biasanya berbentuk lebih encer dibandingkan pasta, namun tidak mengandung aroma atau perasa apapun.

Merek yang umum antara lain: golden brown, red bell, toffieco, L'arome, koepoe-koepoe, hakiki, dll.

6. Susu dan Buttermilk

Selain bahan pengembang, susu juga merupakan bahan tambahan kue yang paling sering digunakan.

Selain penambah gizi, pemberi aroma dan rasa wangi gurih yang khas, laktosa dan kasein pada susu merupakan pembentuk kerak atau kulit cake yang cantik kecoklatan.

Susu bertindak sebagai penguat gluten pada tepung, sehingga membantu memperbaiki struktur roti yang dihasilkan. Sifatnya yang toleran terhadap ragi, juga membuat adonan lebih mengembang.

Terdapat beberapa jenis susu, antara lain:

• Susu Bubuk

Susu bubuk terbuat dari susu yang diuapkan hingga seluruh cairan menguap, sehingga meninggalkan bagian serbuk saja.

Susu bubuk ini terbagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu Full cream, half cream (low fat), skim dan whey yang merupakan sisa terakhir dari pembuatan susu bubuk.


Susu cair
Source: Jogjasusu.blogspot.com



• Susu Cair

Susu cair adalah susu yang masih berbentuk cair atau bentuk asli susu. Biasanya susu cair ini diproses dengan cara pasteurisasi yaitu proses sterilisasi dengan pemanasan untuk menghilangkan bakteri yang terkandung pada susu saat proses pemerahan.

Beberapa susu cair dalam kemasan umumnya sudah disterilisasi dengan proses UHT atau ultra high temperature.
Konon, proses UHT ini adalah proses sterilisasi yang paling bagus dikarenakan nutrisi dalam susu masih terjaga dengan baik dibandingkan dengan sterilisasi dengan cara konvensional atau merebusnya.


• Susu Kental

Susu kental atau sering disebut susu kental manis ini diproses dengan menghilangkan sebagian cairan dalam susu hingga memiliki tekstur kental.

Kemudian ditambahkan gula sebagai pemanis, sehingga disebut juga susu kental manis (condensed milk). Selain pemanis, Gula juga berfungsi sebagai bahan pengawet alami.

Ada juga susu kental yang berjenis evaporate, ini adalah susu kental tanpa kandungan gula.

Merek susu kental dipasaran antara lain: carnation, Frisian flag, indomilk, dll.

Susu kental manis dan susu evaporasi
Source: finecooking.com


• Buttermilk

Buttermilk merupakan hasil sampingan dari proses pembuatan mentega. Sisa dari krim susu yang difermentasi ini tentu saja memiliki rasa asam dari proses fermentasi tersebut.

Buttermilk ini memiliki tekstur lebih kental daripada susu dan menyerupai yogurt.

Meski buttermilk merupakan hasil sampingan, tapi harga buttermilk ini cukup mahal ya mamisay.
Eits, donwori karna bisa disubtitusi dengan mencampurkan susu cair dengan cuka atau air lemon, dengan perbandingan:

- 1 cup susu cair (pasteurized)
- 1 sdt cuka atau air lemon

Caranya: campurkan bahan dan aduk rata. Diamkan minimal 10 menitan hingga susu mengental. Siap digunakan dalam adonan resep kesayangan mamisay.


Ps: Karena ini hanya bersifat pemeran pengganti, tentu saja tidak bisa sama persis ya dengan buttermilk yang asli.


Whipped Cream cair
Source: Tokopedia.com

7. Whipped Cream

Whipped Cream atau krim kocok adalah krim yang terbuat dari lemak susu dan krim.
Whipped Cream ini dijual dalam bentuk cair dan bubuk, ada juga whipping cream yang siap pakai yang dijual dalam kemasan kaleng dan siap digunakan.

Namun yang umum ada di pasaran adalah dalam bentuk cair dan bubuk. Tambahkan air es sesuai petunjuk, dan mixer hingga membentuk krim ringan seperti buttercream.




Coklat untuk bahan kue
Photo by Sera Wicaksono

8. Cokelat

Siapa sih yang gak kenal coklat? Dari anak kecil sampai yang ngerasa masih kecil aja, pasti suka sama coklat. Kecuali nenek sama mami saya, mereka anti sama coklat, hewww lah *pokjidat*

Coklat merupakan hasil olahan dari biji kakao. Tumbuhan yang berbentuk pohon ini termasuk dalam golongan pohon tahunan.
Dari biji kakao yang telah dikeringkan tersebut diolah menjadi bubuk coklat, dan kemudian diolah menjadi berbagai varian coklat lainnya.

Sebagai salah satu bahan pembuatan kue, coklat ini sangat populer, terlebih lagi segala yang "kekinian" mengandung coklat.


Coklat bubuk
Coklat Bubuk, photo credit: Sera Wicaksono

• Coklat bubuk

Coklat bubuk adalah jenis coklat yang paling sering kita temui dalam resep pembuatan kue. Bentuknya bubuk halus seperti tepung dan sangat ringan.

Warna coklat bubuk ini bervariasi, mengikuti jenis komoditi biji kakao yang digunakan. Mulai bubuk coklat dengan warna coklat muda, tua, kemerahan hingga kehitaman.

Aroma dan rasa coklat yang dihasilkan pun berbeda untuk setiap komoditi atau merek yang membranding-nya di pasaran.
Umumnya, coklat bubuk import memiliki aroma dan rasa yang lebih kuat, namun merek-merek dari komoditi lokal pun ada yang tak kalah enak.

Bubuk coklat yang berkualitas bagus biasanya berwarna coklat tua kearah pekat. Memiliki aroma coklat yang kuat dan tidak terasa getir pahit meski penggunaan yang relatif banyak.

Sebaliknya, jika coklat bubuk tersebut berwarna pucat, dan apabila ditambahkan penggunaannya terasa getir, sebaiknya hindari penggunaannya, karena hanya akan mengganggu rasa kue yang dihasilkan.
Kecuali jika diimbangi dengan penambahan coklat compound yang berkualitas, maka kekurangan tersebut bisa tertutupi.

Beberapa merk coklat bubuk yang dipercaya berkualitas bagus oleh para pesohor di bidang perkuean, antara lain: Bensdrop, Bendico dan Tulip. Merek lainnya saya kurang paham dan belum pernah mencoba.


