Sama kah Margarin, Mentega dan Butter?

Sama kah Margarin, Mentega dan Butter?

Margarin, Mentega dan Butter


Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh


Bagi yang sudah lama berkecimpung di dunia per-baking-an pasti udah faham ya apa itu mentega dan margarin. Tapi bagi para newbie kayak saya ini tidak sedikit yang pernah gagal understanding soal perbadaan bahan kue yang satu ini.

Dulu, waktu awal banget saya mulai seneng baca resep kue (baca aja ya ini, gak pernah praktek xixixi), saya tidak pernah memperhatikan apakah itu tertulis margarin, mentega atau butter, karena saya anggap itu sama.

Anggapan saya waktu itu mentega itu ya margarin. Soalnya di tempat saya, di jawa timur, biasa menyebut 'blueband' itu dengan sebutan 'mertego' atau 'mentego', ini yang akhirnya membuat saya berasumsi mentega itu ya mentego atau mertego.
Bahkan kata margarin sendiri masih cukup asing buat saya saat itu, karena orang di daerah saya lebih sering menyebutnya dengan mertego tadi, atau juga tetap menyebutnya 'blueband' even itu palmia, palmboom atau yang lainnya.

Setelah saya mulai belajar bikin kue secara otodidak dari resep-resep di internet atau di aplikasi Cookpad -beneran praktek ya kalo yang ini bukan cuma baca resep doang- disitu saya kadang merasa sedih mulai 'ngeh' dan menyadari keberadaan tulisan margarin dan mentega tersebut, hehe...

• Margarin itu yang gimana sih?

Margarin umumnya terbuat dari lemak nabati. Dibuat dengan beberapa tahapan proses seperti Hydrogenasi hingga Emulsifikasi (jangan tanya itu proses apaan ya, saya nggak ngerti, cuma pernah baca begitu prosesnya).

Margarin yang banyak beredar di pasaran Indonesia terbuat dari minyak kelapa sawit dengan beberapa penambahan seperti Vitamin A dan D, BHA sebagai antioksidan agar tidak cepat tengik, juga penambahan Beta-karoten sebagai pewarnanya.

Merek yang banyak beredar di Indonesia antara lain: Blueband, Palmia, Palmboom, Amanda dll. Baik dijual  dalam kemasan kaleng, kemasan sachet atau kiloan yang di re-pack oleh toko bahan kue.

• Kalo Mentega itu yang gimana lagi?

Berbeda dengan margarin yang umumnya berbahan dasar lemak nabati, mentega terbuat dari bahan dasar lemak hewani, yaitu susu.

Mentega terbuat dari krim susu atau kepala susu dengan kadar lemak setidaknya 25 - 45% yang didapat dari proses pemisahan atau separasi dari susu perah.
Susu yang paling sering digunakan adalah susu sapi, tapi ada juga yang menggunakan susu dari hewan ternak lain.
Namun secara umum, dan yang banyak beredar di Indonesia adalah mentega dari olahan susu sapi. Jenis dan asal sapi serta lingkungan peternakannya pun mempengaruhi kualitas susu sapi yang dihasilkan, sehingga berpengaruh pula terhadap hasil olahannya.

Dari krim susu tersebut diproses lagi dengan beberapa tahapan hingga menghasilkan Mentega yang berkualitas. Dalam proses pembuatannya tersebut juga, ada proses pemeraman atau fermentasi pada suhu 21°C yang berlangsung sedikitnya 12 jam hingga mencapai tingkat keasaman 0,2 - 0,4%.
Ini fungsinya untuk menghasilkan aroma Mentega yang khas dan karakteristik.

Mentega ini sedikitnya mengandung lemak sebesar 80% dari total beratnya. Dengan kandungan lemak yang cukup besar tersebut, banyak dari kita yang menghindarinya, entah itu alasan takut gemuk atau penyakit seperti kolesterol.
Padahal masih ada kandungan gizi lainnya lho yang baik. Tapi tetap harus bijaksana ya dalam mengkonsumsi sesuatu, karena pada dasarnya sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

• Nah kalo Butter itu yang gimana?

Ini juga yang pernah bikin saya ketawa pas baca postingan resep yang cuma asal copas-copas aja, yang bahkan bisa jadi tanpa mempraktekannya terlebih dulu. 
Soalnya saya sering mendapati postingan (terutama di Facebook) dengan 'asal comot' gambar dari resep yang di share temen-temen di cookpad, tentunya tanpa ijin ya.

Dalam postingan tersebut, sang penulis menempelkan sebuah resep yang terdapat bahan Butter di dalamnya. Lucunya dalam penjelasan cara membuatnya dituliskan  butter dengan merek 'blueband'. Saya sampek nanya mbah Google lho apa blue band mengeluarkan produk butter. Tapi saya mencoba memahami, mungkin maksudnya Margarin yang pake aroma butter itu. Hehe...

Nah lucunya lagi, saya pernah juga baca postingan resep dimana si penulis telah me-rebake alias sudah mempraktekan resep yang ada dan di posting ulang.
Dalam resep aslinya disebutkan adanya penggunaan bahan Butter dan Margarin dalam satu resep. Si penulis pun menjelaskan bahwa dia menggunakan merek 'blueband cake dan cookies' untuk butter nya dan menggunakan 'blueband serbaguna' untuk margarinnya.
Lagi-lagi saya #tepokjidat. (Ya Allah ampuni hambamu yang sering tepok jidat ini).

