Menu

Soup - yang gampangnya dibaca sup ini adalah kuah gurih dengan sayuran di dalamnya. Kalau di Indonesia, sup biasanya identik dengan sayur "sop". 
Nah, kalau sup yang kental? Pasti ngebayanginnya ala kebule-bulean yang adanya cuman di restoran, iya kan? 


Cara sederhana membuat sup ayam jagung yang kental dan gurih


Assalamualaikum,

Kebetulan sekarang di Bali sedang dingin, hingga mencapai 25-24°C pas pagi hari. Buat saya segitu lumayan dingin, sih. Soalnya di Bali biasanya panas, sekitar 30-32°C.

Meskipun kalau lagi panas-panasnya, AC pasti dinyalain juga, di suhu di bawah 25°C juga. Tapi kalau pas suhu asli segitu, kok berasa dingin banget ya, hehehe.

Kemarin sempet ngoprek-ngoprek resep yang belum terjamah, salah satunya adalah resep Sup Ayam jagung ini.
Padahal resep ini sudah masuk dalam daftar resep yang kudu dicoba sebelum bulan puasa kemarin, karena rencananya mau saya pakai buat menu sahur atau berbuka saya.

Iya, saya ini golongan emak gampang merekah kalau kebanyakan makan nasi, apalagi di jam-jam rawan. Jadi memang harus ekstra nahan godaan kalau sedang puasa.

Resep ini saya recook dari resepnya bunda Dzulkhulaifah yang judul aslinya "Bubur Jagung".
Tapi nggak tau kenapa, saya lebih suka menyebutnya sup ayam jagung saja, biar gimana gitu, hahaha.

Pas banget deh, ya.
Dingin begini nyeruput sup hangat nan gurih, hmmm kebayang kan gimana lumernya?

Yuk ah langsung saja kita eksekusi!



BACA JUGA: Singkong Thailand ala Ambassador Mall


***

RESEP SUP AYAM JAGUNG KENTAL

(Untuk 6 porsi)

BAHAN:

  • 250 gram daging ayam bagian dada.
  • 2 butir telur ayam.
  • 1 batang besar wortel.
  • 1 mangkok kecil jagung manis pipil.
  • 1 buah bawang bombay uk. Sedang.
  • 3 buah bawang merah.
  • 3 siung bawang putih.
  • 1 ruas jahe, geprek.
  • 2 lembar daun bawang/bawang pre.
  •  Secukupnya lada, garam dan gula.
  •  Margarin untuk menumis.
  • 5 sdm tepung maizena.
  • 1500 ml air


CARA MEMBUAT:

  1. Siangi ayam dan potong dadu. Saya membuang semua bagian kulit dan lemaknya. 
    Potong dadu daging ayam
  2. Rebus ayam dengan jahe dan garam. Tulangnya saya ikutkan rebus juga, karena sugesti saya hal itu bisa menambah tingkat kegurihan kaldunya. Setelah matang, tulangnya bisa disedekahkan ke kucing liar yang suka nyuri ikan. Soalnya kalau mentah dia nggak mau makan, hehe. 
  3. Sementara itu, potong dadu wortel dan cincang semua bawang-bawangan.
  4. Masukkan wortel dan jagung.
  5. Tumis bawang-bawangan dengan margarin, atau bisa juga dengan minyak goreng. Tapi untuk aroma yang lebih menggoda, saya menyarankan dengan margarin. 
    Tumis bawang-bawangan lalu tuang ke dalam sup
  6. Tuang tumisan bawang ke dalam kuah rebusan. Tambahkan merica bubuk dan sedikit gula.
  7. Koreksi rasa dan kematangan bahan. Jika sudah oke kecilkan api dan masukkan daun bawang pre yang sudah dipotong.
  8. Kocok kepas telur lalu tuang ke dalam sup. Tambahkan juga tepung maizena yang sudah diencerkan dengan kurang lebih segelas air. 

  9. Siap deh sup kentalnya.



***



Sup kental ini cocok banget disandingin sama roti panggang yang gurih, umumnya dimakan sama garlic bread.
Atau juga bisa dijadikan sebagai Sup untuk "Zuppa Soup" dengan pastry diatasnya. Hmmm, lezat deh pastinya.

Akan tetapi, karena saya sedang tidak ready kulit pastry, juga tidak punya si roti panjang ala perancis buat dibikin garlic bread.
Yasudah, tak ada rotan roti tawar pun jadi haha.


Cara membuat garlic bread abal-abal dari roti tawar:

  • Potong roti tawar sesuai selera.
  • Olesi dengan butter atau margarin, taburi garam halus, bubuk bawang putih, dan daun rempah seperti oregano, basil, parsley atau seledri juga bisa.
  • Oven dengan suhu 200°C selama 10 menitan. Atau bisa juga dipanggang dengan teflon.

Sup ayam jagung



- Mak Icik -

0

Ada yang pernah dapat iming-iming voucher gratis dari travel club?

Atau anda sedang galau karena baru saja dapat telfon undangan untuk mendapat voucher nginep gratis?


Bingung antara senang, penasaran dan takut ini penipuan?


Saya baru saja mengalaminya, simak yuk cerita lengkap saya!



***


Dibalik voucher menginap gratis dari travel club


Dibalik voucher gratis dari travel club dan penipuan
Ilustrasi. theboardgamehut.co.uk


Assalamualaikum,

Salam dulu ya biar lebih afdol, karena alhamdulillah saya masih tetap muslimah -yang baik dan suka mendoakan kebaikan- aamiin. Hehe.

Postingan ini mungkin keluar dari niche blog saya, tapi gapapa lah, saya cuma ingin sharing pengalaman saya saja.
Karena sepertinya banyak yang mengalami kejadian ini, dan bisa jadi akan ada lagi yang mengalami hal serupa. Eh tapi semoga jangan, deh.

Makanya saya merasa sepertinya perlu untuk mengunggah tulisan ini juga, siapa tahu dan semoga bermanfaat.


• Berawal dari telepon

Sore itu, yang masih panas sih kalau di Bali, ya. Ponsel saya tetiba berdering.

Kebetulan pak suami baru pulang kerja dan si baby Rara baru bangun dari tidur siang kami, iya kami, karena posisi saya juga masih baring-baring malas di tempat tidur.

"Tolong dong, yah!" Pinta saya pada pak suami kala itu.

Kemudian pak suami pun dengan sangat ikhlas mengambilkannya untuk saya.
Alhamdulillah sih ya kalau untuk urusan kesabaran, suami saya ini stoknya banyak. Sabar banget ngadepin isteri manja kayak saya ini, wkwkwk.

Tapi itu bukti sayang dia kepada saya dong pastinya, ehem.

Oke, balik ke telepon tadi.

Saya yang saat itu baru bangun tidur, sebenarnya sih agak malas mau angkat telpon yang ternyata berawalan 021.
Bukan apa apa sih.
Soalnya, dulu dulunya, yang nelpon saya dengan nomor berawalan 021 itu 95% dari asuransi kartu kredit.

Tapi karena si kartu kredit sudah saya kubur, jadi yasudahlah saya angkat saja siapa tahu panitia lomba blog mau ngumumin kalau saya pemenangnya. Aamiin *plusngarep.