Coklat compound atau coklat batangan, biasa disebut dark cooking chocolate (DCC)
DCC / coklat compound, credit: Serawicaksono

• Coklat batangan

Coklat batangan atau coklat compound, sering disebut juga dengan Dark Cooking Chocolate (DCC).
Coklat batangan ini bervariasi, mulai dari yang Dark (pekat) hingga yang Milk Coklat atau dicampur susu.

Menurut penggunaannya pun ada yang untuk dicampur sebagai bahan kue, atau sebagai decorating cake.

Kini, banyak coklat batangan dengan aneka rasa seperti stroberi, jeruk, green tea dan lain sebagainya.
Coklat dengan varian rasa ini seperti halnya pada coklat putih (white chocolate) yang sesungguhnya terbuat dari gula dan susu bubuk yang dicampur dengan lemak kakao (cocoa butter).
Pada coklat batang dengan varian rasa tentu saja diberi tambahan perasa dan warna.

Saya kutip dari detik.food.com, Coklat batangan terbagi menjadi dua jenis juga berdasarkan kandungannya, Compound terbuat dari campuran cocoa powder dan lemak nabati.
Sedangkan jenis Couverture adalah jenis coklat batang yang diolah dari cocoa mass dan cocoa butter, that's why coklat jenis ini terbilang mahal.

Dalam perlakuannya pun, coklat Couverture lebih rumit dibanding jenis Compound. Kandungan cocoa butter membuat coklat Couverture lebih mudah meleleh, dan untuk mendapatkan hasil yang sempurna memerlukan mesin khusus saat proses tempering, sehingga coklat jenis ini seringnya hanya digunakan oleh bakery besar.

Sebaliknya, coklat compound yang tidak mengandung cocoa butter lebih tahan dengan suhu ruang. Proses pengolahannya pun tidak memerlukan mesin khusus, cukup di-tim dan coklat pun siap digunakan.
Sehingga coklat compound lebih populer digunakan dalam pembuatan kue skala rumah tangga.


9. Keju

Selain coklat, keju juga merupakan bahan yang sering digandeng dalam perkara  "kekinian".

Keju adalah sebuah makanan yang dihasilkan dengan memisahkan zat-zat padat dalam susu melalui proses pengentalan atau koagulasi. Proses pengentalan ini dilakukan dengan bantuan bakteri atau enzim tertentu yang disebut rennet. (Wikipedia)

Terdapat banyak jenis keju di luar negri sana yang notabene sebagai penemu dan penghasil keju, tapi di Indonesia hanya beberapa jenis keju saja yang umum dipasaran, antara lain: Cheddar, Permesan, Mozzarella, dan Edam.

Keju cheddar merupakan jenis keju yang paling banyak dijual mulai dari supermarket hingga di pasar traditional dengan berbagai macam merek dan harga, seperti Kraft, Prochiz, Cheesy, Diamond, dan masih banyak lagi.
Keju jenis ini banyak digunakan sebagai campuran bahan kue dan juga topping.

Keju cheddar berasal dari Inggris dan tergolong dalam jenis keju keras (sebenernya). Namun di Indonesia keju cheddar yang beredar merupakan cheddar yang masih muda.
Karena aslinya, semakin lama usia keju cheddar ini akan berwarna kuning tua dan keras.

Keju edam untuk kaasstangel
Keju Edam, Source: food.detik.com

Selain keju cheddar, keju edam merupakan jenis keju yang juga sering digunakan dalam pembuatan kue, khususnya kue kering seperti kaasstangel.
Keju edam ini berasal dari Belanda dan merupakan keju paling rendah lemak karena terbuat dari susu skim atau low fat.

Keju lainnya yang juga populer adalah keju Permesan. Keju ini merupakan jenis keju keras yang berasal dari Italy. Seringnya digunakan sebagai taburan pada Spaghetti dan jenis hidangan pasta sejenis. Umumnya keju permesan dijual dalam bentuk bubuk keju.

Dan yang terakhir yang tak kalah populer juga adalah keju mozzarella. Tau dong ya keju mozzarella? Keju melted yang biasanya digunakan untuk topping Pizza dan Lasagna ini berasal dari Italy.
Rasanya lembut dan creamy. Namun jenis keju ini sebaiknya dinikmati selagi panas, ya mamisay, karena jika sudah dingin si keju akan kembali mengeras.


10. Aneka Topping

Bahan tambahan kue terakhir yang akan kita bahas adalah "Topping" atau kadang juga digunakan sebagai campuran agar menghasilkan cita rasa kue yang semakin enak.

Topping dan campuran kue ini beragam, seperti dari kacang-kacangan, misalnya: Almond, Kenari, Mete dan juga kacang tanah.
Kismis, prune, apricot dan kurma tergolong dalam jenis buah kering.
 Namun banyak juga jenis buah-buahan lainnya yang dijual dalam bentuk kering untuk campuran bahan kue seperti fruitcake.



Prunes, Source: Foodstree.com

Jenis topping dari bahan coklat antara lain: Meses, chocochips, chocoballs dan masih banyak lagi.


Chocochips
Chocochips, credit: serawicaksono

Hmm well, gimana mamisay sudah punya gambaran khan tentang bahan kue tambahan yang akan mamisay gunakan?
Karena si adek cantik sudah rewel minta diperhatiin, saya akhiri dulu ya pembahasan kali ini.

Terima kasih sudah membaca sampai akhir, semoga bermanfaat. Jangan lupa subscribed untuk dapetin info dan resep terbaru dari cacatan mak icik, dan jangan lupa juga silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar. (^。^)
- Mak Icik -

0

Karipap pusing aka curry puff singapore

Karipap Pusing a.k.a Spiral Curry Puff


Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh...

Karipap Pusing atau yang populernya disebut Spiral Curry Puff ala Singapore ini sebenernya masih satu almamater sama Pastel kita di Indonesia, lho.

Nama Karipap merujuk pada jajanan atau kue yang diberi isian kentang dan daging ayam dengan rasa Kari khas India.
Sedangkan "pusing" dalam bahasa melayu yang dapat berarti melingkar atau lingkaran ditujukan untuk bentuk kulit kue ini yang berlapis-lapis secara memutar.

