Menu

Kopi Kapal Api

Secangkir Semangat bersama Seduhan Kopi Kapal Api, Jelas Lebih Enak


"Kopi"

Apa yang seketika terlintas di pikiran kamu? Kalau saya ya pasti Kapal Api. 

Siapa sih yang tak kenal Kopi Kapal Api? Kopi legendaris dari jaman saya masih bau ingus, pun saat itu sudah sering mendengar nyanyian "Kopi Kapal Api, Jelas Lebih Enak" dengan ciri khas nada yang hingga kini masih tertanam kuat dalam memori yang sulit terhapuskan, yang pastinya.

Bicara tentang kopi, kebetulan keluarga saya suka banget sama yang namanya kopi. Merupakan bagian dari rutinitas pagi dan sore yang enggan terabaikan sepertinya.
Saya tidak tahu kapan sejarah minum kopi ini dimulai, mungkin sudah sejak neneknya nenek saya, atau neneknya lagi. Yang pada akhirnya menjadi budaya yang sulit dihindari. Benar saja, sehabis waktu Subuh Ibu saya pasti sudah sibuk dengan ritual paginya menyeduh secangkir kopi yang masih ngepul lengkap dengan aromanya yang memikat, apalagi kalau bukan Kopi Kapal Api.

Menurut Ibu saya, Kopi Kapal Api ini sudah sangat pas di lidahnya, dan lidah kami juga. 
Tidak perlu repot-repot menyangrai, menghaluskan lalu mengayaknya. Yang jelas bakal bikin dapur jadi serba hitam itu, seperti yang dilakukan nenek saya dulu, atau mungkin nenek-nenek yang lain. Karena ibu saya memang tidak jago dalam hal meracik kopi bubuk yang nikmat, pun tidak sempat waktu lagi karena padatnya rutinitas pekerjaan beliau di luar rumah, begitu katanya.

Seperti hal-nya sebuah tradisi, menikmati kopi pagi ini wajib hukumnya buat Ibu saya. Pagi tanpa kopi itu semacam pagi tanpa sinar mentari, mendung dan tidak menggairahkan.
Kini, ritual minum kopi pagi ini pun menjadi hal yang sulit saya rubah. Bedanya, jika Ibu saya lebih memilih Kopi Kapal Api Special yang tanpa gula, karena gulanya bisa diatur sendiri. Saya lebih memilih Kopi Kapal Api Special mix, yang sudah tertakar beserta gulanya untuk secangkir kopi nikmat.

Kopi Kapal Api: Tentang Kesempurnaan Secangkir Kopi
Kopi Kapal Api Special mix

Bahkan disaat saya harus mengurangi asupan gula karena sedang diet demi menurunkan berat badan (yang gampang sekali melarnya ini), Kopi Kapal Api Special mix - Less Sugar masih tetap jadi pilihan tepat dengan racikannya yang pas. Tidak perlu repot lagi menakar gula yang belum terjamin ketepatan racikannya, kan?

Iya, saya ini kebetulan juga kurang tidak jago untuk urusan meracik kopi. Apalagi meracik kopi dari bahan mentahnya, meracik secangkir minuman kopi dari bubuk kopi siap pakai dan gula saja, saya masih sering berantakan soal perbandingannya.
Ya sudahlah, biarkan saja itu menjadi keahlian para Barista. Bisa memanjakan diri dengan secangkir kopi  pagi dalam keadaan sehat wal-afiat itu sudah cukup buat saya.

Kopi Kapal Api: Tentang Kesempurnaan Secangkir Kopi
Karena rasa adalah selera


Seperti yang pernah saya baca di situs resmi Kopi Kapal Api, kenapa Kopi Kapal Api ini jelas lebih enak? Karena Kopi Kapal Api diracik dengan seleksi ketat dalam pemilihan biji kopi Arabika dan Robusta yang berkualitas. Bahkan jika harga kopi di pasaran sedang mengalami peningkatan, Kopi Kapal Api tetap menghadirkan racikan yang sama untuk tetap menjaga kualitasnya. Sehingga kita tetap bisa menikmati harumnya secangkir kopi dengan rasa yang jelas lebih enak.
Ya pantas saja jika kenikmatan itu tetap sama dari jaman saya masih menikmati secangkir kopi berdua dengan Mami, ibu saya. Wangi kenikmatan Kopi Kapal Api itu pun masih sama hingga sekarang, saat saya menikmati secangkir kopi sendirian karena pak suami bukan penyuka kopi hitam.

Saya bukan pecandu kopi, juga bukan penikmat kopi sejati. Saya tidak paham apa itu kopi Arabika, pun tidak mengerti perbedaannya dengan kopi Robusta.
Tapi bagi saya, aroma kentalnya kopi hitam lebih bisa memompa molekul-molekul semangat pagi hari saya. Wanginya kopi asli Indonesia yang disuguhkan oleh Kopi Kapal Api ini, cukup membuat syahdunya pagi hari menjadi awal hari yang penuh semangat, terutama setelah semalam lelah menyiapkan kue pesanan customer.

Ini juga bagian dari cara saya mensyukuri nikmat-nikmat Nya yang tak bisa saya dustakan, memanjakan diri sebelum sibuk dengan rutinitas sehari-hari.
Dan bahwa sesibuk apapun kita, memanjakan diri dengan beristirahat, akan mengumpulkan semangat untuk memberi energi baru dalam menjalani kesibukan selanjutnya.

Kopi Kapal Api: Tentang Kesempurnaan Secangkir Kopi
Kopi Kapal Api Grade White Coffee, with choco topping

Terlebih lagi saat musim hujan seperti sekarang, dimana pak suami sering kehujanan saat pulang kerja, karena kami hanya punya motor saat ini.
Kedinginan itu sudah pasti, dan memanjakannya dengan suguhan kehangatan secangkir Kopi Kapal Api Grande White Coffee buat pak suami itu memberi saya kesempatan lebih untuk menjadi isteri yang lebih baik.
Tidak perlu repot meracik juga, karena paduan sempurnanya sudah jelas lebih enak daripada saya meracik kopi sendiri. Ditambah lagi serbuk Choco Topping-nya yang terbuat dari bubuk coklat berkualitas dan gula kelapa, memberi sensasi kenikmatan yang khas.
Tinggal seduh dengan air panas, Kopi Kapal Api Jelas Lebih Enak, bukan?

Ini cerita kopi saya, buat kamu yang punya cerita kopi juga, ayo ikutkan ceritamu dalam #KapalApiPunyaCerita Blog Competition dan ceritakan Jelas Lebih Enak-nya Kopi Kapal Api versi kamu.




Secangkir Semangat bersama Kopi Kapal Api, Jelas Lebih Enak





Salam Kopi,
- Mak Icik -

2

Fungsi dan Tips Penggunaan Margarin dan Mentega dalam resep kue
Foto: dunyanews.tv


Fungsi dan Tips Penggunaan Margarin dan Mentega dalam resep kue



Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh


Setelah kemaren saya posting tentang Perbadaan Margarin dan Mentega. Sekarang saya juga mau sharing tentang fungsi bahan tersebut dalam pembuatan kue menurut sudut pandang saya, dan yang saya pelajari dari belajar otodidak ini.

Bagi orang yang baru terjun di kancah per-baking-an seperti diriku ini, pasti masih sering merasa risau dengan bahan kue berwarna kuning dan lembek ini ya. 
Bukan kenapa, tapi mungkin ini disebabkan karena harga mentega yang ngalah-ngalahin harga sekerdus susu balita. Alasan utamanya pastilah takut kalau gagal,  sayang khan, hehe...

Saya dulu begitu, maklumlah ya secara isi dompet tak setebal kabut di bukit Kintamani. Ditambah lagi pengalaman saya mencicipi kue enak yang masih strata kasta rakyat jelata. Jadi masih suka ambigu.