Setelah saya angkat dengan suara yang agak parau, kemudian si mbak-mbak di telpon tersebut nerocos menjelaskan yang menurut saya nggak jelas.
Karena saya juga baru bangun, jadi masih loading juga otaknya.

"Perkenalkan saya xxx dari xxx bla bla bla..." Kira-kira begitu kalimat awal si embak.

Kalimat paten bagi sales alias marketing atau apalah sebutannya.
InsyaAllah saya agak hapal, karena saya juga pernah jadi sales meskipun gagal *wkwkwk.

Next.


Ilustrasi. m.inponsel.co.id


• Mulai terpengaruh dengan telpon

Sampai pada kalimat, "ibu mendapat voucher menginap gratis selama 3 hari 2 malam"

Telinga saya agak mulai respon nih kalau denger ada yang gratisan, hehe, yang sudah jadi emak pasti paham perasaan ini.

Tapi saya masih selow.

Masa iya, enggak ada angin, enggak ada petir, bisa dapet nginep gratisan di hotel. 2 malam pula.

Saya dengerin dan iya iyain aja apa kata si embak di telpon. Sambil otak saya mulai jalan-jalan.

"Lumayan nih"

"Hoax gak ya?"

Saya mulai bangkit dari kasur dan konsentrasi dengan perkataan si embak nya.

Saya nanya, "dapat referensi nama saya dari siapa ya?"

Si embaknya jawab, "mungkin ada teman ibu yang merekomendasikan ke kami, ibu"

Alus banget jawaban si embak. Yasudahlah kita ikuti saja sampai sejauh mana.

Intinya harus tetap fokus!

Sejauh tidak meminta no KTP, atau no kartu kredit atau no rekening, apalagi no suami, saya ikutin saja.
Yang penting fokus dan tetap sadar!

Dan bla bla bla, saya dan suami diminta hadir untuk pengambilan voucher menginap tersebut pada hari H di hotel xxx di daerah Tuban deket bandara Ngurah Rai.
Dengan syarat harus mengikuti seluruh sesi acara selama 90 menit.

Semudah itu?
Oke, saya iyain aja.

Si embak nya memastikan kalau saya dan suami pasti bisa hadir, saya jawab iya.
Dari dua pilihan jam yang ditentukan, saya ambil yang sesi jam 3 sore.

Saya pun menjawab beberapa pertanyaan si embak itu, antara lain:
  • Nama lengkap saya dan suami, ini nanti dipakai saat reservasi karena harus sesuai KTP. Ok!
  • Umur saya dan suami. Ok!.
  • Alamat. Ok!

"Baiklah ibu, nanti saya kirim undangannya melaui WA ya ibu?"
Dan telpon pun di tutup dengan hati saya yang masih sumringah campur agak worried.

Sebenarnya dalam hati saya bertanya.
"Kok WA sih? Harusnya kan E-mail, ya?"

Tapi saya berusaha untuk tetap positive-thinking aja. Ya kali undangannya kan bisa dalam bentuk file gambar, bisa di WA dong ya.
Hari gini kan apapun lebih gampang by WA.


Ilustrasi. era.id


• Mulai mikir ini penipuan!

Saat itu hari minggu sekitar jam 5 sore waktu Bali.
Saya mulai mikir, kantor apaan sih minggu sore gini nelponin orang cuman buat ngasih voucher gratisan.

Gratisan lho ya!

Kalau jualan sih okelah, namanya juga kantor travel, bisa jadi memang nggak ada hari libur. Kan yang diurusin orang liburan.

Saya mulai buka Google, mau searching, tapi bingung mau masukin keyword apa. Nama travelnya yang tadi disebutin lupa.
Dan nggak kepikiran buat masukin keyword voucher gratisan.

Akhirnya dengan santainya saya masukin nomor telpon 021 tadi, dan eng ing enggg...
Hampir semua halaman teratas itu menyebutkan penipuan, penipuan, penipuan.

Yowes pasrah! Gagal dapat voucher nginep gratis.

Sampai sejam belum juga ada indikasi WA dengan konten undangan tersebut.
Dua jam, tiga jam, empat jam, sampai mau tidur, belum ada juga.

Oke lupakan saja! Mungkin embaknya sadar kalau saya tidak recommended untuk dikasih voucher gratisan.


• Undangan yang akhirnya saya terima

Senin siangnya, ternyata si embak kemarin itu WA dan ngirim undangan yang cuman diketik doang pakai WA, *yaelah apaan sih ini?!

Saya minta dikirimin undangan lewat email juga.
Maksud saya agak memastikan sejauh mana kepropesionalannya.

Soalnya, dalam undangan tersebut menyebutkan alamat kantor, no telepon, alamat website dan bukan web gratisan, lho!
Alamat E-mail nya juga pakai hosting, nah lho, beneran nggak sih ini.

Sejauh ini saya kembali fifty fifty, dari yang gara-gara undangan by WA tadi sempet ngedrop.

Saya tiba-tiba inget temen saya, yang kebetulan Blogger juga, senior.
Saya coba nanya, barangkali apa beliau ini yang merekomendasikan nama saya.
Kalau iya, insyaAllah saya nggak perlu worried ini penipuan lagi dong ya.

Ternyata beliau menjawab sebelum saya bertanya, wkwwk.

Saya baru nanya begini, "mbasay, ada rekomenin namaku buat ke travel atau semacamnya gitu nggak?"

Dan jawaban beliau, "ohh, itu nanti kamu bakalan diprospek buat jadi membership-nya"
bla bla bla dan beliau menjelaskan kalau dia juga pernah mengalami hal serupa. Tapi bukan beliau yang merekomendasikan, sih.

Kebetulan saat itu beliau tidak join, tapi tetep dapet voucher. Dan voucher itu pun bisa dipakai!
3 hari 2 malam. Ini menurut penuturan beliau.

Jadi intinya, kalau saya mau dapat si voucher gratisan itu, saya dan suami memang harus datang dan mendengarkan pencerahan selama 90 menit nantinya.
Tapi katakan NO! Di akhir sesi pencerahan itu tadi.

Ini point penting!

Sampai sini saya agak lega. Untung saya nanya.


***


H-1 si embak telemarketing itu WA saya lagi, ngasih gambar hotel yang harus saya datangi besoknya. Sayangnya, gambar yang dikirim ke saya itu hanya gambar animasi, serupa gambar rumah di baliho property.
Bukan foto realnya.

Alhamdulillah sih, gini gini saya pernah lah kalau cuma masuk ke hotel bintang bintang di Bali.
Biar kata saya cuma buruh event doang, yang masuknya kebanyakan lewat loading dock, wkwkwk.
Apalagi kalau event nya di resort, saya bagaikan jarum ditumpukan jerami.

Yasudah saya iya iyain aja.
Dikirimin Google Map nya juga, oke.


Ilustrasi. harian.analisadaily.com


• Hari H yang mendebarkan

Sampailah kita pada hari H.

Paginya saya udah pesenin anak saya untuk ijin pulang sekolah lebih awal.
Anak mbarep saya ini kelas 6 SD dan masih anget-angetnya tahun pelajaran baru.

Suami juga sudah saya pesenin, pokoknya jam 1 tet! Kita sudah harus jalan.
Karena estimasi perjalanan yang lumayan jauh dan pasti macet.