Menurut Wikipedia, Curry Puff Singapore ini lebih dipengaruhi English style crust pada kulitnya yang flaky, dan perpaduan isian yang dipengaruhi dari India dengan rasa Kari-nya.

Kalo Pastel Indonesia, dipengaruhi sama siapa ya?
.
.

Karipap Pusing Singapore
Karipap Pusing

===Resep Karipap Pusing===

*Untuk 50-60 buah

BAHAN:

Filling:
  • 500 gram Kentang
  • 3 buah Wortel
  • 250 gram fillet daging ayam
  • 1 buah bawang bombay, cincang
  • 3 siung bawang putih, cincang
  • 1 sachet bumbu Curry / Kari siap pakai
  • Gula, garam dan merica bubuk secukupnya
Bahan Kulit:
Bahan A
  • 250 gram tepung terigu serbaguna
  • 100 gram mentega putih / korsvet
  • 50 gram margarin
Bahan B
  • 750 gram tepung terigu serbaguna
  • 50 gram margarin
  • 1 sdt garam
  • 300 ml air (boleh ditambah hingga 20 ml jika kurang)

CARA MEMBUAT:

  1. Filling: potong dadu kecil kentang, wortel dan ayam. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum. Masukkan bahan filling lainnya dan tambahkan air. Masak hingga semua bahan empuk dan air kesap. Sisihkan.
  2. Campur bahan A, uleni hingga menjadi adonan. Bagi menjadi beberapa bagian sama besar (4-8 bagain).
  3. Campur bahan B, uleni hingga menjadi adonan. Bagi menjadi beberapa bagian sejumlah adonan bahan A.
  4. Pipihkan 1 bagian adonan bahan B, letakkan 1 bagian adonan bahan A di tengah adonan B, lalu tutup dan membentuk bulatan. Lakukan hingga semua adonan habis. (Cek di gambar)
  5. Gilas 1 bagian memanjang. Lipat atau gulung memanjang, kemudian gilas kembali hingga pipih. Lalu gulung kembali. Lakukan hingga adonan habis. (Cek di gambar)
  6. Potong masing-masing gulungan (5 / 6 potong) menyesuaikan ukuran yang diinginkan. (Cek di gambar)
  7. Gilas masing-masing potongan hingga tipis dan rata. *Ketebalan sesuai selera aja ya. Beri bahan filling dan lipat seperti membuat pastel. Lakukan hingga habis.
  8. Goreng dengan minyak panas dan api sedang agak kecil, hingga matang kecoklatan. Tiriskan.

Step 2-5

Step 5-6

Step 7

Karipap pusing
Isian Karipap pusinh


Kelihatannya ribet ya? Padahal enggak lho! 
Cobain deh, pasti ketagihan. (^o^)

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat ya. Jangan lupa komen dan subscribed buat update resep selanjutnya.


- Mak Icik -

2

Resep ayam panggang ala pak sahak pribadi
Ayam Panggang ala Pak Sahak


Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh

Olahan daging ayam memang selalu jadi menu andalan sehari-hari, yakhan? Apalagi kalau ada anggota keluarga yang gak suka makan ikan, kayak anak saya.

Saya ini sampe nggak tau lagi gimana caranya supaya si kakak, anak saya yang pertama, ini mau makan ikan. Kadang sih mau ya, kadang, kadangnya itu lho yang nunggu angin sepoi-sepoi lewat.

Jadi mau gak mau ya, telor lagi, ayam lagi, tempe lagi, haha. Kalo tempe sih lahap dia, apalagi kalo dipenyet sama sambel, ewwwh emaknya juga lupa sama timbangan kalo kayak gitu mah. Ssttt.

Nah, buat bunda-bunda yang selalu drama kayak saya. Pagi-pagi belanja daging ayam tapi always bingung mau dimasak apa. Cobain deh resep ayam panggang Pak Sahak Pribadi ini. Simple tapi endeus tralala. (^o^)


=== Resep Ayam Panggang ala Pak Sahak ===


BAHAN:

  • 500 gram daging ayam
  • 1 buah jeruk nipis
  • 5-6 sdm kecap manis
  • 1 sdm gula merah, disisir
  • 1 sdt merica bubuk
  • 4 lembar daun salam
  • 4 lembar daun jeruk
  • 250 ml air
  • 2 buah jeruk limau
  • Secukupnya garam
Bumbu halus:
  • 6 buah bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 6 butir kemiri
  • 1 ruas ibu jari jahe

CARA MEMBUAT:

  1. Lumuri daging ayam dengan air jeruk nipis. Diamkan sebentar.
  2. Bilas ayam dan tiriskan.
  3. Marinase ayam dengan bumbu halus, gula merah, kecap manis, lada serta garam. Diamkan sebentar.
  4. Rebus daun salam dan daun jeruk. Setelah mendidih, masukkan ayam beserta bumbunya. 
  5. Masak hingga air habis dan bumbu meresap. Tes rasa dan tes keempukan. Jika dirasa masih kurang empuk boleh ditambah air dan masak lagi hingga empuk.
  6. Matikan api dan perciki ayam dengan air jeruk limau. Aduk rata.
  7. Panggang diatas bara / menggunakan panggangan teflon. Atau dioven dengan suhu kurang lebih 180-200°C hingga harum. (suhu oven menyesuaikan masing-masing).

Resep ayam panggang ala pak sahak


Selamat mencoba (^。^)



- Mak Icik -

0


Mengenal Bahan Dasar Kue bagi Pemula 

(part 2)


Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh

Postingan sebelumnya sudah kita bahas tentang macam-macam tepung dan juga karakteristiknya, ya. Pada postingan kali ini, sesuai janji saya senin kemaren, kita akan bahas bahan dasar kue yang berikutnya.

Pada postingan ini pun, saya masih mengkhususkan untuk pemula, karena saya juga pemula. (^^)v

Bahan dasar kue
Telur Ayam Negri

• Telur (Egg)

Bahan dasar kue yang berikutnya adalah telur. Telur yang umum kita gunakan adalah telur ayam tentunya, meski ada juga yang menggunakan telur bebek. 

1. Telur Ayam

Telur ayam sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, seperti telur ayam kampung, telur ayam negri / ras, telur ayam yang mengandung omega-3, telur ayam organik, dan telur ayam vegetarian.