Baca Juga: Sama kah Margarin, Mentega dan Butter?

Tapi semakin kesini, setelah nyobain kue dengan menggunakan butter, menggunakan margarin aja atau yang ngandalin B.O.S alias butter substitute oil, Alhamdulillah saya jadi agak mendapat pencerahan.

Fungsi mentega dan margarin dalam kue

Fungsi mentega dan margarin dalam pembuatan kue adalah sama, yaitu bertindak sebagai lemak yang menjaga agar kue lebih tahan lama, memberi aroma dan rasa khas, membuat tekstur kue menjadi empuk serta menjaga kelembaban kue dengan mengikat cairan dalam cake.
Lalu apakah keduanya bisa saling menggantikan?

Fungsi dan Tips Penggunaan Margarin dan Mentega dalam resep kue


Pada dasarnya margarin dan mentega bisa saling menggantikan, karena kedua bahan ini sekilas penampakan (((penampakan))) -nya pun serupa, karena sama-sama berwarna kekuningan meskipun pada mentega warna kuningnya cenderung lebih pucat ketimbang pada margarin, tapi tentu saja tidak sama persis ya.

Dalam hal aroma dan citarasa, mentega lebih unggul dengan wangi yang khas dan karakteristik serta rasa yang lebih gurih daripada margarin.
Ini kenapa kue-kue dengan menggunakan mentega menjadi primadona, lebih terasa premium dan berkelas.
Kecuali bagi sebagian orang yang memang tidak suka dengan produk susu dan olahannya, maka mentega akan dirasa lebih eneg.

Dari segi tekstur, mentega lebih lembut daripada margarin. Mentega juga lebih mudah meleleh pada suhu ruang, sedangkan margarin cenderung lebih stabil.
Hal ini tentu juga berdampak pada tekstur kue yang dihasilkannya.

Cake yang menggunakan butter atau mentega memiliki remah yang lebih banyak daripada cake yang menggunakan margarin yang memiliki tekstur lebih kokoh.
Namun, penggunaan butter pada cake akan membuat cake lebih lentur dan lembut meskipun cake sudah dingin atau sudah menginap, sedangkan cake dengan margarin akan cenderung lebih keras saat cake sudah dingin.

Itu sebabnya beberapa resep cake menggunakan perpaduan antara mentega dan margarin, sehingga dapat menghasilkan Cake yang lebih kokoh dengan sedikit remah, namun memiliki pori yang halus dan lembut serta tetap memiliki aroma dan citarasa gurih khas butter yang tidak dimiliki margarin.

Perbandingan antara keduanya bisa berbeda pasa setiap resep. Bisa satu banding satu, dua banting satu, atau bisa dengan menggunakan persentase, tergantung si pembuat resep.
Angka perbandingan bisa ditentukan dengan memperhitungkan jenis kue apa yang ingin dibuat, tekstur yang diinginkan, dan sebagainya dan sebagainya.

Sedangkan dalam pembuatan cookies atau kue kering, mentega berperan banyak pada kerenyahan kue dan tentu saja dengan citarasanya. Mentega yang notabene terbuat dari susu, tentu lebih gurih ketimbang margarin yang terbuat dari minyak kelapa sawit.

Meski demikian, peran margarin pada kue kering juga ada lho, yaitu jika ingin kue yang lebih kokoh margarin lebih unggul daripada mentega.
Jadi perpaduan kedua bahan ini tetap dibutuhkan ya.

Disisi lain, harga mentega jauh lebih mahal daripada margarin, ini dikarenakan bahan baku keduanya memang sangat berbeda. Maka tidak sedikit yang cenderung lebih memilih menggunakan margarin saja, atau menggunakan margarin dengan persentase lebih banyak daripada menteganya. Hehe kadang saya juga gitu...

Mentega sendiri berbeda ciri khas tergantung darimana asal mentega tersebut dibuat. Seperti misalnya jenis Dutch Butter, yaitu mentega buatan belanda yang memiliki wangi dan citarasa yang lebih khas daripada mentega buatan New Zealand dan sebagainya.
Tapi balik lagi ke selera ya.

Saya kutip dari situs ilmuternak.com, tanda-tanda mentega yang baik adalah:

  1. Warnanya kuning mengkilat.
  2. Berbau segar dan berbau kepala susu.
  3. Jika dilelehkan harus ada bagian yang jernih dan yang keruh.
  4. Bila masih dalam kaleng, mentega tidak mencair.


Demikian hal nya dengan margarin, bagi orang yang sudah lama berkecimpung dalam dunia baking pasti sudah cukup peka dengan rasa dan aroma margarin dari satu merek dengan merek lainnya. Begitu juga dengan tekstur dan warnanya.

Beberapa merek margarin lebih mengkhususkan dirinya dalam hal masakan, sebagian lagi menawarkan sebagai olesan roti tawar yang gurih, dan sebagian lainnya meng-klaim produk tersebut bisa untuk semunya.
Jadi, lagi-lagi balik lagi ke selera ya bunda.


Tips Menyimpan Margarin dan Mentega

Sering kan kalo kita bikin kue masih ada bahan-bahan yang tersisa. Termasuk mentega dan margarin ini, terlebih kedua produk ini mudah sekali rusak jika sudah terkena udara bebas.
Berikut cara penyimpanan yang baik agar lebih awet:
  1. Gunakan sendok yang bersih saat mengambil produk agar produk tidak tercampur bahan lain yang membuat produk terkontaminasi.
  2. Tutup rapat produk dan lapisi dengan plastik berlapis agar lebih awet, lebih bagus lagi jika menggunakan plastik atau kertas dengan lapisan aluminum. Biasanya saya menggunakan plastik bekas kemasan coklat dll yang memiliki lapisan aluminum ini pemirsah (ngirit yah? Iyah, hehe...).
  3. Untuk penyimpanan jangka waktu yang lebih lama, sebaiknya disimpan di kulkas, tentu saja tetap dibungkus dengan lapisan aluminum tadi ya. Dan biarkan dalam suhu ruang lagi jika akan digunakan, agar kualitas produk tetap baik.

Tips dari para senior dan master baking yang pernah saya baca, hindari menggunakan mentega atau margarin dalam kondisi suhu kulkas, karena daya emulsinya akan berkurang dan menyebabkan kandungan air tidak terikat sempurna dalam kue, begitu...

Baiklah, kayaknya udah cukup panjang ya cerita saya hari ini. Semoga bermanfaat dan selamat berbaking ria.

Stay healthy, stay happy!
Jangan lupa recharge Bahagia mu ya kawan...



- Mak Icik -




4

Mango Sticky Rice


Mango Sticky Rice


Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh

Mango Sticky Rice - adalah salah satu jajanan street food waktu musim panas yang terkenal di Bangkok, katanya, soalnya saya belum pernah ke Bangkok juga.

Menurut penjelasan yang saya baca di Internet, Mango Sticky Rice ini termasuk dalam kategori dessert yang cukup unik. Perpaduan dari manis gurih nasi ketan dan legitnya mangga.
Menurut sumber yang saya baca juga, jenis mangga yang paling pas untuk dessert ini adalah jenis harum manis. Tapi karena saya punyanya mangga gadung -ini pun hasil kiriman dari mami- ya oke sajalah, yang penting mangga yang sudah matang dan manis.

Mango Sticky Rice

Mango Sticky Rice

Mango Sticky Rice

Resep ini adalah resep kekinian ala Thailand ke dua yang udah saya praktekin, tapi dua-duanya belum pernah saya cobain yang aslinya -yaiyalah ke Djagardah aja belum pernah kok ke Bangkok, segera ya aamiin-.