Sebelumnya, sebelum saya berangkat. Si embak telemarketingnya WA lagi, menginformasikan kalau nanti saya ditanya atau disuruh ngisi form, harus bilang sudah pernah ke luar negeri.
Ke Singapore dan Malaysia.

Ini karena kemarin pas ditanya saya bilang belum pernah.

Duhh, saya harus bohong ya?
Saya aamiin kan saja deh.

Saya mikirnya gini, mungkin si embak telemarketing ini juga ditarget harus ngumpulin sekian orang untuk digiring ke "kandang eksekusi" yang nantinya bakalan "digarap" sama sales eksekutornya.

Oke, saya iyain saja.

Saya pun dikasih kerpekan form yang nanti bakalan saya isi.
Yang isinya antara lain:
Nama, umur, pernah atau tidak jalan-jalan ke luar negeri, berapa budget yang dihabiskan untuk traveling, jenis kartu kredit yang digunakan, dst.

Di awal sudah saya jelaskan, kalau saya sudah tidak ada CC alias kartu kredit, yang ketika kehadiran tersebut sebenarnya wajib ditunjukan.
Alasannya sebagai bukti untuk sponsor saja.

Lalu si embak nya bilang, "enggak apa-apa ibu bilang saja kalau CC nya hilang, boleh dibawa saja buku panduannya"

Akhirnya saya bawa saja surat pengiriman kartu kredit saya itu, karena cuma itu saja yang tertinggal. Kartunya sudah dipotong dan hilang entah kemana, karena sudah saya tutup akunnya pasca saya belajar berhijrah.
Semoga tetap istiqomah ya, aamiin.

Last minute sebelum saya berangkat, saya masih sempetin nanya ke temen saya yang Blogger itu. Buat meyakinkan diri aja sih, dan beliau mengatakan untuk santai saja dan nikmatin rules nya. Pura-pura aja seperti tidak tahu tujuan mereka.

Setelah selesai sholat dzuhur, kami pun berangkat. Tak lupa berdoa minta perlindungan.


• Drama pertama

Saya sudah sampai di Lobby hotel TKP, dan masih dibimbing si embak telemarketing tadi menuju ke lokasi "kandang eksekusi".

Dan ketemulah saya dengan meja resepsionis acara travel tersebut. Seperti pada umumnya, ada embak yang standby disana.
Pas saya menuju ke meja, si embak nampak sedang menerima telpon dan paham tentang akan adanya kedatangan saya.

Asumsi saya, si embak telemarketing tadi lah yang menelpon dan memberitahukan tentang kehadiran saya.

Saya pun duduk di kursi yang ada didepannya meja resepsionis yang telah tersedia. Ada dua kursi, karena sesuai undangan harus suami dan isteri.

Dalam bayangan saya, acaranya bakalan kayak seminar atau acara MLM gitu.
Dimana kita, para undangan duduk manis mendengarkan penuturan para narasumber dan diselingi acara coffee break.
Seperti yang tertulis di undangannya, yang menyebutkan acara "pameran galeri hotel".

Setelah berbasa basi, si embak resepsionisnya meminta saya untuk mengisi form.

Di sebelah meja resepsionisnya ini ada seperangkat sofa empuk. Saya mempersilahkan anak sulung saya, suami saya dan anak bayi saya untuk duduk disitu saja.

Suami saya ini orang nya memang polos, jadi biarkan perdana menteri saja yang menghandle.
Walaupun sebelum berangkat tadi semua sudah saya briefing, ya. Termasuk anak sulung saya. Yang girang banget dia dapat jatah "diem aja" yang penting main game.

Saya pun mengisi form sesuai kerpekan yang dikirimin telemarketing nya tadi. Kemudian dimintain KTP untuk menunjukkan bahwa kami suami isteri.

Kemudian dimintalah juga menunjukkan credit card. Nah ini dia.

Saya sih polos saja, saya keluarin kertas surat tadi. Sesuai arahan mbak telemarketing. Yang dia bilangnya hanya menunjukkan logo Visa atau MasterCard sebagai bukti untuk sponsor saja.

Dan surat itu sebenarnya juga menunjukkan bahwa saya "pernah" memiliki CC tersebut. Karena ada nama lengkap, no CC, jumlah limit, dsb

Mba resepsionisnya mulai bingung.

Ilustrasi. harianpost.co.id


Saya polos saja.

Dari awal, kalau memang kami nggak jadi dapat voucher nginep gratis juga nggak apa-apa sih. Anggap saja sebagai pengalaman, sekalian jalan-jalan.
Karena setelah diingat-ingat, ternyata hampir dua tahunan ini kami tidak main ke sekitaran Kuta. *Jangan ketawa.

KTP dan surat cinta kartu kredit tadi dikembalikan lagi sama mba resepsionis.

Kemudian dia nanya lagi, ada kartu debit?

Iyes "debit",
yang langsung nyangkut di pikiran saya adalah kartu ATM B*CA.

Saya bilang udah nggak ada. Karena memang sudah saya tutup.

Mbak nya nanya lagi, "selama ini kalau untuk pembayaran pembayaran pakai apa?"

Saya bilang, "owh iya ada pakai atm B**"

Kemudian saya pun diminta menunjukkannya.

Tanpa pikir panjang sih sebenarnya saya sudah mau menunjukkan saja, kebetulan dompet si bapak juga sudah di tas saya.

Ini yang harus segera dikendalikan ya, INGAT!


• Pertolongan Allah itu nyata

Alhamdulillah, Allah menjaga kami.

Ternyata, kartu ATM kami ketinggalan di saku jaket pak suami dan ditaruh di jok motor.
Semua rekening bank konvensional kami sudah kami tutup dan hanya menggunakan satu rekening bank konvensional tersebut saja untuk transaksi.
Semata-mata karena demi memudahkan transaksi saja.

Sedangkan satu lagi rekening lainnya tidak bisa sembarangan debit, jadi saya tak perlu menunjukkannya juga.

Mba nya kelihatan bingung, dan pamit mau konsultasi dulu.
Saya masih lempeng aja, santai.

Kemudian saya pun pindah duduk di sofa empuk dan gabung sama suami dan anak-anak saya.

Tak lama berselang, datanglah si mas mas kemayu memperkenalkan diri lalu menunjukkan voucher menginap gratis yang nantinya akan diberikan kepada kami sebagai ucapan terima kasih karena telah bersedia hadir dalam acara tersebut, katanya.

Dengan syarat, harus mengikuti acara selama 90 menit, terhitung sejak kami masuk.


• Drama eksekusi

Masuklah kami ke "kandang eksekusi" yang ternyata diluar ekspektasi saya.
Di dalam ruangan tersebut hanya ada sekitar lima hingga tujuh meja dengan masing-masing empat kursi yang mengitarinya.

Di sebelah kiri ada meja dan beberapa printer dengan dua mbak-mbak yang menjaganya. Yang mukanya agak ditekuk.

Kemudian ada Laptop, kayaknya, tapi harusnya iya. Karena di dalam ruangan itu musiknya lumayan keras. Sebelahnya meja operator itu ada deretan kursi yang ditata memanjang, mungkin tempat para eksekutor duduk.