Secara umum, telur ayam ras menjadi pilihan utama karena harga yang relatif lebih rendah dibanding jenis telur ayam lainnya. Telur ayam ras juga memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan telur ayam kampung yang cenderung berukuran kecil.

Karena telur berfungsi sebagai pengemulsi dan pengembang alami pada kue, jadi sebaiknya perhatikan dengan benar keterangan pada resep. 
Jika pada resep menyebutkan telur berukuran besar, sebaiknya gunakan juga telur ukuran besar.
Karena hal ini akan mempengaruhi volume hasil kue nantinya. Namun jika tidak ada keterangan, boleh menggunakan telur berukuran sedang.

Selain telur ayam kampung dan telur ayam ras, ada juga telur ayam omega-3, telur ini dihasilkan dari ayam yang diberi makanan tinggi omega seperti sarden dan salmon. *Wew banget khan ayam makan salmon? Kalah eike cyin (^o^)

Kandungan omega-3 yang tinggi ini membuat kuning telurnya bewarna lebih orange, konon paling cantik hasilnya buat egg-wash alias olesan kuning telur pada roti atau kue kering.
Tapiiii, dari segi harga tentulah lebih mahal ya Mom, jadi kalau berencana bikin kue yang irit, telur ini kurang sesuai dengan kalimat irit.

2. Telur Bebek / itik

Pada beberapa resep kue ada juga kue yang menggunakan telur itik atau bebek. Menurut hemat saya, kue yang menggunakan telur bebek ini pastilah memiliki rasa yang sangat gurih dan legit, mengingat rasa telur bebek memang lebih gurih. Tetapi juga memiliki aroma yang lebih amis daripada telur ayam.

Telur bebek juga memiliki ukuran yang lebih besar dibanding telur ayam. Kandungan nutrisi pada telur bebek ini pun 2x lipat dari telur ayam. Begitu juga kandungan albumin pada telur bebek juga lebih tinggi, sehingga sangat pulen untuk kue.

Meski demikian, telur bebek juga memiliki nilai minus  lho! yaitu kandungan kolesterolnya yang juga 2x lipat.
Jadi, buat yang tingkat kolesterolnya sudah pada titik agak mengkhawatirkan, sebaiknya kurangi atau bahkan hindari konsumsi makanan yang mengandung telur bebek *ini saya banget sih, zzzz (._.)


Bahan dasar kue
Gula Pasir butiran kecil

• Gula (Sugar)

Gula berfungsi sebagai pemberi rasa manis pada kue, tentu saja karena gula memang rasanya manis.
Tapi selain itu, gula juga memiliki fungsi lain lho, diantaranya adalah sebagai pengawet alami.

Dalam pembuatan kue, gula mampu menarik udara ke dalam adonan yang akan membuat tampilan cake lebih mengembang dan lembut.
Selain itu, gula juga berfungsi sebagai pembentuk kulit atau kerak kecoklatan pada cake yang dipanggang melalui proses karamelisasinya.

Pada roti atau kue yang menggunakan ragi, gula berfungsi sebagai sumber energi pada ragi. Karena gula merupakan makanan bagi bakteri yang ada pada ragi.

Dalam resep kue, beberapa ada yang menggunakan gula pasir, gula halus dan ada juga yang menggunakan gula castor, apa sih perbedaannya?

1. Gula Pasir (granulated sugar)

Gula pasir adalah gula yang umum kita gunakan sehari-hari, sebagai pemanis pada minuman atau sebagai seasoning pada makanan.

Gula pasir lokal atau bulog memiliki butiran lebih kasar dengan warna agak kuning hingga kecoklatan.

Pada resep kue, gula pasir ini sering digunakan dalam resep cookies. Butiran kasar pada gula akan membuat cookies berongga dan renyah. Terkadang gula pasir juga digunakan sebagai taburan pada cookies, kue kering atau pastry, karena gula jenis ini tidak meleleh saat proses pemanggangan.

2. Gula Kastor (Caster Sugar)

Secara sekilas, gula Kastor mirip dengan gula pasir, yaitu berbutir. Namun pada gula Kastor memiliki butiran yang lebih kecil/halus dan berwarna lebih putih.

Dari segi harga, setahu saya gula Kastor ini lebih mahal dari gula pasir bahkan gula pasir kemasan dengan merek. Tapi, gula Kastor ini bisa diganti dengan gula  pasir yang memiliki butiran lebih halus dan berwarna putih. Biasanya sih gula pasir import ya.

Gula Kastor ini sering digunakan pada resep cake, butirannya yang lebih halus akan mudah larut saat proses pengocokan adonan yaitu gula dan telur.

3. Gula Halus (Confection Sugar)

Selain gula Kastor, gula halus juga sering digunakan dalam pembuatan cake. Bentuknya yang halus akan lebih mudah larut dalam adonan.

Penggunaan gula halus pada adonan cake akan membuat cake yang dihasilkan lebih berpori halus.
Begitu juga penggunaannya pada kue kering, gula halus akan memberikan efek lumer pada kue kering seperti nastar dan putri salju.

Akan tetapi gula halus kurang cocok digunakan pada adonan cookies, karena bentuknya yang halus kurang memberikan efek rongga dan tekstur yang renyah.

Gula halus bisa kita beli dipasaran dengan berbagai merek, atau kitabbisa membuatnya sendiri dengan cara memblender gula pasir hingga halus.

4. Gula Tepung (Icing Sugar)

Dulu saya mengira gula tepung, gula halus dan gula icing itu sama. Karena bentuknya sama-sama halus seperti tepung.
Tapiiii, setelah saya baca penjelasan dari mba Yuvita Chang, ternyata ada sedikit perbedaan lho!

Gula halus memang halus "seperti" tepung, namun masih memiliki sensasi kasar saat kita memegangnya dengan menggesekkan dua ujung jari. Selain itu, gula halus juga beresiko menggumpal dan keras dalam masa penyimpanan yang cukup lama.

Sedangkan gula tepung atau icing sugar, adalah tepung gula yang sangat halus sehingga tidak ada sensasi kasar seperti halnya pada gula halus.
Icing sugar ini juga tidak beresiko menggumpal atau mengeras seperti pada gula halus, karena pada icing sugar biasanya sudah ditambahkan bahan anti gumpal di dalamnya.

Gula tepung atau gula icing ini sering digunakan sebagai bahan Icing pada kue, makanya disebut Icing Sugar. Gula ini juga sering dipakai untuk bahan pembuatan Buttercream dan juga taburan pada kue.