BACA JUGA: Resep Singkong Thai Ambassador 

Mungkin saya termasuk yang telat ya buat nyobain resep yang udah berseliweran dimana-mana ini. Di Instagram, Cookpad bahkan di pesbuk juga semuanya pada posting ini.
Nah mumpung kemaren dapet kiriman mangga dari mami dua kardus, yuk lah cuss eksekusi ajah.


Resep Mango Sticky Rice


BAHAN:

  • 300 gram beras ketan
  • 225 ml + 250 ml santan kental, dari setengah butir kelapa
  • 100 gram + 75 gram gula pasir
  • 1/4 sdt (agak munjung) garam
  • 2 sdt tepung maizena untuk pengental
  • 2 lembar daun pandan
  • Buah mangga potong
  • Wijen sangrai (optional)


CARA MEMBUAT:

  1. Rendam beras ketan minimal satu jam. Cuci dan Tiriskan.
  2. Kukus beras ketan 15-20 menitan. 
  3. Dalam panci lain, masak 225 ml santan dan 100 gram gula beserta selembar daun pandan hingga gula larut (jangan sampai mendidih ya).
  4. Tuang nasi ketan yang setengah matang tadi ke dalam santan, aduk rata dan biarkan santan meresap.
  5. Kukus kembali santan selama 30 menitan atau hingga matang. Angkat dan sisihkan.
  6. Saus kental: campur dalam panci lain; sisa santan, gula, garam dan maizena. Aduk rata dan tambahkan daun pandan. Masak dengan api kecil sambil terus diaduk agar saus tidak menggumpal. Setelah saus meletup-letup matikan api.
  7. Plating nasi ketan dengan saus dan irisan buah mangga. Taburi wijen sangrai/panggang jika suka.

Rekomendasi dari mba sashy little kitchen menu ini disajikan dalam kondisi hangat ya, tapi berhubung saya kemaren bikinnya udah malem dan keburu pada ngantuk si pasukan, jadinya saya kulkasin takut basi, wkwkw....
Walhasil ketannya jadi agak katos alias sedikit lebih keras. Tapi suka sama si saos yang dingin seger jadinya.

Nah akhirnya diangetin lagi nasi ketannya dan menikmati si ketan ini saat sudah suhu ruang dengan siraman saus santan manis dari kulkas dan juga irisan mangga yang dingin dari kulkas juga.
Hmmm... Cocok deh kalo buat pas cuaca cerah.
Selamat mencoba...

Mango Sticky Rice
Mango Sticky Rice


- Mak Icik -

4

Sama kah Margarin, Mentega dan Butter?

Margarin, Mentega dan Butter


Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh


Bagi yang sudah lama berkecimpung di dunia per-baking-an pasti udah faham ya apa itu mentega dan margarin. Tapi bagi para newbie kayak saya ini tidak sedikit yang pernah gagal understanding soal perbadaan bahan kue yang satu ini.

Dulu, waktu awal banget saya mulai seneng baca resep kue (baca aja ya ini, gak pernah praktek xixixi), saya tidak pernah memperhatikan apakah itu tertulis margarin, mentega atau butter, karena saya anggap itu sama.

Anggapan saya waktu itu mentega itu ya margarin. Soalnya di tempat saya, di jawa timur, biasa menyebut 'blueband' itu dengan sebutan 'mertego' atau 'mentego', ini yang akhirnya membuat saya berasumsi mentega itu ya mentego atau mertego.
Bahkan kata margarin sendiri masih cukup asing buat saya saat itu, karena orang di daerah saya lebih sering menyebutnya dengan mertego tadi, atau juga tetap menyebutnya 'blueband' even itu palmia, palmboom atau yang lainnya.

Setelah saya mulai belajar bikin kue secara otodidak dari resep-resep di internet atau di aplikasi Cookpad -beneran praktek ya kalo yang ini bukan cuma baca resep doang- disitu saya kadang merasa sedih mulai 'ngeh' dan menyadari keberadaan tulisan margarin dan mentega tersebut, hehe...

• Margarin itu yang gimana sih?

Margarin umumnya terbuat dari lemak nabati. Dibuat dengan beberapa tahapan proses seperti Hydrogenasi hingga Emulsifikasi (jangan tanya itu proses apaan ya, saya nggak ngerti, cuma pernah baca begitu prosesnya).

Margarin yang banyak beredar di pasaran Indonesia terbuat dari minyak kelapa sawit dengan beberapa penambahan seperti Vitamin A dan D, BHA sebagai antioksidan agar tidak cepat tengik, juga penambahan Beta-karoten sebagai pewarnanya.

Merek yang banyak beredar di Indonesia antara lain: Blueband, Palmia, Palmboom, Amanda dll. Baik dijual  dalam kemasan kaleng, kemasan sachet atau kiloan yang di re-pack oleh toko bahan kue.

• Kalo Mentega itu yang gimana lagi?

Berbeda dengan margarin yang umumnya berbahan dasar lemak nabati, mentega terbuat dari bahan dasar lemak hewani, yaitu susu.

Mentega terbuat dari krim susu atau kepala susu dengan kadar lemak setidaknya 25 - 45% yang didapat dari proses pemisahan atau separasi dari susu perah.
Susu yang paling sering digunakan adalah susu sapi, tapi ada juga yang menggunakan susu dari hewan ternak lain.
Namun secara umum, dan yang banyak beredar di Indonesia adalah mentega dari olahan susu sapi. Jenis dan asal sapi serta lingkungan peternakannya pun mempengaruhi kualitas susu sapi yang dihasilkan, sehingga berpengaruh pula terhadap hasil olahannya.

Dari krim susu tersebut diproses lagi dengan beberapa tahapan hingga menghasilkan Mentega yang berkualitas. Dalam proses pembuatannya tersebut juga, ada proses pemeraman atau fermentasi pada suhu 21°C yang berlangsung sedikitnya 12 jam hingga mencapai tingkat keasaman 0,2 - 0,4%.
Ini fungsinya untuk menghasilkan aroma Mentega yang khas dan karakteristik.

Mentega ini sedikitnya mengandung lemak sebesar 80% dari total beratnya. Dengan kandungan lemak yang cukup besar tersebut, banyak dari kita yang menghindarinya, entah itu alasan takut gemuk atau penyakit seperti kolesterol.
Padahal masih ada kandungan gizi lainnya lho yang baik. Tapi tetap harus bijaksana ya dalam mengkonsumsi sesuatu, karena pada dasarnya sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

• Nah kalo Butter itu yang gimana?

Ini juga yang pernah bikin saya ketawa pas baca postingan resep yang cuma asal copas-copas aja, yang bahkan bisa jadi tanpa mempraktekannya terlebih dulu. 
Soalnya saya sering mendapati postingan (terutama di Facebook) dengan 'asal comot' gambar dari resep yang di share temen-temen di cookpad, tentunya tanpa ijin ya.

Dalam postingan tersebut, sang penulis menempelkan sebuah resep yang terdapat bahan Butter di dalamnya. Lucunya dalam penjelasan cara membuatnya dituliskan  butter dengan merek 'blueband'. Saya sampek nanya mbah Google lho apa blue band mengeluarkan produk butter. Tapi saya mencoba memahami, mungkin maksudnya Margarin yang pake aroma butter itu. Hehe...

Nah lucunya lagi, saya pernah juga baca postingan resep dimana si penulis telah me-rebake alias sudah mempraktekan resep yang ada dan di posting ulang.
Dalam resep aslinya disebutkan adanya penggunaan bahan Butter dan Margarin dalam satu resep. Si penulis pun menjelaskan bahwa dia menggunakan merek 'blueband cake dan cookies' untuk butter nya dan menggunakan 'blueband serbaguna' untuk margarinnya.
Lagi-lagi saya #tepokjidat. (Ya Allah ampuni hambamu yang sering tepok jidat ini).