Dahi saya mulai mengkerut, "kok kecil gini ya? Mejanya cuma segini berati undangan nggak banyak, dong"

Tapi lagi-lagi saya kembali berpikir positif saja. Walaupun aseli saya grogi.


Ilustrasi. dictio.id


Intinya, santai dan tetap sadar. Jangan lupa to say No! Di akhir cerita.
Cuma itu yang jadi pegangan saya dan suami. Sesuai arahan teman saya.

Saya ambil meja di paling pojok.
Suami dan anak sulung saya sudah duduk menghadap tembok, saya ambil duduk menghadap depan.
Kemudian si mas eksekutor tadi mendatangi meja kami dan meminta tukar posisi duduk dengan saya, saya diminta menghadap ke tembok, ke dirinya.

Oke. Saya iyain aja.

Orang marketing pasti tau ya ini tujuannya apaan? Biar kami hanya fokus ke dia, tentunya.

Mulailah si mas eksekutor tersebut berbasa basi dan bercerita kesana kemari.

Kami iya iyain aja.

Mulai dari cerita kecil di brosur hingga membuka kamus handbook andalannya, yang isinya foto-foto keindahan luar negri.
Pamer foto-foto di hape juga, nunjukin member yang ini dan yang itu. Pamer foto yang katanya waktu dia ke jepang juga, atau dimanalah itu.
Tapi ada fotonya dia atau enggak juga saya nggak terlalu merhatiin, sih.

Yang saya tanam cuma satu, say No diakhir cerita cinta kita heya heya wo o o o *kahitna buk?

Saya fokus ke matanya, pura-puranya saya tergiur gitu. Pas saya natap ke dia, matanya malah di melotot-melototin.
Owh, mungkin ini yang disebut hipnotis.
Itu sebabnya, ada yang bilang jangan tatap mata orang yang belum anda kenal.

AC mulai terasa banget dinginnya. Saya menangkupkan kedua tangan saya di balik hijab saya.
Dan sepertinya dia membaca gerak tubuh saya, dia pun segera meminta rekannya untuk mematikan AC saja. Karena sepertinya dia juga menggigil.
Kebetulan beberapa hari ini Bali memang lumayan dingin.

Sampai di tengah-tengah perjalanan "eksekusi" itu, tiba-tiba malah dia yang seperti hopeless.

Lha gimana enggak?
Saya Credit card nggak ada, kartu ATM nggak bawa, M-banking nggak aktif.
Tapi dia tetap melanjutkan sih. *Ini yang bikin saya kasihan, dan ingat betapa beratnya perjuangan seorang sales, hehe.


Lanjut mang...


Setelah pertanyaan, penjelasan dan lain sebagainya tersebut. Yang intinya adalah kita disuruh join untuk jadi membershipnya, dengan biaya:
  1. Annual maintenance yang dibayarkan setelah tahun ke-2, karena tahun pertama Gratis! Tapi harus bayar fee setelah tahun ke-2 hingga tahun ke-22 masa keanggotaan kita. Ewww. Kalah lah itu cicilan KPR..
  2. Join fee dengan biaya yang entah berapa karena tidak disebutkan berapa nominalnya, katanya yang tahu adalah bagian finance.

Hmm, sales nggak tahu harga produk? Nggak mungkin dong ya.

Anehnya, ketika saya kepoin lagi tentang harganya berapa, malah dia nanya balik ke saya berapa budget yang saya mampu keluarkan.

Hlah???

Dannn, join member VIP dengan segudang manfaat dan kebaikan yang dijelaskan selama satu setengah jam penuh tadi hanya berlaku "TODAY!"


Ilustrasi. navalwiki.info


Iyes,
hanya berlaku hari itu juga, detik itu juga sebelum anda meninggalan "kandang eksekusi".

That's why, kita diundang berdua dengan suami. Karena tidak akan ada acara ngeles ngeles pakai alasan saya discuss dulu dengan suami atau isteri.



Voucher sudah di tangan, apakah ini penipuan?

Sampailah voucher nginep gratis di tangan.
Karena sesuai janjinya, voucher akan tetap diberikan meskipun kita tidak join member. Sebagai ucapan terima kasih karena telah bersedia hadir dalam acara "eksekusi" tersebut.

Sebelum itu si mas eksekutor nya meminta ktp saya dan suami untuk validasi voucher, katanya.
Sayangnya saya tidak memperhatikan lagi kemana KTP saya dibawa dan diapain.

Jadi, semisal nih, misalkan ada pihak yang mungkin ada indikasi tidak bertanggung-jawab menggunakan nama lengkap dan KTP saya, Sera, dan suami saya, untuk agar berhati-hati atau bisa mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada kami dengan menghubungi Contact me atau Instagram.


Kami pun pamit dengan wajah polos dan gembira setelah dapet voucher gratisan. Meskipun kami tidak tahu dan tidak punya jaminan si voucher akan bisa digunakan atau tidak nantinya.

Dan, si mas eksekutor yang mengayukan diri itupun nampak kelelahan telah bercerita 90 menit lamanya.

Kasihan?
Iya, sebagai sesama manusia, dan sebagai sesama sales.

Karena sesungguhnya dia bekerja, terlepas dari itu benar atau tidak, halal atau haram.
Tapi, rasa kasihan tak lantas membuat saya harus bunuh diri dengan join dan menguras keringat kami demi membayar mereka, No!



Ilustrasi. youtube.com



Kesimpulan dan pesan

Kalau dari sudut pandang saya, sebenarnya ini bukan (murni) penipuan seperti pada kasus "papa minta pulsa" atau papa papa yang lainnya. Ini hanya jual beli yang buram.

Buram artinya tidak jelas antara nilai manfaat dengan harga yang kita bayarkan.

Memang disitu dijelaskan, nilai nominalnya sekian per poin. Setiap tahunnya dapat sekian poin. Bisa dipakai untuk voucher hotel, pesawat, bahkan dikatakan pula telah di-covered oleh perusahaan asuransi ternama yaitu Pr***ial, yang mana setelah tahun ke 15 bisa diuangkan dsb, dsb...

Tapi tetap saja, bagi saya itu buram!

Karena, dari sekian panjang benefit yang diberikan, apakah terjamin kebenarannya?
Sedangkan kita tidak diberi waktu untuk berpikir, menimbang dan mencari referensi.

Karena setelah pulangnya saya browsing browsing lagi dan menemukan beberapa thread tentang kasus serupa, dimana banyak juga "korban" yang merasa telah tertipu dan sebagainya.

Saya pun mulai berpikir, bisa jadi voucher gratisan yang tadi saya dapatkan tidak akan pernah bisa dipakai.

Sayangnya hal ini baru bisa saya buktikan setelah 40 hari kedepan hingga enam bulan berikutnya. Dimana kurun waktu tersebut adalah waktu yang ditentukan untuk masa berlaku voucher.

Saya bersyukur, sudah tidak ada CC dan kartu ATM saya ketinggalan. Plus tidak pnya M-banking dan cuma punya satu rekening itu saja. *Hanya mungkin saya agak kecolongan soal KTP tadi, tapi semoga tidak menimbulkan masalah nantinya, ya.

Mungkin mas sales yang menyebut dirinya sebagai consultant tersebut menganggap saya "KERE", tapi gapapa lah selama itu tidak merugikan saya.