Akan tetapi sebaiknya hindari penggunaannya untuk membuat Cake karena icing sugar ini biasanya mengandung bahan anti gumpal, yang dikhawatirkan akan mempengaruhi bahan lainnya.
Sebaliknya, jika pada resep tersebut diharuskan menggunakan icing sugar, maka hal itu akan berlaku sesuai resep. Seperti contohnya pada resep Opera Cake.

5. Gula Donat/mint

Gula donat atau gula mint pada dasarnya adalah gula tepung yang ditambahkan perasa mint atau sensasi sejuk di dalamnya.

Gula mint sering kita jumpai penggunaannya pada taburan donat, itu juga kenapa disebut dengan gula donat.
Penggunaan lainnya untuk gula ini adalah sebagai taburan pada kue putri salju, churros dll.

6. Brown Sugar

Sering kita temui penggunaan brown sugar ini pada resep banana bread atau banana cake. Lalu apa sih sebenernya brown sugar itu?

Brown sugar adalah gula pasir yang diproses bersamaan dengan Molasses, yaitu sirup karamel hasil sampingan dari proses pembuatan gula pasir.

Eh, padahal dulu saya kiranya brown sugar itu gula merah atau gula jawa, lho! Hohoho *plak*

7. Gula Aren dan Gula Kelapa (Palm Sugar/Palm Zuiker)

Gula aren dan gula kelapa sering kita sebut sama, yaitu gula merah. Kadang ada yang menyebutnya gula Jawa. Padahal ya, kalau di Bali gula merah ini disebut gula Bali, nah lho.

Gula merah ini terbuat dari endapan nira mayang/bunga jantan keluarga palem-paleman seperti Aren, Kelapa dan Siwalan. Itu sebabnya disebut Palm Sugar atau Gula palem.

Gula palem ini umumnya berbentuk setengah batok atau kadang juga mirip sarang semut. Itu kenapa juga sering disebut demikian. Meskipun namanya gula merah, tapi gula ini berwarna coklat, mulai dari coklat muda hingga coklat pekat dan kehitaman.

Menurut literatur yang pernah saya baca, gula palem asli memiliki tekstur rapuh dan terdapat kilauan seperti kristal.

Shortening
Lemak (fat / shortening)

• Lemak (Fat / Shortening)

Lemak disini yang dimaksud bukan lemak tubuh yang bergelayut seperti di perut saya ya, bukan, bukan yang itu, hehe.

Lemak disini yang dimaksud adalah olahan lemak susu ataupun olahan lemak yang dihasilkan dari bahan nabati.

Lemak dalam pembuatan kue berfungsi sebagai pengempuk, pelembab, menambah aroma khas pada kue dan juga dapat membantu memperbaiki tekstur kue atau roti.

Lemak dibagi dalam beberapa jenis sesuai dengan hasil akhir pada kue yang ingin kita buat.
Berikut beberapa diantaranya dan penjelasan singkatnya. Pada postingan terdahulu, saya pernah membahas beberapa dari lemak ini, cek di bawah ini ya.


BACA JUGA: Sama-kah Margarin, Mentega dan Butter?


1. Mentega (Butter)

Mentega atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai Butter ini berbahan dasar susu. Secara umum susu yang digunakan adalah susu sapi, namun beberapa juga bisa terbuat dari susu kambing, domba atau mungkin hewan lainnya.

Cake yang menggunakan butter atau mentega memiliki remah yang lebih banyak daripada cake yang menggunakan margarin yang memiliki tekstur lebih kokoh.
Namun, penggunaan butter pada cake akan membuat cake lebih lentur dan lembut meskipun cake sudah dingin atau sudah menginap, sedangkan cake dengan margarin akan cenderung lebih keras saat cake sudah dingin.

Butter atau mentega ini terbagi menjadi dua tipe, asin (salted) dan tawar (unsalted). 

Di pasaran Indonesia, mentega dalam kemasan kaleng sering disebut juga dengan Roombutter, karena dalam kemasan kaleng kedap udara tentu saja kemasan mentega ini tahan berada dalam suhu ruang. Sekalipun meleleh tidak akan tumpah khan tentunya?

Beberapa  merek yang ada di Indonesia antara lain: Golden Churn, Triangle, Orchid, Anchor dan Wjsman.

Mentega yang dikemas dengan kertas berlapis aluminum harus disimpan dalam suhu lebih dingin karena mentega mudah sekali meleleh. Karena kemasan yang mudah dibuka ini tentu saja mentega akan belepotan ya kalau dalam tekstur yang leleh.
Beberapa merek diantaranya adalah Elle & Vire, Anchor dan Orchid. Biasanya mentega dalam kemasan ini ada yang salted dan unsalted, jadi periksa lebih dahulu saat membeli ya. (^o^)

2. Margarin (Margarine)

Margarin umumnya terbuat dari lemak nabati seperti halnya minyak goreng. Dengan proses hydrogenasi dan emulsifikasi, lemak tersebut akan menghasilkan padatan yang disebut margarin. 

Apakah margarin bisa menggantikan mentega?
Tentu saja! Karena fungsi margarin dan mentega adalah sama, yaitu bertindak sebagai lemak. 
Akan tetapi, dari segi tekstur dan aroma cake yang dihasilkan tentu saja berbeda antara cake yang berbahan full mentega, full margarin atau campiran kedua bahan.

Margarin memiliki titik didih yang lebih tinggi dari mentega, itu sebabnya margarin stabil dalam penyimpanan suhu ruangan. Hal inilah yang membuat Cake berbahan margarin terasa lebih padat dan keras dibanding cake berbahan mentega setelah kue dingin.

Itu sebabnya beberapa resep yang kita temui kadang menggunakan campuran antara mentega dan margarin. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan tekstur kue yang kokoh dari penambahan margarin, lembut dan beraroma wangi dari penambahan mentega.

Margarin atau Margarine ini sering juga disebut dengan vegetable shortening
Beberapa merek di pasaran lokal antara lain: Blueband, Palmia, Palmboom, Forvita dan sebagainya.