Parahnya lagi, temen saya juga pernah komentar soal si butter ini pemirsah. Pas itu dia dateng ke rumah dan saya lagi bikin kue. 
Dengan obrolan santai soal kue-kue beserta sambil nanya harganya, saya sedikit menjelaskan kalo harga kue saya yang ini agak mahalan soalnya saya pake mentega. 
Dan dengan gaya 'wawasan luas' nya dan ahli segala bidang itu beliau pun menyarankan pada saya "kenapa nggak sekalian pake butter aja?", Hehe... 

Dari sekian cerita lucu itu, akhirnya saya pun berguru pada mbah Google lagi -maklum saya emang nggak pernah kursus bikin kue-. Dan belajar dari para master baking dan food-blogger selebritas tersebut saya menyimpulkan bahwa Butter is Mentega (meskipun banyak juga artikel yang memberi definisi lain antara butter dan mentega).

Jadi Butter itu ya Mentega ya Moms, Mak, Bund, Mbak -yang cantik dan baik hati serta tidak sombong dan rajin menabung-. 
Bedanya, kalo Butter itu ada di kamus bahasa Inggris-Indonesia, sedangkan Mentega tinggalnya di kamus bahasa Indonesia-Inggris, huehehe...

• Terus Roombutter itu apa?

Istilah ini pernah saya dengar jaman dulu dari seorang 'master' kue di kampung saya. Beliau menyebutnya 'rombuter'. Bahan kue yang dijual dalam kemasan ulang kecil dan diberi tulisan rombuter itu berwarna kuning, lembek dan beraroma seperti susu yang cukup kuat (begitu seingat saya). 
Sang master kue di kampung saya itu menyarankan untuk menambahkan bahan rombuter ini agar menghasilan kue yang enak beraroma susu.

Tapi, lagi-lagi saya berguru sama master baking-Blogger (karena ini tempat saya menimba ilmu per-baking-an otodidak saya. Maklum kalo harus rogoh kocek demi kursus saya belum sanggup hiks hiks), -Insya Allah suatu saat ya-.

Balik lagi ke Roombutter, Roombutter itu pada dasarnya ya butter alias mentega. Tapi di Indonesia -kita tercinta ini- umumnya menyebut mentega yang dikemas dalam kaleng dengan sebutan Roombutter (ini saya malah jarang denger). Roombutter sering juga diartikan dengan butter yang memiliki aroma kuat dan khas.
Namun sebenarnya Roombutter adalah istilah yang dimbil dari bahasa Belanda yaitu Roomboter yang artinya Mentega. 



Jadi, Roombutter is Butter is Mentega ya Moms, dan ini berbeda dengan Margarin atau yang orang jawa sering bilang 'mertego'.

Mentega sendiri terbagi menjadi dua jenis; yang memiliki rasa asin (salted) dari proses penggaraman dan ada juga yang tawar (unsalted) yang tanpa melalui proses penggaraman.
Umumnya mentega yang dikemas dalam kaleng adalah jenis yang salted.

Kemasan dari mentega ini ada dua jenis juga, ada yang dikemas dalam kaleng ada juga yang dikemas dengan kertas berlapis aluminum.

Mentega kemasan kaleng biasanya daya tahan simpan dalam suhu ruangnya lebih tinggi (dengan catatan kemasan belum dibuka ya), itu sebabnya istilah Roombutter lebih diperuntukan untuk mentega dalam kemasan ini, dengan definisi room yang berarti kamar/ruang.
Sedangkan mentega dengan kemasan aluminum foil harus disimpan dalam suhu yang lebih rendah untuk daya simpan yang lebih lama. Hal ini dikarenakan mentega memiliki titik suhu cair yang rendah, sehingga dalam suhu ruang mentega akan mudah meleleh seperti hati saya.
Jadi kalo bungkusnya kertas gitu terus ditaruh di meja, bisa dipastikan dia akan lumer kan?

Merek-merek mentega yang ada di Indonesia antara lain; Wjsman, Elle & Vire, Anchor, Triangle dll. Kualitas dan aroma dari satu merek dengan merek lainnya bisa berbeda tergantung ciri khas dari mana asal mentega tersebut diproduksi.

Sedikit penjelasan juga tentang Margarin aroma Butter. Saya masih sering mendapati para emak yang sering galau dan gagal understanding dengan produk yang satu ini.
Margarin aroma Butter adalah produk Margarin yang diberi tambahan perisa atau aroma Butter. Dalam kemasannya pun demikian disebutkan. Jadi buat yang masih salah kaprah tentang pengertian 'butter' dan 'aroma butter' mohon dibaca lagi dalam kemasannya ya, biar nggak kecewa kalo nanti hasil kue nya tidak sesuai dengan harapan jaya.
Contoh merek yang beredar di Indonesia adalah Blueband Cake & Cookies, Palmia Royal.

Oke mak, segini dulu ya penjabaran Margarin vs Mentega menurut sudut pandang saya. Insya Allah nanti saya posting juga B.O.S atau Butter Substitution Oil, soalnya ini juga banyak yang gagal understanding dalam mengartikannya (termasuk saya dulu) wkwkwk...

Selamat berbaking ria.
Stay healthy stay happy!


- Mak Icik -





2

Steamed Chocolatos Jackfruit Cake

Steamed Chocolatos Jackfruit Cake


Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh

Kemaren pas Car Free Day ke Denpasar (((Denpasar???))) *Plak!* Biasa aja ya, nggak usah kaget dan bilang jauh amat, selow bro!

Jadi sekarang ini keluarga kecil kita (((kita))) lagi demen nih ke Car Free Day. Bukan mau olahraga sih, lebih tepatnya mau olah perut, lho eh...
Iya, ceritanya kan kita lagi menggalakkan program piknik keluarga di akhir pekan, semacam piknik tipis-tipis gitu, biar gak dikira orang sombong ya nggak mau keluar rumah, hweeee...

Nah pas kemaren itu tiba-tiba mata memandang sebuah gerobak yang seolah-olah minta disamperin. Jadilah saya yang pengen dietnya agak gagal ini ya, beli lah sepotong bebek angsa masak di kuali BroJack, alias Brownies Jackfruit atau dalam bahasa indonesia adalah Nangka.

Sebenernya kata Brownies yang digunakan ini sudah agak mengganggu arti "Brownies" yang sesungguhnya ya.
Harap agak dibedakan, "Brownies" yang sesungguhnya adalah cake coklat padat yang konon adalah kue gagal yang tidak mengembang sempurna, tapi juga bukan kue bantat ya. Jadi berbeda ya sama "Brownies" kukus yang ada di Indonesia dan saat ini lagi ngetren iti, karna sebenernya "Brownies" kukus disini adalah Bolu Coklat Kukus biasa.

Jadi Brownies Kukus bukanlah Brownies yang sebenernya ya... It's different!

Oke, balik lagi ke BroJack. Terinspirasi dari itu saya pengen bikin sendiri yang versi ekonomis nya gegara ngeliat si Nangka berseliweran di jalanan pasar.
Soalnya kalo beli khan lumayan ya rogoh koceknya, goceng cuman dapet satu slice tipis. (Dasar emak2 ya, irit!)

Brownies jackfruit atau nangka yang sedang populer di bali
Penampakan 1 slice BroJack seharga goceng
2

Piknik Kecil buat Emak Rumahan

Piknik Kecil buat Emak



Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh

Halo Emak, sudahkah anda piknik minggu ini?


Mungkin masih ada saja ya yang berpendapat bahwa seorang isteri atau emak rumahan itu kerjaannya santai dan leyeh-leyeh aja, jadi nggak butuh piknik, toh nggak stress kerja ngapain piknik?

