Menu

Fungsi dan Tips Penggunaan Margarin dan Mentega dalam resep kue

Fungsi dan Tips Penggunaan Margarin dan Mentega dalam resep kue
Foto: dunyanews.tv


Fungsi dan Tips Penggunaan Margarin dan Mentega dalam resep kue



Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh


Setelah kemaren saya posting tentang Perbadaan Margarin dan Mentega. Sekarang saya juga mau sharing tentang fungsi bahan tersebut dalam pembuatan kue menurut sudut pandang saya, dan yang saya pelajari dari belajar otodidak ini.

Bagi orang yang baru terjun di kancah per-baking-an seperti diriku ini, pasti masih sering merasa risau dengan bahan kue berwarna kuning dan lembek ini ya. 
Bukan kenapa, tapi mungkin ini disebabkan karena harga mentega yang ngalah-ngalahin harga sekerdus susu balita. Alasan utamanya pastilah takut kalau gagal,  sayang khan, hehe...

Saya dulu begitu, maklumlah ya secara isi dompet tak setebal kabut di bukit Kintamani. Ditambah lagi pengalaman saya mencicipi kue enak yang masih strata kasta rakyat jelata. Jadi masih suka ambigu.

Baca Juga: Sama kah Margarin, Mentega dan Butter?

Tapi semakin kesini, setelah nyobain kue dengan menggunakan butter, menggunakan margarin aja atau yang ngandalin B.O.S alias butter substitute oil, Alhamdulillah saya jadi agak mendapat pencerahan.

Fungsi mentega dan margarin dalam kue

Fungsi mentega dan margarin dalam pembuatan kue adalah sama, yaitu bertindak sebagai lemak yang menjaga agar kue lebih tahan lama, memberi aroma dan rasa khas, membuat tekstur kue menjadi empuk serta menjaga kelembaban kue dengan mengikat cairan dalam cake.
Lalu apakah keduanya bisa saling menggantikan?

Fungsi dan Tips Penggunaan Margarin dan Mentega dalam resep kue


Pada dasarnya margarin dan mentega bisa saling menggantikan, karena kedua bahan ini sekilas penampakan (((penampakan))) -nya pun serupa, karena sama-sama berwarna kekuningan meskipun pada mentega warna kuningnya cenderung lebih pucat ketimbang pada margarin, tapi tentu saja tidak sama persis ya.

Dalam hal aroma dan citarasa, mentega lebih unggul dengan wangi yang khas dan karakteristik serta rasa yang lebih gurih daripada margarin.
Ini kenapa kue-kue dengan menggunakan mentega menjadi primadona, lebih terasa premium dan berkelas.
Kecuali bagi sebagian orang yang memang tidak suka dengan produk susu dan olahannya, maka mentega akan dirasa lebih eneg.

Dari segi tekstur, mentega lebih lembut daripada margarin. Mentega juga lebih mudah meleleh pada suhu ruang, sedangkan margarin cenderung lebih stabil.
Hal ini tentu juga berdampak pada tekstur kue yang dihasilkannya.

Cake yang menggunakan butter atau mentega memiliki remah yang lebih banyak daripada cake yang menggunakan margarin yang memiliki tekstur lebih kokoh.
Namun, penggunaan butter pada cake akan membuat cake lebih lentur dan lembut meskipun cake sudah dingin atau sudah menginap, sedangkan cake dengan margarin akan cenderung lebih keras saat cake sudah dingin.

Itu sebabnya beberapa resep cake menggunakan perpaduan antara mentega dan margarin, sehingga dapat menghasilkan Cake yang lebih kokoh dengan sedikit remah, namun memiliki pori yang halus dan lembut serta tetap memiliki aroma dan citarasa gurih khas butter yang tidak dimiliki margarin.

Perbandingan antara keduanya bisa berbeda pasa setiap resep. Bisa satu banding satu, dua banting satu, atau bisa dengan menggunakan persentase, tergantung si pembuat resep.
Angka perbandingan bisa ditentukan dengan memperhitungkan jenis kue apa yang ingin dibuat, tekstur yang diinginkan, dan sebagainya dan sebagainya.

Sedangkan dalam pembuatan cookies atau kue kering, mentega berperan banyak pada kerenyahan kue dan tentu saja dengan citarasanya. Mentega yang notabene terbuat dari susu, tentu lebih gurih ketimbang margarin yang terbuat dari minyak kelapa sawit.

Meski demikian, peran margarin pada kue kering juga ada lho, yaitu jika ingin kue yang lebih kokoh margarin lebih unggul daripada mentega.
Jadi perpaduan kedua bahan ini tetap dibutuhkan ya.