3. Minyak Sayur/goreng (Cooking Oil)

Minyak goreng atau minyak sayur juga sering kita temui penggunaannya pada resep kue, misalnya pada resep Red Velvet Cake

Seperti yang kita tau, minyak adalah lemak dengan titik didih paling rendah. Dengan pencampuran yang pas, minyak juga dapat membuat remahan yang khas pada kue.

Namun sebaiknya gunakan minyak yang bagus ya biar rasa kue yang dihasilkan pun memiliki citarasa.

4. Korsvet (Flake pastry / pastry margarine)

Korsvet atau flake pastry adalah shortening yang memiliki titik didih tinggi. Korsvet biasanya terbuat dari lemak nabati, namun kadang juga bisa terbuat dari lemak hewani.

Korsvet ini lebih padat daripada margarin, biasanya digunakan untuk membuat pastry atau kue dengan lapisan seperti Danish, Croissants, Bolen Bandung dan Spiral Curry Puff.

Selain Korsvet, ada juga yang lebih kokoh lagi daya lapisnya, yaitu Puff Pastry Shortening. Biasanya digunakan untuk pembuatan puff pastry yang lebih keras dibandingkan jenis Danish atau Croissants.
Namun di pasaran Indonesia, jenis ini masih terbilang jarang. Karena secara umum, untuk membuat homemade pastry kita bisa menggunakan Korsvet atau Flake Pastry saja.
Bahkan kadang jika malas membuat kulit pastry sendiri, kita bisa membeli kulit pastry yang siap pakai, hehe.

Resep Puff Pastry homemade sudah pernah saya posting ya Mom say, silahkan di search aja. (^。^)

Puff pastry
Contoh kue yang menggunakan korsvet

5. Mentega putih (Shortening)

Pada dasarnya semua lemak disebut sebagai shortening. Disebut sebagai Shortening karena pada saat adonan roti atau kue dicampur lemak, maka lemak akan bertugas menghambat pembentukan gluten yang ada pada terigu. Atau diistilahkan dengan kata lain memperpendek gluten. 
Memperpendek yang dalam bahasa Inggris disebut to shorten, sehingga bahan lemak ini juga disebut sebagai Shortening

Namun di pasaran, kata shortening lebih identik dengan Mentega Putih. Yaitu padatan 100% lemak hewani maupun nabati yang sudah melalui proses pemurnian dan tidak mengandung air seperti pada margarin atau mentega. 

Mentega putih biasanya mengandung emulsifier atau disebut juga emulsified shortening yang berfungsi meningkatkan daya absorbsi dan mampu menahan air dengan baik.

Mentega putih ini biasanya digunakan sebagai salah satu bahan utama pembuatan Buttercream. Selain itu mentega putih juga dapat digunakan sebagai pembentuk lapisan pastry atau flake, seperti pada pembuatan Curry Puff.

6. Butter Oil Substitute (B.O.S)

Dari penamaannya saja sudah "substitute", yang artinya pengganti. Jadi B.O.S atau butter oil substitute ini adalah minyak atau lemak pengganti Butter.

Fungsi B.O.S sama dengan Butter dan Margarin, yaitu bertindak sebagai lemak yang dapat mengikat air sehingga kue yang dihasilkan tetap terjaga kelembabannya.

BOS terbuat dari lemak nabati seperti halnya margarin, namun dari segi tekstur dan titik didih berada pada level setara dengan mentega, lebih lunak daripada margarin.

Biasanya BOS ini sudah ditambahkan aroma susu, kepala susu atau aroma butter. Yah namanya juga pemeran pengganti ya, jadi akan diupayakan sama.
Namun, apapun itu pengganti tetaplah pengganti, tidak bisa sama persis dengan pemeran utama, yekan?

Secara penampakan, ewww penampakan (^o^)
BOS biasanya berwarna lebih kuning daripada mentega, bahkan lebih kuning daripada margarin. Memiliki aroma seperti susu dan lembek seperti mentega.

Dari segi harga, BOS berada pada level sedikit diatas margarin, namun jauh dibawah harga mentega. Nah, kalau mau bikin kue low-budget, BOS ini bisa banget dijadikan alternative.
But, tetep ya "ada harga ada rasa" dan itu gak bisa bohong.

Source: resep-masakuliner.blogspot.com


**Source: berbagai sumber.


Terima kasih sudah mampir dan membaca sampai akhir. Jangan lupa subscribed biar gak ketinggalan postingan seputar baking untuk pemula berikutnya (^。^)


- Mak Icik -


0

Bahan dasar kue


Mengenal Bahan Dasar Kue (part 1)



Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh

Rasanya penting bagi seorang pemula seperti saya untuk tau apa aja sih bahan dasar kue, bahan dasar lanjutan dan bahan tambahan atau pelengkap. Termasuk karakteristik bahan yang nantinya akan berpengaruh terhadap hasil kue.
Seperti pada penggunaan tepung protein tinggi untuk adonan donat, kenapa tidak menggunakan tepung protein ini untuk cake, dan sebagainya.

Menurut sejarah cake, "Pound Cake" adalah nenek moyang dari cake jaman now. Dimana penyebutan nama "Pound" karena menggunakan takaran 1 pound untuk masing-masing bahannya yang terdiri dari:
  • Tepung
  • Telur
  • Gula
  • Lemak
Yang pada perkembangannya, terdapat banyak sekali bahan tambahan lainnya, seperti: pengembang, perasa, pewarna dll.

• Tepung

Tau dong ya tepung itu yang kek gimana?

Tepung yang umum digunakan untuk pembuatan cake dan roti adalah tepung terigu atau tepung gandum. Ini dikarenakan cake dan roti ini berasal dari benua Eropa, sedangkan disana tanaman pokoknya adalah gandum.

Berbeda dengan di Indonesia yang tanaman pokoknya adalah padi atau beras, maka jajanan aseli Indonesia juga kebanyakan menggunakan tepung beras, yakhan?

Tepung terigu adalah salah satu bahan dasar cake

1. Tepung Terigu

Tepung terigu ini dibagi dalam tiga tipe, yaitu: Protein Tinggi, Protein Sedang dan Protein Rendah.

Tepung terigu protein tinggi atau Bread Flour. Seperti sebutannya "bread" atau roti, tepung terigu jenis ini sering diperuntukkan dalam pembuatan roti dan mie karena mengandung setidaknya 13 hingga 14% protein.
Kandungan gluten yang tinggi ini mampu menyerap lebih banyak air sehingga roti yang dihasilkan pun akan lebih empuk.
Beberapa contoh merek tepung ini adalah Cakra Kembar, Komachi, double zero sriboga dll.