Saya pernah melihat seorang isteri rumahan yang dari bangun sampe tidur bahkan nggak sempet nyisir rambutnya sampe kusut.

Bangun pagi belanja, mandiin anaknya yang paling kecil, nyiapin sarapan anaknya yang sekolah, nyuci piring, masak, nyuci baju, beresin rumah, nyetrika dan masih setumpuk kerjaan yang seakan nggak ada habisnya.
Yang bahkan malam hari yang adalah waktunya istirahat, masih harus jadi tukang kerik (((kerik))) suaminya yang masuk angin.

Pernahkah dia piknik?


Boro-boro piknik, yang kata suaminya adalah suatu hal pemborosan. Sedangkan makan ke warung sate di ujung gang sana saja bisa dibilang nggak pernah. Alasannya, menurut suaminya makan di warung itu kayak horang sok kaya. Jadi kalo pengen sate ya belinya di bungkus, even itu sepuluh tusuk atau seratus tusuk juga harus dibungkus.
Weleh #tepokJidat hehe...

Jika anda termasuk yang demikian, berati anda harus segera piknik! :D

Piknik itu apa sih?


Piknik yang mau saya bahas ini piknik dengan menikmati suasana di luar rumah aja. Jadi bukan piknik yang harus naik pesawat ke pulau ini pantai itu atau gunung apa, enggak ya.

Saya, sebagai emak rumahan yang setiap harinya berkutat di dapur dan urus bayi, pasti juga jenuh dan bosen. Terlebih lagi sejak kehamilan anak kedua saya menginjak delapan bulan, saya mulai stop naik motor dan kemana-kemana sendiri, hanya hibernasi di rumah aja menanti kelahiran si jabang bayi. 
Kebayang kan cuma makan ama tidur doang kerjaannya hihihi...

Hingga sekarang, yang bahkan si baby girl udah umur setahunan, saya masih banyak berdiam diri di rumah dan nggak pernah kemana-kemana sendiri lho.

Padahal ya, saya sebelumnya kerja di bidang (boleh dibilang) entertainment dan event, yang Alhamdulillah sering ngajak saya parkir ke tempat-tempat bagus dan mewah *sambil kipas-kipas*, tempat dimana saya sebagai orang (yang masih) dari kalangan biasa ini mungkin tidak akan pernah ke sana jika bukan karena alasan kerja. Judulnya sambil bersihin kolam makan es krim khan? (Soalnya saya nggak bisa renang, apalagi menyelam kwekk).

Dulu pernah saya share di blog ini juga tentang perjalanan kerja sekaligus piknik ke Senggigi - Lombok, sambil kerja sambil hepi-hepi traveling tanpa rogoh kocek. Tapi maaf artikel itu sudah saya hapus karena semua fotonya saat saya belum berhijab hehe.... Ngapunten.

Well, kapan lalu saya baca postingan di Facebook, ada temen saya yang share. Postingan itu menceritakan bahwa piknik dengan keluarga itu perlu lho. Dan tidak perlu menunggu kaya.
Beliau (yang posting artikel tersebut) mengatakan bahwa dirinya bahkan tidak punya tabungan banyak, tapi selalu meng-agenda-kan piknik dengan keluarga setiap akhir pekan.
Salah satu alasan yang membuat saya terkesima (aish apa sih) adalah menurutnya jika ia piknik keluarga menunggu kaya, maka saat kaya itu "mungkin" tiba,  anak-anaknya sudah beranjak dewasa dan sudah sibuk dengan urusannya masing-masing.

Dari alasan yang membuat saya terkesima itu pun, akhir-akhir ini kami lagi semangat menggalakkan piknik keluarga di akhir pekan ke Car Free Day.

Alih-alih dompet kami yang (masih) selalu tipis ini ya, jadi pikniknya pun tipis-tipis aja (kayak status pesbuk-nya orang-orang itu lho, tipis-tipis).

Piknik Kecil buat Emak Rumahan
Lapangan Renon - Denpasar

Kenapa Piknik di Car Free Day?


Karena di Car Free Day si kakak bisa bebas main sepatu roda *yang kalo di rumah hanya dipake kalo saya suruh beli kerupuk ke warung kelontong di ujung blok aja*.
Selain main sepatu roda-nya di jalanan aspal yang muluz kayak pipi saya :( pun banyak yang main sepatu roda juga, jadi makin semangat dan hepi khan si kakak?

Piknik Kecil buat Emak Rumahan


Padahal alasan sebenernya ini...

"Berhubung kita selalu kangennya sama gerobak si babang kang bubur hayam, yang mangkalnya juga cuman pagi aja, jadinya kita ambil acara Car Free Day sebagai alternative acara piknik tipis-tipis ini.
Soalnya si babang bur hayam ini lokasinya juga deket banget sama area Car Free Day, gitu..."

Tapi saya lagi nggak mau bahas si Bubur Ayam dulu ya, next time aja, soalnya perutnya suka halu kalo denger kata Bubur Ayam, hahachim..

Alasan kedua-nya adalah si emaknya ini jadi bisa "lupa" sama diet juga, hihi...
Saya bukan orang yang disiplin diet atau Eat clean ya sebenernya, hanya saja saat ini tubuh dan usia saya sudah menunjukan 'warning' untuk penyakit-penyakit yang kebanyakan disebabkan oleh penumpukan asupan makanan, seperti: kolesterol, asam urat dan gula darah (ckckck).

Piknik Kecil buat Emak Rumahan
Credit: mas kakak Rion

Saat ini saya tinggalnya di Tabanan, yang jujur disini nggak ada acara Car Free Day. Jadi kita bela-belain ke Denpasar lho, dengan perjalanan minimal 30 sampai 45 menitan untuk sampai kesana, berangkatnya jam enam pagi, busyettt banget khan?
Iya donk... Sejuknya udara pagi yang membuat kami bersemangat menuju Car Free Day gerobak bubur ayam langganan #tepokJidat.

Ada apa aja di Car Free Day?


Car Free Day ini selain sebagai ajang untuk bisa sehatin badan dengan olahraga, sehatin mata dengan liat yang seger-seger (daun ya), juga sehatin jiwa dengan mengelilingi gerobak-gerobak pedagang kaki lima, hihi...

Piknik Kecil buat Emak Rumahan
Car Free Day Renon- Denpasar

Hampir semua jenis jajanan ada lho di sini, baju anak-anak juga ada, bahkan sampe robot transformer yang kuning unyuk itu ada juga (^o^).

Piknik Kecil buat Emak
With Bumblebee si transformer yang kuning unyuk

Gak punya sepatu roda? Bisa nyewa.
Mau pake skuter, bisa nyewa.

Piknik kecil buat emak
Sewa sepatu roda dan skuter

Mau lupa sama diet? Boleh...
Pokokna mah judulnya piknik aja... Lupakan diet, lupakan hayati saja bang jemuran di rumah.


Piknik Kecil buat Emak Rumahan
Seneng banget pas nemu nasi jagung yang udah lama saya kangenin. Cari aja warung nasi jagung "mak rempong"

Piknik Kecil buat Emak Rumahan
Lumpia khas sanur/Denpasar.
Piknik Kecil buat Emak Rumahan
BroJack alias Brownies Jackfruit a.k.a Brownies Nangka. Ini saya baru tau hehe kupdet ya saya :p


Steamed Chocolatos Jackfruit Cake

Gitu doang jauh-jauh ke Car Free Day?


Hehe... Buat saya, satu atau dua tahun lagi anak bujang saya mungkin udah pra-remaja. Bahkan mungkin udah nggak main sepatu roda. Saat itu bisa saja dia lebih memilih menghabiskan hari libur dengan teman genk mainnya di komplek atau di sekolahnya.