***


Pesan saya, dan mungkin ini juga reminder untuk saya juga.
Bahwa:
  • Tidak ada yang benar-benar Gratis! Tanpa syarat.
  • Perlu mewaspadai hadiah atau iming-iming gratis saat kita merasa tidak pernah mengikuti event apapun (undian, lomba, dsb)
  • Sebisa mungkin searching dulu atau bertanya ke teman, saudara, tetangga, atau seseorang yang dianggap bisa ngasih solusi.
  • Berdoa. Jangan lupa berdoa mohon perlindungan dari Yang Maha Kuasa, karena segala sesuatu yang terjadi pastilah sesuai kehendak Nya.


***


Ps:
Bagi yang telah join dan merasa tertipu, maaf saya tidak bisa memberi solusi.

Dan bagi yang belum join, sebaiknya pikirkan lagi dari semua aspek positif dan negatifnya jika ingin join. Sebaiknya cari referensi terlebih dahulu.

Buat yang penasaran dengan voucher gratisnya, silahkan saja hadiri undangannya, tapi harus siap dengan segala resiko dan kemungkinan yang ada.


Sekian dan semoga bermanfaat.

Stay happy. Positive thinking. Dan jangan lupa bersyukur!





- Mak Icik -
2

SUSU - adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu dari mamalia. (Wikipedia)

Mengenal jenis dan manfaat susu untuk baker pemula
Ilustrasi. Foto: iradiofm.com


Gagal paham dengan susu, bisa keliru!


Assalamualaikum semuanya,

Disaat semua berita lagi pada heboh tentang susu siapa yang asli, atau tentang susu bukanlah susu, boleh ya kita ikutan membahas susu.
Hehehe.

Tema susu ini sebenernya sudah lama nangkring di list blog posting yang ingin ikutan tayang, tapi apalah daya, saat itu Mak Icik lagi sibuk mulungin nastar dan langsung sibuk entah ngapain aja.

Baiklah, mumpung si Susu sekarang juga lagi tenar, dan Mak Icik lagi mager gegara udaranya yang brrrr, dingin cuy! Kita abaikan oven di dapdr dan berbagi cerita saja yuk!


• Apa itu Susu? Dan apa manfaatnya untuk kue?

SUSU, merupakan emulsi lemak dalam air yang kandungan kalsiumnya berfungsi sebagai penopang elastisitas adonan sehingga membuat adonan mengembang lebih baik.

Kandungan Kasein atau Protein dalam susu,  juga dapat membantu memperkuat gluten pada kue berbahan terigu sehingga struktur kue yang dihasilkan pun menjadi lebih baik.

Lemak susu dapat menyerap air dan berbagai bau-bauan bahan kue lainnya seperti amis pada telur sehingga aroma kue menjadi wangi susu.
Selain itu, susu juga dapat menambah daya empuk lebih lama pada kue atau roti yang dihasilkan dan diyakini dapat menambah nilai gizi pada kue yang dihasilkan.

Sedangkan Laktosa atau gula susu yang terkandung di dalamnya dapat memberikan efek kerak atau kulit kuning kecoklatan yang cantik pada kue.

Namun perlu diketahui juga, gula susu atau laktosa ini bukanlah "sumber makanan" yang baik bagi Ragi. Karena ragi tidak dapat menyerap laktosa dalam jumlah banyak.
Sehingga untuk pembuatan kue atau roti yang menggunakan ragi perlu memperhatikan takaran yang tepat.

Banyak orang beranggapan bahwa semakin banyak susu yang digunakan dalam pembuatan roti atau kue, maka akan menghasilkan roti dan kue yang semakin enak dan lembut. Terutama bagi pemula seperti saya ini, saya juga pernah gagal paham tentang ini, lho.

Karena alasan "sayang" atau "tanggung" antara takaran resep dan takaran kemasan susu yang saya beli, sering membuat saya juga beranggapan demikian.

"Halah, kan makin banyak susunya makin enak!"

Padahal hal itu tidak selalu benar ya bunda.

Bahkan tidak sedikit pula yang mengganti takaran air dengan susu, dengan asumsi yang sama yaitu semakin banyak susu maka akan membuat kue semakin enak dan lembut.

Menurut chef Herman Ahmad, baker ASA Food, dalam penuturannya yang saya kutip dari lifestyle.kompas.com, takaran susu yang tepat untuk roti dengan ragi sebagai pengembang adalah 30% dari jumlah tepung terigu yang digunakan.
Jumlah ini digunakan jika yang digunakan adalah susu bubuk.

Maka untuk membuat roti dengan tepung seberat 1 Kg, maka susu bubuk yang boleh digunakan adalah maksimal seberat 300 gram.

Sedangkan untuk penggunaan susu cair, perbandingannya adalah sebesar 50:50 dari takaran air yang digunakan dalam resep.
Jadi jika dalam resep tertulis 300 ml air, maka kita bisa menggunakan 150 ml susu cair dan 150 ml air.

Hal lain yang perlu diperhatikan juga berkaitan dengan susu dalam pembuatan kue yakni jenis atau bentuk susu yang digunakan.
Jenis susu yang paling umum ada dalam resep kue adalah Susu Cair, Susu Kental dan Susu Bubuk.


Bentuk susu yang wajib kita kenali


Susu Cair

Susu cair merupakan bentuk asli dari susu yang diperah dari binatang ternak perah penghasil susu, seperti; sapi, kambing, domba dan unta.

Susu cair segar adalah susu murni yang baru diperah dan hanya mengalami proses sterilisasi saja tanpa adanya proses atau penambahan bahan lainnya.
Umumnya susu jenis ini bertahan tidak lebih dari 12 jam dalam wadah steril.

Sedangkan susu cair dalam kemasan adalah susu segar yang telah melalui proses sterilisasi modern dan dikemas sedemikian rupa sehingga dapat bertahan lebih lama, yakni bisa mencapai enam hingga sepuluh bulan dalam kemasan khusus.

Proses sterilisasi yang paling umum dan yang saya tau ada 2 macam, yaitu:

1. UHT atau Ultra High Temperature, 

yaitu proses sterilisasi dengan memanaskan susu dengan temperature yang tinggi atau sekitar 140°C dalam waktu singkat atau tidak lebih dari 2 detik.

Konon, proses UHT ini adalah proses sterilisasi modern yang paling baik dikarenakan nutrisi dalam susu masih terjaga dengan baik.

2. Pasteurasi

Sedangkan proses sterilisasi dengan cara pasteurasi adalah memanaskannya dalam suhu 65-80 derajat Celsius selama 15 detik.

Proses pasteurasi ini boleh dibilang adalah proses sterilisasi paling sederhana, namun beberapa sumber menyebutkan susu pasteurasi ini justru paling bagus nilai gizinya dibanding susu jenis lainnya.


Apapun itu, mau UHT ataupun pasteurasi, susu tetaplah harus melalui proses sterilisasi ini untuk membunuh semua micro organisme jahat yang mendadak hadir saat proses pemerahan.
Dan sebaiknya segera simpan susu cair ini dalam lemari pendingin setelah kemasan susu dibuka, hal ini bertujuan untuk menghindari kerusakan susu akibat microba liar yang tetiba menyelinap tanpa permisi.
Kecuali memang langsung habis setelah dibuka, ya.