Sedangkan pada Tepung terigu protein sedang yang juga sering disebut dengan tepung terigu serbaguna atau all purpose flour.
Tepung terigu jenis ini mengandung sekitar 11-12% protein. Kandungan glutennya yang tidak terlalu tinggi ini bisa digunakan juga untuk pembuatan kue yang tidak membutuhkan pori halus atau renyah. Misalnya untuk Brownies, kue-kue traditional seperti pukis dll.

Tepung protein sedang ini juga sering digunakan sebagai campuran saja, sehingga menghasilkan tekstur kue atau roti yang diinginkan.
Beberapa contoh merek tepung ini adalah Segitiga biru, Kompas, Gatotkaca dll.

Yang ketiga adalah Tepung terigu protein rendah atau Cake flour. Seperti pada "Bread Flour" untuk roti, cake flour ini juga sebaiknya digunakan untuk pembuatan cake berpori halus dan juga cookies. Tepung untuk cake ini memiliki kandungan protein paling rendah yaitu sekitar 9% saja.

Dengan kandungan glutennya yang rendah tersebut sehingga tepung ini tidak cocok untuk pembuatan roti dan mie, karena adonan hanya akan lembek dan tidak bisa kenyal.

2. Self-raising Flour

Self-raising flour atau di negara Malaysia sering disebut tepung naik sendiri ini masih jarang ada di pasaran Indonesia terutama di daerah, seperti saya _(._.)_
Kok jangankan di pasar, di Toko bahan kue saja hanya toko bahan kue tertentu yang menyediakan tepung jenis ini.

Pada dasarnya, tepung ini adalah tepung serbaguna yang diberi tambahan pengembang, sehingga kita tidak perlu menambahkan pengembang lagi. Tepung self-raising ini sering dipakai pada pembuatan pancake, muffin dan juga Brownies.

Buat yang tempat tinggalnya agak minggir kayak saya, nggak perlu khawatir kalo nggak  nemu bahan yang satu ini, ya. Karena bisa di substitute dengan self-raising flour homemade, yaitu dengan perbandingan:
* 1 cup Tepung terigu serbaguna
* 1/2 sdm Baking Powder
* 1/4 sdt garam halus

>> Campur rata semua gahan dan siap digunakan.

Just for your info, Tepung jenis ini memiliki daya simpan yang rendah setelah kemasan dibuka. Karena kandungan pengembangnya yang akan menurun saat terkontaminasi suhu udara bebas.

3. Tepung Gandum utuh atau whole wheat flour

Meskipun sama-sama terbuat dari gandum, namun di Indonesia lebih mengidentikankan tepung gandum utuh ini sebagai tepung gandum. Sedangkan tepung terigu tetap disebut terigu, meskipun tepung terigu juga berbahan dasar pati gandum.

Yang menjadi pembeda adalah tepung terigu diolah dari biji gandum bagian dalam, sedangkan tepung gandum utuh diolah dari biji gandum bersama dengan kulitnya. Itu sebabnya tepung gandum ini bewarna kecoklatan dan bertekstur agak kasar ya.
Jadi saya bayanginnya, kalo di Indonesia itu butiran beras yang masih ada kulit arinya langsung digiling dibikin tepung.
Asal bukan kulitnya aja ya, itu mah buat makanan ayam wkwkwk. Eh tapi konon itu sehat lho!

4. Tepung Maizena

Tepung maizena ini terbuat dari pati jagung. Sering digunakan untuk campuran kue kering atau cake. Tepung ini bersifat gluten free, sehingga bisa membantu membuat cookies lebih renyah atau menghaluskan pori-pori pada cake.

Namun sebaiknya perhatikan takaran penggunaannya, karena terlalu banyak menambahkan tepung ini pada kue kering akan mempercepat daya tahan kue itu sendiri.

Kegunaan tepung maizena lainnya adalah sebagai bahan pembuatan puding dan juga pengental kuah seperti pada masakan capcay.

5. Tepung Tapioka

Tepung tapioka ini terbuat dari pati singkong. Sering juga disebut dengan tepung kanji. Karena teksturnya yang sangat kental, tepung tapioka ini kadang digunakan untuk menggantikan tepung sagu batang yang memiliki sifat serupa.

Tepung tapioka ini sering digunakan untuk pembuatan jajanan Cilok, cireng, siomay, batagor dkk. Sering juga digunakan sebagai bahan baku kerupuk, atau bahan campuran pada adonan Jajanan Klepon, Onde-onde dan sebagainya.

6. Tepung Custard

Tepung Custard adalah tepung untuk pembuatan Custard atau fla instant. Tepung ini berbahan dasar tepung kentang yang dicampur dengan bahan lainnya. Teksturnya lembut berwarna kuning telur.
Biasanya dijual dalam kemasan kaleng dan memiliki daya simpan rendah setelah kemasan dibuka.

7. Tepung Beras

Tepung beras adalah tepung yang terbuat dari beras. Tepung beras Indonesia tentu saja sedikit berbeda karakteristiknya dengan tepung beras Korea. Kenapa? Karena bahan dasar berasnya juga berbeda.

Seperti yang kita tau, beras Korea seperti halnya beras jepang yang memiliki karakter agak lengket. Jadi saya ibaratkan perpaduan antara beras dan ketan. Nah ya begitulah. Yang doyan nonton drakor atau suka ke restoran jepang pasti tau lah ya.

Di Indonesia, tepung beras sering juga digunakan sebagai bahan dasar kue-kue traditional seperti Kue Lapis Jawa, ini agak sedikit berbeda ya dengan Kue Lapis Bangka yang terbuat dari Sagu.
Contoh lainnya adalah sebagai bahan dasar bubur sumsum, Nagasari atau Sumping Pisang (Bali) atau sejenis amparan tatak khas Banjarmasin.

8. Tepung Beras Ketan

Tepung beras ketan adalah tepung dari beras ketan putih. Memiliki sifat kenyal hampir seperti tapioka. Tepung beras ketan atau biasa disebut tepung ketan ini sering digunakan sebagai bahan dasar Onde-onde, Klepon, Wingko dan sebagainya.