Meski sederhana, setidaknya dia menikmati moment kebersamaan ini. Menikmati main sepatu roda-nya dengan suka cita. Menikmati jajan cilok bersama kami.

Saya berharap di benaknya terlukis bahwa ia pernah jadi anak kecil yang bahagia. Disadari atau pun tidak, kelak lukisan kecil itu yang akan menemani memorinya hingga renta *sok bijak banget yak saya? Plakkk!*

Apapun itu, jangan lupakan tentang berpikir untuk piknik. Piknik juga adalah sebagai wujud syukur dan mencintai, diri dan alam semesta.
Meski sederhana dan samar, piknik juga bisa merubah suasana hati dan cara pandangmu, bahwa dunia ini indah, bahwa dunia ini singkat.

Maka, berbahagia-lah! Dengan caramu, dengan cara keyakinanmu...

Piknik kecil buat emak





Recharge your happiness today!
- Mak Icik -

2

Sayur Kelor si Daun Ajaib

Sayur Kelor si Daun Ajaib


Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh

Ada yang belum tau Daun Kelor?


Saya kenal daun kelor ini setelah pindah ke salah satu kecamatan di Pasuruan, tempat dimana ibuku bertugas membela negara dan bangsa di Dinas Kesehatan level Puskesmas.

Sebelumnya saya yang ikut si Embah di Tuban nggak tau dan nggak kenal apa itu kelor, apalagi Kelor di sayur. Bukan tidak ada kelor di Tuban sih kayaknya, tapi emang mbah saya nggak pernah masak sayur kelor.
Bahkan setelah saya kenal sayur Kelor ini, dan sekarang si embah saya juga ikut pindah ke Pasuruan, pun mbah saya tetap tidak bisa makan sayur daun kelor.

Why?

Itu karena menurut mbah saya, daun kelor identik dengan orang meninggal. 
Konon katanya daun kelor kerap digunakan untuk hal-hal yang berbau mistis dan roh atau apalah gitu deh. Seringkali juga digunakan untuk memandikan jenasah, katanya. 
Makanya beliau pun tidak menganggap sayur daun kelor adalah termasuk makanan yang lazim.

Tapi...
Di Pasuruan, tepatnya di kecamatan Wonorejo tempat jaman kecil saya dulu tinggal. Sayur daun kelor adalah sayur keseharian masyarakat sekitar seperti lazimnya sayur bayam.


Sayur Kelor si Daun Ajaib
Daun Kelor

Cek juga 24 Manfaat Daun Kelor

Pohon Kelor ini bahkan hampir ada di setiap tempat (ini pas jaman kecil saya ya), terutama di lahan-lahan kosong atau kadang juga digunakan sebagai pembatas tanah milik atau pagar hidup di kebun.

Meski demikian, saat itu Kelor tidak dianggap sebagai sesuatu yang istimewa. Bahkan seringkali diidentikkan dengan finansial lemah, seperti saat tanggal tua untuk mengirit uang belanja dan sebagainya.

Eh, tapi ada kebiasaan yang unik juga lho seputar daun Kelor ini.

Di Wonorejo Pasuruan tempat saya dulu tinggal dan tumbuh, ada kebiasaan atau adat dimana saat ada kelahiran, akan diadakan yang namanya "Brokohan".

Brokohan adalah acara makan siang bersama ibu-ibu atau para wanita tetangga sekitar dari orang yang baru saja melahirkan.
Uniknya, menu makan siang ini selalu sama. Yaitu sayur Kelor dan sambal pecelan yang berisi tempe, telur rebus dan ikan asap (hmm saya nelen ludah, swerrr ewer ewer).

Update:
Ini kemaren lagi masak sayur bayem sama pecelan tempe dan telur kukus. Minus ikan asap aja ya, soalnya agak susah disini nyarinya hehe..

Bahan Sambal Kacang:

  • 3 sdm kacang tanah goreng
  • 1 ruas kelingking kencur/cikur
  • Cabe rawit/keriting, goreng layu
  • 1/2 buah tomat, goreng layu
  • Gula dan garam
EKSEKUSI:
  • Uleg semua bahan sambal, tambahi air matang hingga teksturnya pas seperti sambal pecel (tidak encer dan tidak kering)
Sayur Kelor si Daun Ajaib
Pecelan tempe, pasangan serasi buat si sayur bening

Brokohan ini seperti dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran anggota keluarga baru dengan berbagi rezeki (makan) dengan tetangga sekitar. 
Dengan acara ini juga, tetangga sekitar berkumpul dan bersilaturahmi. Memberi ucapan selamat bersama doa-doa yang indah.

Well, terlepas ini bukan budaya dari Agama atau tidak, tapi saya selalu suka dengan menu ini.
Sayur Kelor dengan pecelan tempe (next time saya update ya si pecelan ini xixixi)

Daun kelor yang paling umum, dimasak sebagai sayur bening. Rasanya seger seperti sayur bayam.
Eits, tapi ternyata daun kelor ini kandungan gizinya melebihi bayam lho. Jadi sangat dianjurkan untuk busui dan bayi MPASI maupun anak-anak.
Bahkan konon katanya bagus juga untuk kulit dan diet karena kandungan vitamin C nya yang tujuh kali lipat dari jeruk. 
Wehhh Daebak!

BACA JUGA: Resep Kimchi Porsi Rumahan


Namun, untuk bumil diharapkan lebih berhati-hati saat mengkonsumsi sayur kelor ini, karena dikabarkan konsumsi daun kelor terlalu banyak untuk bumil dapat mengganggu janin.
Entah itu kelor atau apapun, bumil memang sebaiknya berhati-hati dengan asupan ya, dan sebaiknya tidak berlebihan.


Sayur Bening Daun Kelor


BAHAN:
  • 2 genggam daun kelor muda
  • 3 butir bawang merah
  • 1 siung bawang putih
  • 1 ruas jari temu kunci
  • Garam dan gula

CARA MEMBUAT:
  1. Rebus air kira-kira setengah panci kecil, tambahkan irisan bawang, temu kunci dan garam serta gula. Biarkan mendidih.
  2. Masukkan daun kelor yang sudah dicuci. Masak hingga daun lunak. Tes rasa.
  3. Siap deh buat makan siang sama sambal penyetan.
Sayur Kelor si Daun Ajaib



- Mak Icik -


0

Masak seru di SD Islam Tabanan

Masak seru di SD Islam Tabanan


Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh...

Demi memenuhi perkembangan jaman dan mengikuti perkembangan pemikiran "Kids Zaman Now" yang lebih kritis dan tanggap, sebagai emak kita pasti juga mau yang terbaik kan ya untuk buah hati.

Sebagai mana tempat menuntut ilmu, sekolah juga pastinya akan mengikuti perkembangan ini pula. Saat ini sekolahan, bukan hanya sebagai tempat menuntut ilmu akademis saja. Tapi juga merupakan tempat menggali potensi dan pembentukan karakter, yang kini sudah dimulai sejak jenjang sekolah dasar, atau bahkan sejak jenjang lebih awal.

Baru-baru ini di sekolahan si kakak dibentuk paguyupan orang tua/wali siswa untuk setiap kelasnya. Mungkin sekolahan di kota-kota besar atau sekolahan yang lebih modern sudah jauh lebih dulu mengadakan ini ya, dan bahkan kelas satu dan dua di sekolah ini juga sudah diadakan sejak tahun lalu. 
Namun meski 'mungkin' agak terlambat, sebagai orang tua saya tetap senang dan antusias dengan hal ini. 
Tujuan paguyupan wali siswa ini antara lain adalah mempererat tali silaturahmi antar sesama wali siswa, antara wali siswa dan wali kelas dan guru lainnya. 
Seperti ungkapan tak kenal maka tak sayang, maka paguyuban ini pun dibentuk dengan tujuan tersebut.
Sehingga diharapkan dapat memberikan masukan atau kontribusi dalam proses pembelajaran di sekolah.
Begitu katanya bapak kepala sekolah.