Dalam pembuatan kue, susu cair sering digunakan dalam resep chiffon cake, muffin dan juga roti.
Namun jika bunda lebih suka menyimpan dalam bentuk susu bubuk, boleh membuatnya dengan cara melarutkan susu bubuk dengan air hangat *hangat lho ya, bukan panas!* dengan takaran 1:7.
Lalu gunakan sebagaimana takaran dalam resep.



Susu kental
Ilustrasi susu kental. bisnis.tempo.co

Susu Kental

Ini dia si susu yang sedang menjadi buah bibir, pasca postingan yang diberi judul "susu kental manis tidak mengandung susu".

Berita ini pun seketika menyeruak dan menjadi polemik di berbagai media.
Mulai dari mempertanyakan kinerja BPOM hingga konsumen merasa telah dibohongi oleh produsen susu.
Komentarnya pun bermacam-macam, ada yang pro dan ada juga yang kontra alias nyinyir tentunya.
Ada yang share untuk memberikan klarifikasi, ada pula yang share untuk semakin meruncingkan berita, namun banyak juga yang sekedar share tanpa mengetahui terlebih dahulu duduk persoalan dan kebenaran beritanya.

Semoga kita menjadi pengguna media sosial yang bijak ya, bukan asal sebar tanpa tahu isi berita yang sebenarnya.

Eits, saya tidak akan membahas polemiknya lho ya, karena saya tidak paham detailnya, nanti malah menjadi salah kaprah.


BACA JUGA: Bahan Kue Tambahan yang Wajib dipahami Pemula


Susu kental atau condensed milk adalah salah satu cara penyimpanan susu agar awet lebih lama. Yaitu dengan menghilangkan sebagian kandungan airnya hingga menjadi pekat.

Dalam dunia perbakingan, Susu kental yang paling umum diketahui ada 2 macam, yaitu susu evaporated dan susu kental manis atau sweet condensed milk, yang mungkin sekarang masih jadi bahan gosip emak-emak pengguna jejaring sosial.

Secara bentuk dan kemasan, susu evaporated dan susu kental manis sama-sama berbentuk liquid dan dikemas dalam kaleng yang tertutup rapat.
Namun, pada susu kental manis sudah ditambahkan gula yang bertujuan sebagai pengawet dengan tekstur yang lebih pekat, sedangkan susu evaporated tidak mengandung gula alias tawar.


Susu kental manis

Perlu kita ketahui, dalam regulasi BPOM disebutkan bahwa gula yang ditambahkan pada susu kental manis haruslah dapat mencegah kerusakan pada produk.
Mengandung kadar lemak susu tidak kurang dari 8% dan kadar protein tidak kurang dari 6,5%.

Ada juga istilah krim kental manis dan krimer kental manis, dua produk tanpa judul susu ini sebenernya sama, sama-sama susu yang berbentuk cairan kental.
Hanya saja prosesnya yang berbeda, dan dengan atau tanpa tambahan lemak nabati dan bahan lainnya.

Menurut sumber yang saya baca, susu kental manis bisa didapat dari susu cair yang dihilangkan airnya hingga mencapai kepekatan tertentu, dan juga bisa didapat dari susu bubuk yang ditambahkan gula hingga mencapai kekentalan yang dibutuhkan.
Namun pada dasarnya, kandungan gula haruslah dapat menjadi pengawet alami bagi produk tersebut.


Susu evaporated

Susu evaporated adalah sebutan untuk susu kental juga, yaitu susu yang melalui proses penghilangan kadar air hingga 60% dan memiliki ciri fisik kental, tidak cair seperti susu aslinya.

Susu evaporated terbagi menjadi dua jenis, yakni unsweetened (tanpa gula) dan sweetened (dengan gula) yang juga sering kita sebut sebagai Susu kental manis (SKM).

Namun secara umum, sebutan untuk susu evaporated dalam resep kue adalah susu kental tanpa adanya tambahan gula.
Dan susu evaporated ini tidak sekental susu kental manis ya.

Susu evaporated ini biasanya hanya tersedia di toko bahan kue atau swalayan besar saja, berbeda dengan susu kental manis yang berjejer manis di bahkan hampir setiap warung kelontong.

Namun Bunda, baik susu kental manis ataupun susu evaporated sebenarnya bukanlah susu untuk minum yang memiliki kandungan gizi setara susu cair atau susu formula, melainkan hanya untuk digunakan sebagai bahan tambahan membuat kue atau topping makanan dan minuman. (Dikutip dari: www.pom.go.id/)

Daya simpan susu kental ini bisa lebih lama dari susu cair, hal ini dikarenakan susu kental telah melalui proses sterilisasi dan juga pemanasan yang berlangsung lama, namun tak ada salahnya juga jika bunda tetap menyimpannya di kulkas setelah kaleng kemasannya di buka (kecuali jika kemasannya ada tutupnya).

Daya tahan terhadap serangan jamur dan bakteri boleh lama, tapi bagaimana dengan serangan semut?
Apapun itu, jangan lupa selalu tutup kemasan dan simpan di tempat yang bersih, ya. Nggak mau kan kuenya bercampur dengan debu atau bekas colekan binatang mini liar.


Susu bubuk
Ilustrasi susu bubuk. merdeka.com


Susu bubuk

Sesuai dengan namanya, susu bubuk adalah susu yang berbentuk bubuk. Susu bubuk didapat dari susu segar yang dihilangkan kandungan airnya hingga lebih dari 91%, dengan atau tanpa penambahan bahan lain seperti vitamin dan mineral pada susu formula, kalsium pada susu pertumbuhan dan lain sebagainya.

Pada pembuatan kue, susu bubuk sering digunakan pada resep yang tidak menggunakan air atau minim cairan. Seperti pada kue kering misalnya.
Atau cake yang hanya menggunakan telur dan mentega sebagai bahan cairnya, maka penambahan susu bubuk ini pun bisa digunakan dengan cara mengurangi takaran bahan kering lain agar komposisi bahan kering dan bahan cair tetap seimbang sesuai resep.

Biasanya bahan kering yang dikurangi adalah tepung, baik terigu maupun maizena atau bahan sejenis. Dengan takaran yang kurang lebih sama.

Di pasaran susu bubuk ini banyak ragamnya, mulai dari susu formula bayi hingga balita, susu kalsium untuk pertumbuhan anak atau pencegah osteoporosis bagi orang dewasa, hingga susu skim atau non-fat bagi wanita yang sedang berdiet dan susu tinggi protein untuk para pria yang ingin membentuk ototnya.

Namun yang paling umum digunakan dalam pembuatan kue, adalah susu skim dan susu full cream saja.

Susu bubuk full cream didapat dari susu cair utuh (whole milk) yang dihilangkan kandungan airnya hingga tersisa 2-4% saja, dengan kandungan lemak 26% dari total berat.

Sedangkan susu skim hanya mengandung lemak maksimal 1% saja. Susu skim atau non-fat ini adalah hasil sampingan dari pemisahan butter-fat (lemak mentega) yang kemudian dihilangkan kandungan airnya hingga menjadi bentuk serbuk.

Dalam sebuah artikel yang pernah saya baca, dikatakan bahwa sebaiknya menggunakan susu skim pada pembuatan kue atau roti dengan ragi, karena kandungan pada susu skim disinyalir lebih toleran terhadap ragi.
Namun karena penjelasan detailnya saya belum menemukannya, jadi saya tidak bisa menjelaskannya secara detail ya bunda.