Selain tepung ketan putih yang sering kita jumpai dan sebut sebagai tepung ketan itu, ada juga tepung beras ketan hitam, sering digunakan sebagai bahan cake atau bolu seperti bolu kukus ketan hitam yang beberapa waktu lalu cukup populer di seantero jagat perbakingan.

9. Tepung roti atau Bread Crumbs

Dalam translate bahasa Inggris, Bread flour tidak diartikan sebagai tepung roti melainkan tepung untuk membuat Roti. Sedangkan "tepung roti" dalam bahasa kita sering disebut dengan bread crumbs atau remahan roti. Sebagian orang juga menyebutnya dengan tepung panir.

Tepung roti ini kini banyak macamnya di pasaran, ada yang bertekstur lebih halus, kasar dan berwarna kuning. Masing-masing memiliki khas makanan tertentu, seperti pada risoles lebih sering menggunakan yang bertekstur kecil, sedangkan pada olahan makanan jepang lebih sering menggunakan yang kasar atau yang berwarna kuning.

Source: internet

10. Tepung Almond

Untuk tepung Almond ini saya pribadi saat ini belum pernah membeli atau pun menggunakannya, jadi saya belum bisa menjelaskan secara detail. Tepung Almond ini biasanya digunakan untuk Opera Cake, dan yang pasti harganya lebih mahal dari tepung lainnya.

Source: berbagai sumber

Kayaknya sudah cukup panjang ya ini, jadi untuk bahan dasar kue selanjutnya akan saya lanjutin di postingan berikutnya (^o^)

Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat.
Jangan lupa komen dan Subscribe biar gak ketinggalan postingan berikutnya (^。^)




- Mak Icik -

6

Bolu kukus coklat mekar


Bolu Kukus Coklat Mekar



Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh,

Ketika judulnya bikin bolu kukus mekar, tapi yang ada bolunya cuma meringis, itu mbuh lah sesuatu pokoknya. Dan itu terjadi saat saya bikinin punya orang. Kebayang kan keringet saya sebiji apa???

Dulu saya pernah dapet resep warisan leluhur (leluhurnya tetangga). Kalo yang bikin yang punya resep sih dijamin ya, enak dan menganga ketawanya, sumringah lah pokoknya lihatnya juga. Aseli bikin baper, bawaannya laper.

Eh pas ditangan saya, gak tau kenapa dia suka ngajak main-main. Padahal nih ya, resep udah sama plek, persis. Step by step nya juga persis kayak yang saya lihat.
Tapi kok ya kadang mekarnya cuma mesem-mesem kecut aja, sedih saya _(._.)_
Apa ada adegan lain ya pas saya meleng mantengin si tukang bolu kukus beraksi waktu itu (-.-;) hambuhlah...

Nah, kemaren saya nyobain resep brownies kukus mekar dari bukunya cici cantik #tintinrayner yang fenomenuk sejagat IG perbakingan. Aslinya sih udah sejak tahun jebot cookmark resep belio ini di Cookpad, tapi ya gitu, you know lah ya saya ini sibuk (sibuk makan aja).

Katanya resep ini anti gagal, dan praktek pertama saya emang berhasil mekar ketawa terbahak, Alhamdulillah.
Cobain yuk resepnya, simple gak pake soda.

Bolu kukus coklat mekar


Resep Bolu Kukus Coklat Mekar

Source: Tintin Rayner
Untuk 15 buah*


BAHAN A:

  • 200 gram gula halus (atau gula pasir yang diblender sebentar)
  • 2 butir telur sedang
  • 160 ml air
  • 1/2 sdt vanila (optional)

BAHAN B:

  • 200 gram tepung terigu serbaguna
  • 25 gram coklat bubuk ( sebaiknya gunakan yang kualitas bagus)
  • 1/2 sdt garam halus
  • 1 sdt baBaki Powder (saya pakai yang double act)

BAHAN C:

  • 10 gram Emulsifier (sekitar 1/2 sdm)

BAHAN D:

  • 25 gram chocochips
  • 1/2 sdt coklat essence (saya skip)

CARA MEMBUAT:

  1. Kocok bahan A dengan mixer kecepatan tinggi selama 5 menit.
  2. Masukkan bahan B dan kocok dengan mixer lagi selama 1 menit dengan speed paling rendah.
  3. Masukkan bahan C dan kocok dengan mixer kecepatan tinggi lagi selama 5 menit. Tekstur adonan akan menjadi kental setelah proses ini. Lihat gambar*
  4. Tambahkan coklat essence (jika menggunakan) dan chocochips, aduk rata dengan spatula. Cukup hingga rata aja ya gak perlu ngotot ngaduknya. (^o^)
  5. Tuang ke dalam cetakan yang sudah dialasi dengan cup bolu kukus, tuang hingga penuh biar ketawanya sumringah ya. Kalo kurang penuh ntar cuma meringis doang (~_~;) zzzz khan.
  6. Kukus selama 15 menitan dengan api besar dan jangan dibuka tutup kukusan sebelum itu, ini penting karna akan bikin ambles.

Resep bolu kukus coklat mekar
Step by step


Tips:
* Panaskan kukusan hingga uap benar-benar penuh supaya merekah maksimal.
* Kukus adonan secukupnya aja dan beri jarak rapi agar masing-masing bolu mendapat uap yang cukup.
* Selalu cek air pada kukusan (terutama untuk kukusan kecil) secara berkala untuk menghindari gosong, dan sebaiknya cukup diisi 2 cm dari batas aja untuk menghindari air meluap dan membasahi pipi ini adonan, ini akan berpotensi bikin bolu kukus bantat di bagian bawah.
* Jangan lupa lapisi tutup kukusan dengan serbet untuk menghindari air menetesi bolu. Kecuali menggunakan kukusan khusus yang airnya menetes ke bagian pinggir.


Selamat mencoba semoga bermanfaat ya (^。^)



- Mak Icik -

4

Top Search

New Entry

design by Helplogger

Related post

Author



Saya bukan good writer, juga bukan good blogger, apalagi baking master,,, saya hanya emak-emak berdaster yang sering lupa kalo umurnya udah tua dan anaknya udah dua
(^。^) 

Yuk kenalan disini






"Berbagi-lah hal yang bermanfaat untuk orang lain meski itu kecil, Insya Allah akan memberi manfaat lebih untuk mu meski itu kelak"

- Sera Wicaksono -

Community