Kegiatan paguyuban ini diharapkan dapat mengisi materi ketrampilan atau wawasan lain kepada siswa di luar pelajaran akademis. Dengan harapan, kegiatan ini dapat lebih dalam mengenali potensi siswa. Misalnya memasak, membuat kerajinan tangan, berjualan, atau bidang lainnya.

Pengisi materi itu sendiri pun adalah kami para wali siswa. Misalnya yang orang tua nya adalah seorang tenaga kesehatan, mungkin bisa berbagi ilmu tentang dunia kesehatan. Atau yang mamanya jago jualan, bisa berbagi ilmu dan tips berjualan yang sukses. Begitu juga dengan yang hobi masak dan baking, bisa berbagi pengalaman juga di kelas.

Nah, kemaren hari Jumat itu adalah hari pertama paguyuban kami kelas 5A SD Islam Tabanan. Dan sesuai kesepakatan, untuk pertemuan pertama ini (yang udah ganti jadwal dua kali gegara libur hehe) kami isi dengan kegiatan memasak. Pasti seru dong ya? 

Masak seru di SD Islam Tabanan

Meski ga sesuai dengan rencana awal, yang tadinya acara memasak ini akan diselingi dengan materi gizi dan marketing, ternyata amburadul bin berantakan pemirsah wuekeke.
Ya itu tadi, gara-gara ganti jadwal itu, Ibu bidan sebagai pemilik ide dan yang direncanakan bakal ngisi materi gizi ternyata berhalangan hadir di hari itu karena ada kegiatan lain yang menyangkut kebidanan-nya.

Hari Jumat kemaren itu kami hanya ber-tujuh dari 'seharusnya' tiga-puluh-tiga emak yang bisa hadir. Ada yang berhalangan karena pekerjaan, karna sudah ada janji, karna anaknya sakit atau mungkin juga tidak tahu dengan acara ini karna blm masuk di grup WA nya, entahlah yang ini saya no comment ya.

Well, balik lagi ke acara memasak. Untuk pertemuan pertama ini kita masaknya yang simple aja ya. Dari yang awal idenya "Pizza Mie" sampai akhirnya berakhir dengan judul "Martabak Mie" wkwkwk #tepokJidat.
Tapi tetep tidak mengurangi keseruan kita lho...

Jam sembilan pagi kita mulai beber lapak di dalam kelas. Dibuka oleh BuKet paguyuban dan bapak wali kelasnya, acara pun dimulai. 
Awalnya masih kikuk dan flat, tapi ternyata hampir semua siswa antusias dan mempraktekannya secara berkelompok. Mulai deh kelihatan siapa-siapa yang udah jago masak, yang suka masak dan yang suka makan aja wkwkwk...

Masak seru di SD Islam Tabanan


Dan anak saya sepertinya pilihan yang ke-empat, flat. 


Yang pojokan nih si kakak yang susah pose senyum kalo di poto *geleng-geleng*


Terkahir, setelah acara masak selesai, kita makan bareng deh hasil masakan kita. Alhamdulillah acara yang serba dadakan gara-gara ganti jadwal ini pun selesai dengan senyum sumringah semuanya.
Mungkin masih banyak sih kekurangan kami, tapi untuk hari pertama ini oke lah ya bikin si kakak-kakak hepi, kesian khan kalo dijejali pelajaran muluk xixixi.

Jadi selain menggali potensi siswa, mengajari ketrampilan memasak, juga sebagai refresh buat siswa sebelum ujian akhir semester pekan depan. Semangat yah kakak-kakak (^。^)

Nah, buat nemenin belajar si kakak menjelang ujian, yuk Bunda kita bikinin cemilan biar belajarnya makin semangat.

Resep Martabak Mie Sayur


BAHAN:

  • 1 bks mie telur uk. 200 gram
  • 4 butir telur uk. Sedang
  • 100 gram wortel (boleh diganti atau ditambah sayur lainnya sesuai selera)
  • 1 btg daun bawang pre
  • 50 gram brokoli
  • 8 siung bawang putih, geprek cincang halus
  • 1 sdm bawang goreng
  • 1/2 bks lada bubuk
  • 1 sdt gula & garam
  • 4 bh Sosis @ potong 4 dan belah empat diujungnya.
  • Saus sambal/tomat dan mayonnaise

CARA MEMBUAT:

  1. Rebus mie telur setengah mateng, lalu bilas untuk ngilangin bau apeknya. Tiriskan.
  2. Tumis bawang putih hingga layu dan harum. Sisihkan.
  3. Potong wortel kotak kecil. Iris bawang pre. Siangi brokoli dan potong per kuntum kecil. Sisihkan.
  4. Kocok lepas telur, tambahkan bumbu, bawang putih, bawang pre, bawang goreng dan wortel. Terakhir masukin mie dan aduk rata.
  5. Cetak adonan dengan Snack maker yang sudah dipanaskan terlebih dahulu.
  6. Beri hiasan sosis dan brokoli. Saus dan mayonnaise juga boleh disiramkan pada tahap ini ya.
  7. Panggang dengan api kecil sekitar 15 menitan atau hingga bagian bawah dan samping adonan kecoklatan.
  8. Angkat dan dinginkan.
  9. Enjoy


Gampang banget khan? Yuk cobain...

Masak seru di SD Islam Tabanan
Mau yang lebih praktis dengan Mie Instant? Cek disini



Happy cooking...

- Mak Icik -
0

CERDIK Mendongeng bersama So Good

 CERDIK Mendongeng bersama So Good



Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh,

Halo Bunda, ada nggak ya bunda-bunda yang pernah ngalamin susah mendongeng seperti saya? Iya, saya ini termasuk emak cerewet yang susah mendongeng, lho #tepokJidat.

Dulu, duluuuu banget waktu masih gadis (((gadis?))), saya cita-citanya sih pengen jadi ibu rumah tangga yang baik (dan benar) aja, gitu. Yang dua-puluh-empat jam ada bersama keluarga tercinta dan stand by untuk anak-anak saya.

Bayangannya (jaman itu) kalau punya anak, anak saya bakalan saya dongengin sebelum bobok, kayak di cerita-cerita keluarga harmonis gitu deh.
Kenyataannya, waktu si sulung lahir (padahal perasaan udah siap lahir batin nih ya mau nge-ndongeng) lha kok saya-nya mendadak yang gagap gitu pas mau mulai mendongeng *ealah mak* #tepokJidat lagi. 

Aslinya saya ini memang suka nggak PeDe kalo disuruh bercerita atau mendongeng gitu (beda ya sama berceritanya pake ngetik hihi).
Apa boleh buat, saat itu yang saya memang belum mampu dan tak tau kemana harus melangkah mencari buku dongeng (secara kan dulu saya tinggalnya di kampung. Actually sekarang juga masih belum tinggal di kota kota amat sih, wekss).
Pun kalau punya buku dongeng, lalu siapa yang akan mendongeng? Lha saya-nya kan yang emang nggak PeDe bercerita. Ayahnya? Apalagi, huehehe... (halo Ayah!).

Padahal menurut artikel yang pernah saya baca, mendongeng untuk si buah hati sejak dini (bahkan sejak masih dalam kandungan) itu bagus lho Bund!
Antara lain: melatih si kecil untuk mendengar, mengerti dan mengingat.
Dengan kegiatan mendongeng, kita dapat merangsang daya kreativitas si kecil *emaknya juga sih kayaknya hehe*.
Dengan banyak mendengar pun si kecil akan menyerap lebih banyak perbendaharaan kosakata, sehingga lebih mudah untuknya belajar berbicara.
Begitu juga dengan kemampuan emosional dan berinteraksi si kecil akan lebih terstimulasi dengan baik dengan kegiatan mendongeng ini.
Dan tentu saja, dengan mendongeng dapat mempererat hubungan emosional si buah hati dengan kita sebagai orang tuanya bukan?