Namun seperti yang dilansir media kompas, menurut Herman Ahmad baker ASA Food, mau susu skim ataupun susu full cream akan menghasilakan roti yang sama-sama lembut dan enak, dengan takaran yang sama yakni tidak lebih dari 30% berat tepung.

Baik susu full cream maupun susu skim ini dapat bertahan hingga 12 bulan dalam kemasan kedap udara.
Dan hanya bertahan selama satu minggu setelah kemasan terbuka.

Cara menyiasatinya adalah dengan melipat rapat kemasan aluminum foil nya lalu masukkan ke dalam toples dan tutup rapat toples.
Dengan cara ini insyaAllah susu bubuk dapat bertahan lebih lama.

Namun jika susu bubuk sudah menggumpal dan berubah aromanya, sebaiknya jangan dikonsumsi atau digunakan lagi ya bunda.




***


Kesimpulannya, sebaiknya selalu gunakan susu sesuai dengan yang diresepkan saja. Jika dalam resep tertulis menggunakan susu bubuk, maka jangan diganti dengan susu kental apalagi susu cair, sudah bisa dipastikan adonan akan encer.

Namun jika dalam resep tersebut tertulis menggunakan susu cair, bunda boleh menggantinya dengan susu kental atau susu bubuk yang telah dicairkan dengan konsentrasi yang sama dengan susu cair.

Yang perlu diperhatikan adalah jika menggunakan susu kental manis memungkinkan kue menjadi terlalu manis jika komposisi gula tidak dikurangi.
Akan tetapi pengurangan gula begitu saja, dapat berdampak pada struktur kue yang dihasilkan, karena komposisi gula yang diresepkan bisa jadi telah terhitung sebagai komposisi bahan kering, nah loh, ribet kan ya?
Hehehe...

Nah, daripada kita pusing menghitung ulang takaran yang pas, sebaiknya gunakan sebagaimana resep aslinya saja.
Kalaupun harus mengkonversi jumlah voleum untuk menyesuaikan ukuran loyang, maka konversilah hanya pada jumlahnya dengan rasio yang sama.

Karena bagi pemula kayak saya ini membuat kue dengan resep yang tinggal contek saja bisa gagal, apalagi langsung pakai maneuver yang mengganti bahan ini dengan itu yang secara fisik berbeda, bisa gagal kuadrat.

Saya pernah lho congkak begitu, tapi jangan ditiru!
Karena itu hanya akan membuang energi, waktu dan materi.
Kecuali untuk para master yang sudah khatam tentang ini, ya.


Tips:

Agar susu awet dan tidak berubah aroma dan rasanya, pastikan susu tertutup rapat atau di dalam wadah kedap udara saat penyimpanan.
Hal ini dikarenakan lemak susu dapat dengan mudah menyerap bau-bauan disekitarnya, sehingga dapat merusak atau merubah aroma khas susu itu sendiri.


Semoga tulisan ini bermanfaat, ya.

Keep smiling, stay healthy stay happy dengan selalu bersyukur setiap hari.




***
Sumber acuan:
dimzpastry.blogspot.com
www.tokowahab.com
pakaroti.com
www.pom.go.id
Lifestyle.kompas.com
detik.com
Dan link lainnya yang pernah saya singgahi.



- Mak Icik -


0

Buntil - kuliner asal Banyumas jawa tengah ini berasal dari kata Buntelan yang diuntil-until, yang artinya bungkusan yang digulung-gulung/diikat-ikat. (Source: alamatpalsusmapa.blogspot.com)




Assalamualaikum,

Postingan ini masih ada sangkut pautnya sama postingan kemarin ya, yaitu tentang lomba resep #MasakanRumahKhasRamadhan yang diadakan oleh So Good, yang diperpanjang sampai 7 juli mendatang.

Bukan kemaruk sih saya, tapi lebih tepatnya galau. Saya galau memilih ide mana yang akan saya ikutkan lomba, *ih sok banget ya saya? kayak idenya sudah pasti kepilih aja, wkwkwk.

Jadi saya putuskan untuk upload saja keduanya. Dipilih atau tidak itu urusan juri, tapi buat saya bisa berkreasi yang meskipun cuma segini-gini aja, dan hasilnya bisa saya makan itu sudah alhamdulillah banget.
Ketahuan kan saya sering gagal bereksperimen, hihi.

Nah daripada ide ini cuma saya simpen sendiri dan kebanyakan bakalan terlupakan, jadi saya share aja ya, siapa tahu ada yang bosen nugget nya cuma digoreng 'sreng' doang.
Boleh deh cobain buntil naget ikan ini aja, dalam satu menu masakan sudah ada proteinnya, sayurnya, plus kuahnya dan ada cabenya pula. Komplit bukan?

Yuk ah langsung saja kita eksekusi!


BACA JUGA: Menu Praktis Ramadhan: So Good Karage siram Acar Kemangi



Buntil Kemangi isi Naget Ikan So Good


RESEP BUNTIL KEMANGI ISI NAGET IKAN SO GOOD

(Untuk 6 porsi)

BAHAN:

  • 1 Bungkus Naget Ikan (fish nugget) SO GOOD
Naget Ikan dari So Good yang saya gunakan dalam resep ini


  • 2 ikat daun singkong (boleh diganti daun pepaya/keladi)
  • 1 ikat daun kemangi (boleh diganti daun kenikir)
  • 1/2 btr kelapa muda, parut
  • 750 ml santan sedang
  • 10 buah rawit, sesuai selera
  • 1 ibu jari lengkuas, geprek
  • 2 btg serai, geprek
  • 2 lbr daun salam
  • 1 lbr daun jeruk
  • Benang katun untuk tali

• Bumbu halus untuk isian:

. 4 buah bawang merah
. 3 siung bawang putih
. 1 ruas jari kencur
. 1 ruas jari jahe
. 1 ruas jari lengkuas
. Sesuai selera cabe merah besar/keriting
. Garam & gula ️

• Bumbu halus untuk Kuah:

. 5 buah bawang merah
. 3 siung bawang putih
. 1/2 sdm ketumbar
. 2 btr kemiri
. 1 ruas kencur
. 1 ruas kunyit
. Garam & gula

CARA MEMBUAT:

  1. Rebus daun singkong 1/2 matang. Tiriskan. (Lakukan hal yang sama untuk kenikir

  2. Goreng naget ikan sesuai petunjuk dalam kemasan, sisihkan. 

  3. Tumis bumbu isian hingga harum, masukkan kelapa muda parut. Masak hingga bumbu meresap. Koreksi rasa. 

  4. Tata daun singkong membentuk lembaran, beri kemangi, isi dengan isian kelapa dan naget ikan goreng. 
    Karena daun singkong saya kecil2 dan nggak bisa dibikin lembaran, jadi cukup saya tata rapat saja.
  5. Lipat dan bungkus, ikat dengan tali. *Saya pakai pita ya, ini yang disebut tak ada rotan pita pun jadi, hehehe. Sisihkan. 
    Cara ikatnya bebas, yang penting rapat.
  6. Tumis bumbu untuk kuah santannya, tambahkan daun salam, lengkuas dan serai. Masukkan santan sambil diaduk hingga mendidih. 
  7. Masukkan buntilan, masak hingga bumbu menyatu dengan santan. Koreksi rasa. 
  8. Masukkan cabe rawit dan daun jeruk, tunggu hingga layu. Matikan api. 