Disisi lain, harga mentega jauh lebih mahal daripada margarin, ini dikarenakan bahan baku keduanya memang sangat berbeda. Maka tidak sedikit yang cenderung lebih memilih menggunakan margarin saja, atau menggunakan margarin dengan persentase lebih banyak daripada menteganya. Hehe kadang saya juga gitu...

Mentega sendiri berbeda ciri khas tergantung darimana asal mentega tersebut dibuat. Seperti misalnya jenis Dutch Butter, yaitu mentega buatan belanda yang memiliki wangi dan citarasa yang lebih khas daripada mentega buatan New Zealand dan sebagainya.
Tapi balik lagi ke selera ya.

Saya kutip dari situs ilmuternak.com, tanda-tanda mentega yang baik adalah:

  1. Warnanya kuning mengkilat.
  2. Berbau segar dan berbau kepala susu.
  3. Jika dilelehkan harus ada bagian yang jernih dan yang keruh.
  4. Bila masih dalam kaleng, mentega tidak mencair.


Demikian hal nya dengan margarin, bagi orang yang sudah lama berkecimpung dalam dunia baking pasti sudah cukup peka dengan rasa dan aroma margarin dari satu merek dengan merek lainnya. Begitu juga dengan tekstur dan warnanya.

Beberapa merek margarin lebih mengkhususkan dirinya dalam hal masakan, sebagian lagi menawarkan sebagai olesan roti tawar yang gurih, dan sebagian lainnya meng-klaim produk tersebut bisa untuk semunya.
Jadi, lagi-lagi balik lagi ke selera ya bunda.


Tips Menyimpan Margarin dan Mentega

Sering kan kalo kita bikin kue masih ada bahan-bahan yang tersisa. Termasuk mentega dan margarin ini, terlebih kedua produk ini mudah sekali rusak jika sudah terkena udara bebas.
Berikut cara penyimpanan yang baik agar lebih awet:
  1. Gunakan sendok yang bersih saat mengambil produk agar produk tidak tercampur bahan lain yang membuat produk terkontaminasi.
  2. Tutup rapat produk dan lapisi dengan plastik berlapis agar lebih awet, lebih bagus lagi jika menggunakan plastik atau kertas dengan lapisan aluminum. Biasanya saya menggunakan plastik bekas kemasan coklat dll yang memiliki lapisan aluminum ini pemirsah (ngirit yah? Iyah, hehe...).
  3. Untuk penyimpanan jangka waktu yang lebih lama, sebaiknya disimpan di kulkas, tentu saja tetap dibungkus dengan lapisan aluminum tadi ya. Dan biarkan dalam suhu ruang lagi jika akan digunakan, agar kualitas produk tetap baik.

Tips dari para senior dan master baking yang pernah saya baca, hindari menggunakan mentega atau margarin dalam kondisi suhu kulkas, karena daya emulsinya akan berkurang dan menyebabkan kandungan air tidak terikat sempurna dalam kue, begitu...

Baiklah, kayaknya udah cukup panjang ya cerita saya hari ini. Semoga bermanfaat dan selamat berbaking ria.

Stay healthy, stay happy!
Jangan lupa recharge Bahagia mu ya kawan...



- Mak Icik -




4 komentar:

  1. Mamaku yg sering masak kue. Slalu bilang, kalo bikin kue, jgn pernah mentega dingin2 dr kulkas lgs di pake :D. Skr aku tau kenapa.. Utk telur jg gitu kan.. Slama ini aku anggab mentega dan margarine itu sama :D. Boro2 bisa bedain rasanya.. Emg lidah ga sensitive kyk para master baking

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku juga gt sih dulunya, tp setelah nyobain bikin sendiri jd agak tercerahkan gitu hihi... Btw thx ya kunjungan dan komennya.

      Hapus
  2. Dari dulu selalu bingung apa bedanya margarin dan mentega..akhirnya kejawap disini ehhehe... TFS ya mak.
    Mau googling lupa muluk.

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungan dan tidak meninggalkan link hidup.
Stop comment war!

Yukk bijak ber-Social Media...

Top Search

New Entry

design by Helplogger

Related post

Author



Saya bukan good writer, juga bukan good blogger, apalagi baking master,,, saya hanya emak-emak berdaster yang sering lupa kalo umurnya udah tua dan anaknya udah dua
(^。^) 

Yuk kenalan disini






"Berbagi-lah hal yang bermanfaat untuk orang lain meski itu kecil, Insya Allah akan memberi manfaat lebih untuk mu meski itu kelak"

- Sera Wicaksono -

Community