Nah khan, sebegitu banyaknya manfaat mendongeng telah saya buang sia-sia hanya karena tidak pandai bercerita. Rugi? Buat saya, YES!

Terus gimana dong???

No worries Bunda! *Senyumnya lebar nan sumringah*

Kemaren nih ya saya kan lagi belanja Nugget sama Sosis So Good, ini juga termasuk daftar belanjaan yang hampir wajib ya buat saya, mengingat saya suka mendadak nggak sempet males masak (eitss... jangan tepok jidat lagi ya, sakit jidat saya 😜). Eh ternyata ada hadiah kerennnn-nya lho Bund!

Iyes, setiap pembelian produk So Good siap masak seperti Bakso, Nugget, Stick, Seafood, Shaped Nugget, Whole Muscle dan Sausage kemasan 400 gram, berhadiah kartu cerita digital interaktif So Good CERDIK.

So Good CERDIK
So Good Chicken Nugget kemasan 400 gram berhadiah Kartu CERDIK di dalam kemasan

Apa sih Kartu cerita So Good CERDIK itu?


Kartu cerita So Good CERDIK adalah Kartu Cerita Digital  Interaktif yang digunakan sebagai pendukung Aplikasi So Good CERDIK. Aplikasi ini menggunakan teknologi Augmented Reality atau disingkat AR yang konon adalah teknologi yang lagi nge-hits saat ini.

Kartu So Good CERDIK
Kartu So Good CERDIK dengan Frame gratis dari So Good

Aplikasi So Good CERDIK sendiri bisa di download di Google Play ya Bunda. Cara mainnya pun seru dan mudah banget. Cukup dengan membuka aplikasinya lalu men-scan atau mengarahkan kamera ponsel yang digunakan ke arah gambar di Kartu So Good CERDIK, mulai deh acara mendongeng nya.

Aplikasi So Good CERDIK

Selain gambar yang bergerak dan lebih menarik untuk anak-anak, juga membuat kita seperti ada yang nemenin bercerita biar lebih percaya diri (ini untuk yang suka nggak PeDe kayak saya ya).
Seru khan? Ya khan? Ya khan? Lah si sulung aja juga jadi suka sama dongengnya So Good CERDIK ini hihihi...


Aplikasi So Good CERDIK

Saat AR nya di non-aktifkan maka Kartu bisa diletakkan bunda, namun gambar di layar ponselnya tetap bisa digerak-gerakkan hingga 360 degree lho. Hmmm seruuuu banget! Penasaran?

Eitts, anyway boleh nggak sih anak-anak main gadget?

Dari artikel yang pernah saya baca (lagi), menjelaskan bahwa sebaiknya membatasi anak-anak usia dini dalam bermain gadget secara terus menerus, dan hanya diperbolehkan maksimal 1 hingga 2 jam saja per hari.

Dalam artikel lain yang juga pernah saya baca juga, anak-anak hanya diperbolehkan menggunakan gadget maksimal 45 menit dalam sekali permainan dan istirahat dari gadget untuk minimal dalam 2 jam berikutnya.

Jadi kalo menurut saya, kesimpulannya, boleh kok anak-anak bermain dengan gadget selama itu terkontrol waktu maupun kontennya. Karena bagaimanapun juga mereka terlahir dan tumbuh di jaman di mana gadget adalah gaya hidup dan teknologi yang memudahkan mobilitas kita di Jaman Now. Agar mereka juga tidak gaptek ya kelak wuehehe...
Tapi tetap ya, dengan batasan konten juga Bunda.

Well, berati boleh juga dong ya anak-anak kita melihat dan mendengarkan cerita menggunakan gadget seperti dalam aplikasi So Good CERDIK ini. Tentunya dengan didampingi orang tua dan terkontrol waktunya juga ya Bunda.

Buat saya sih ini sangat membantu saya yang tidak jago mendongeng. Cukup dengan menemani mereka dan menunjukan hal yang mereka tidak mengerti, serta dapat menyisipkan nasehat-nasehat kecil di sela-selanya.
Selain itu anak-anak juga lebih cepat memahami cerita dengan ilustrasi gambar yang bergerak itu.

Mendongeng bersama So Good CERDIK


Dan tentunya menjadi waktu kebersamaan yang mereka tunggu, karena saya pribadi memang membatasi anak-anak bermain gadget, termasuk kepada si sulung, hihi...

Mendongeng bersama So Good CERDIK

Mendongeng bersama So Good CERDIK
Kakak jadi ikutan kepo pas bunda lagi nyobain Aplikasi So Good CERDIK :)

Nah, buat bunda-bunda yang masih nggak pede untuk bercerita dongeng dengan si kecil (macam saya ini 😭) boleh deh cobain pake Aplikasi CERDIK (Cerita Digital Interaktif) dari So Good ini. GRATIS Lho!
Cukup dengan pembelian produk So Good siap masak (Bakso, Nugget, Stick, Seafood, Shaped Nugget, Whole Muscle, Sausage) kemasan 400 gram, dan dapatkan  GRATIS Kartu digital story interaktif di dalamnya.
Lalu download apkikasinya di smartphone Bunda secara GRATIS!! Juga. Yeayy... *Plok plok plok*

Hmmm well, buat Bunda yang lagi bingung nyari konten gadget apa buat si kecil, So Good CERDIK ini juga bisa dijadikan sebagai pilihan yang tepat kan Bunda?
Seri dongengnya juga banyak lho.
Eh, selain itu ada resepnya juga nih Bund di Aplikasi So Good CERDIK ini. Pas deh buat contekan bekal si kakak ke sekolah xixixi....

Menu pilihan pada aplikasi So Good CERDIK
Pilihan resep di layar Aplikasi So Good CERDIK


So, dapet Nugget nya yang praktis dan enak, dapet cerita dongengnya yang seru, dapet juga resepnya yang menggugah selera. Kurang apalagi coba?

So good CERDIK dan nugget
Buat bekal Kakak tinggal goreng

So good nugget goreng
Buat cemilan pas hujan juga tinggal goreng

Olahan nugget
Atau mau dibikin gini? Cek Resepnya DISINI

Seru khan mendongeng kekinian jaman now nya?
Yuk ah kumpulin koleksi Kartu CERDIK nya dan mainkan keseruan dongengnya.

Buat bunda-bunda yang sudah menikmati serunya aplikasi ini bersama si kecil, yuk bagikan cerita Bunda dan ikutin "Lomba Foto Bercerita So Good CERDIK" yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak-emak Blogger (KEB) dan So Good.

Blog competition yang diselenggarakan oleh so good dan keb

Cek info lengkapnya disini ya:
Lomba Foto Bercerita So Good CERDIK.
Lombanya hanya sampai 30 November 2017 ini aja lho... So, buruan!

CERDIK Mendongeng bersama so good



Salam dongeng,
- Mak Icik -


5

Top Search

New Entry

design by Helplogger

Related post

Author



Saya bukan good writer, juga bukan good blogger, apalagi baking master,,, saya hanya emak-emak berdaster yang sering lupa kalo umurnya udah tua dan anaknya udah dua
(^。^) 

Yuk kenalan disini






"Berbagi-lah hal yang bermanfaat untuk orang lain meski itu kecil, Insya Allah akan memberi manfaat lebih untuk mu meski itu kelak"

- Sera Wicaksono -

Community