Parahnya lagi, temen saya juga pernah komentar soal si butter ini pemirsah. Pas itu dia dateng ke rumah dan saya lagi bikin kue. 
Dengan obrolan santai soal kue-kue beserta sambil nanya harganya, saya sedikit menjelaskan kalo harga kue saya yang ini agak mahalan soalnya saya pake mentega. 
Dan dengan gaya 'wawasan luas' nya dan ahli segala bidang itu beliau pun menyarankan pada saya "kenapa nggak sekalian pake butter aja?", Hehe... 

Dari sekian cerita lucu itu, akhirnya saya pun berguru pada mbah Google lagi -maklum saya emang nggak pernah kursus bikin kue-. Dan belajar dari para master baking dan food-blogger selebritas tersebut saya menyimpulkan bahwa Butter is Mentega (meskipun banyak juga artikel yang memberi definisi lain antara butter dan mentega).

Jadi Butter itu ya Mentega ya Moms, Mak, Bund, Mbak -yang cantik dan baik hati serta tidak sombong dan rajin menabung-. 
Bedanya, kalo Butter itu ada di kamus bahasa Inggris-Indonesia, sedangkan Mentega tinggalnya di kamus bahasa Indonesia-Inggris, huehehe...

• Terus Roombutter itu apa?

Istilah ini pernah saya dengar jaman dulu dari seorang 'master' kue di kampung saya. Beliau menyebutnya 'rombuter'. Bahan kue yang dijual dalam kemasan ulang kecil dan diberi tulisan rombuter itu berwarna kuning, lembek dan beraroma seperti susu yang cukup kuat (begitu seingat saya). 
Sang master kue di kampung saya itu menyarankan untuk menambahkan bahan rombuter ini agar menghasilan kue yang enak beraroma susu.

Tapi, lagi-lagi saya berguru sama master baking-Blogger (karena ini tempat saya menimba ilmu per-baking-an otodidak saya. Maklum kalo harus rogoh kocek demi kursus saya belum sanggup hiks hiks), -Insya Allah suatu saat ya-.

Balik lagi ke Roombutter, Roombutter itu pada dasarnya ya butter alias mentega. Tapi di Indonesia -kita tercinta ini- umumnya menyebut mentega yang dikemas dalam kaleng dengan sebutan Roombutter (ini saya malah jarang denger). Roombutter sering juga diartikan dengan butter yang memiliki aroma kuat dan khas.
Namun sebenarnya Roombutter adalah istilah yang dimbil dari bahasa Belanda yaitu Roomboter yang artinya Mentega. 



Jadi, Roombutter is Butter is Mentega ya Moms, dan ini berbeda dengan Margarin atau yang orang jawa sering bilang 'mertego'.

Mentega sendiri terbagi menjadi dua jenis; yang memiliki rasa asin (salted) dari proses penggaraman dan ada juga yang tawar (unsalted) yang tanpa melalui proses penggaraman.
Umumnya mentega yang dikemas dalam kaleng adalah jenis yang salted.

Kemasan dari mentega ini ada dua jenis juga, ada yang dikemas dalam kaleng ada juga yang dikemas dengan kertas berlapis aluminum.

Mentega kemasan kaleng biasanya daya tahan simpan dalam suhu ruangnya lebih tinggi (dengan catatan kemasan belum dibuka ya), itu sebabnya istilah Roombutter lebih diperuntukan untuk mentega dalam kemasan ini, dengan definisi room yang berarti kamar/ruang.
Sedangkan mentega dengan kemasan aluminum foil harus disimpan dalam suhu yang lebih rendah untuk daya simpan yang lebih lama. Hal ini dikarenakan mentega memiliki titik suhu cair yang rendah, sehingga dalam suhu ruang mentega akan mudah meleleh seperti hati saya.
Jadi kalo bungkusnya kertas gitu terus ditaruh di meja, bisa dipastikan dia akan lumer kan?

Merek-merek mentega yang ada di Indonesia antara lain; Wjsman, Elle & Vire, Anchor, Triangle dll. Kualitas dan aroma dari satu merek dengan merek lainnya bisa berbeda tergantung ciri khas dari mana asal mentega tersebut diproduksi.

Sedikit penjelasan juga tentang Margarin aroma Butter. Saya masih sering mendapati para emak yang sering galau dan gagal understanding dengan produk yang satu ini.
Margarin aroma Butter adalah produk Margarin yang diberi tambahan perisa atau aroma Butter. Dalam kemasannya pun demikian disebutkan. Jadi buat yang masih salah kaprah tentang pengertian 'butter' dan 'aroma butter' mohon dibaca lagi dalam kemasannya ya, biar nggak kecewa kalo nanti hasil kue nya tidak sesuai dengan harapan jaya.
Contoh merek yang beredar di Indonesia adalah Blueband Cake & Cookies, Palmia Royal.

Oke mak, segini dulu ya penjabaran Margarin vs Mentega menurut sudut pandang saya. Insya Allah nanti saya posting juga B.O.S atau Butter Substitution Oil, soalnya ini juga banyak yang gagal understanding dalam mengartikannya (termasuk saya dulu) wkwkwk...

Selamat berbaking ria.
Stay healthy stay happy!





Post a Comment

2 Comments

  1. Wah sebagai orang yangga jago masak. Saya jadinya belajar.saya juga ga tau lho bedanya mentega n margarin. Duh saya parah nih. Tp skrg jd tau oas baca ini hee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe sama saya juga dulu gitu kok bund, pas udah tau bedanya cuman bisa manggut2 aja sambil nelen manis si cake hehe

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel sampai selesai. Jangan lupa tinggalin jejak di kolom komentar, ya dear.

Harap berkomentar sesuai artikel, dengan bahasa yang baik dan sopan.
Link Aktif dan SPAM akan dihapus.
NO WAR!

Happy reading other article....