Tips:

• Cara merebus sayuran daun agar tetap berwarna hijau cantik, tambahkan garam saat merebusnya. Dan segera rendam dengan air dingin agar proses pematangan segera terhenti dan tidak menyebabkan sayur overcooked.
• Hindari mengikat menggunakan tali yang berbahan plastik, karena plastik dapat larut saat proses pemanasan. Nggak mau kan makan plastik?
• Sebaiknya masukkan cabe rawit dan daun jeruk saat masakan sudah hampir matang atau siap diangkat, ini untuk menghindari rasa pahit dari daun jeruk dan aroma daun jeruknya menjadi lebih terasa.



***



Tentang So Good

Semua sudah tahu ya kenapa saya memakai produk So Good, iya, karena produk So Good sudah bersertifikat halal, jadi nggak perlu was-was lagi.
Praktis dan mudah didapat di minimart terdekat.
Diolah dengan teknologi proses modern dengan kontrol kualitas yang ketat agar tetap terjaga kualitas gizi proteinnya dan tentunya higienis.

Buat yang belum tahu apa saja varian So Good, info lengkapnya klik link disini ya sogood.id

Source: Instagram Official So Good 


- Mak Icik -
4

Euphoria Ramadhan selalu saja membawa cerita setiap tahunnya. Meski setelah hari kemenangan tiba euphoria itu pun seringnya ikut berlalu, namun peningkatan ibadahnya nggak boleh ikutan berlalu juga ya.

So Good Karage siram Acar Kemangi


Assalamualaikum semua,

Postingan ini berawal dari pengumuman Lomba Resep #MasakanRumahKhasRamadhan dari So Good yang kabar baiknya adalah diperpanjang hingga 7 juli mendatang. Yeayyy!
Saya membacanya di timeline Instagram Official So Good.

Ceritanya waktu Ramadhan kemarin, anak sulung saya yang paling rewel kalau disuruh makan ikan, mendadak lahap sekali makan lauk ikan kuah acar yang dibeli ayahnya sore itu.
Iya, saat bulan Ramadhan saya memang sering absen masak, apalagi masak makanan yang rumit.

Bukan karena saat puasa saya bermalas-malasan lho ya, kadang sih iya, tapi Alhamdulillah saat bulan Ramadhan saya lebih sibuk mengurusi loyang kue daripada wajan. Hehehe.

Bersyukurnya lagi, anggota keluarga nggak pernah protes soal ini. Suami saya juga paham kondisi saya, jadi beliau pun lebih menyarankan beli lauk siap santap saja kalau saya capek, daripada dia dapet tugas mijitin kaki isterinya maksudnya, saya hapal kok kalau itu hehehe.
Terutama untuk menu buka puasanya.
Toh saat Ramadhan memang banyak sekali penjual lauk siap santap yang melapak sejak ba'da ashar hingga menjelang maghrib.

Meski saya tinggal di Bali yang notabene sebagai kaum minoritas dan pendatang, tapi sekarang di Bali banyak lho penjual makanan halalnya.
Biasanya kami membelinya di sebelah masjid agung, di sekitaran kampung jawa. Yang setiap Ramadhan selalu penuh dengan pedagang lauk dan takjil.

Kalau sudah begini, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?

Tapi, ada tapinya juga sih. Sudah diberi nikmat tapi masih mengeluh ya, hehehe.

Kalau beli lauk siap santap ya yang pasti menunya itu lagi itu lagi, dan selalu sama setiap tahunnya.
Rasanya pun juga nggak selalu sesuai selera kita. Seringnya sih pasti kepedesan buat suami dan anak-anak saya, kalau saya mah malah lahap sama yang pedes-pedes, hehehe emak-emak banget ya.

Balik lagi ke cerita ikan kuah acar tadi. Sebenernya sih yang kami rasai saat itu kebetulan kuah acarnya terbilang hambar, kami maklum saja sih karena penjual atau yang masak pasti juga sedang puasa.
Tapi entah kenapa si sulung justru lahap.
Pas saya tanya ternyata dia bilang dia suka kuah acar kuning.

Baiklah nak, besok emakmu akan masak kuah acar kuning yang lezat, insyaAllah.

Pas keesokannya, kok jangankan masak ikan kuah acar yang bisa dipastikan mustahil bisa mengoprek-ngoprek sisik ikan, mengini dan menganu si ikan, sedangkan pergi ke pasar pagi buat beli ikannya saja lupa.
Maklum saja, setelah sholat subuh si emak ini sudah berkutat dengan loyang dan oven, demi kejar orderan.

Tapi karena saya juga sedang kangen dengan masakan kuah acar, ayo saja lah kita segera ke minimart terdekat. Maksud hati sih pengen beli Fish Karage atau Fish Popcorn dari So Good yang produknya sudah terjamin berkualitas dan terjaga kandungan nutrisi proteinnya.

Eh tapi ternyata, saya cuma kebagian Chicken Karage So Good saja. Itupun tinggal satu saja kata si penjaga minimart nya.
Maklumlah ya, produk So Good memang sahabat emak saat Ramadhan.

Dan pulanglah si emak ini dengan sebungkus Chicken Karage dari So Good beserta beberapa bahan pendukung acar kuning yang bisa dibeli di toko sayur langganan terdekat. Karena bahannya pun memang sederhana saja.

Yuk langsung saja kita eksekusi!

Chicken Karage dari So Good yang saya gunakan dalam resep ini



BACA JUGA: Buka Puasa dengan Bakso Penyet Andalan



Resep So Good Karage siram Acar Kemangi

(Untuk 2 - 3 porsi)

Bahan-bahan:

  • 1 bungkus Chicken Karage (bisa diganti Fish Karage/Fish Popcorn)
  • 1 buah wortel ukuran kecil
  • 1 buah timun ukuran kecil
  • 10 buah cabe rawit utuh, sesuai selera aja
  • 1 batang serai bagian putihnya
  • 1 lembar daun jeruk
  • 2 buah bawang merah utuh/potong besar-besar.
  • 1 sdm air jeruk nipis
  • Segenggam kecil daun kemangi
  • Secukupnya air

bumbu halus:

  • 3 buah bawang merah
  • 1 siung bawang putih
  • 3 butir kemiri
  • 1 ruas jari kunyit
  • 1 ruas jari jahe
  • Secukupnya garam dan gula


Cara membuat:

  1. Goreng Chicken Karage So Good sesuai petunjuk di kemasan, sisihkan. 

  2. Tumis bumbu halus hingga layu, masukkan serai dan daun jeruk. Tambahkan air. *Takaran air menyesuaikan saja ya, tergantung seberapa banyak kuah acar yang diinginkan. Saya pakai kurang lebih 2 gelas. 

  3. Masukkan wortel yang sudah dipotong korek ketebalan sedang. Masak hingga wortel setengah matang. 
  4. Masukkan potongan timun, cabe rawit utuh, bawang merah, gula dan garam. Masak hingga semua bahan matang. Koreksi rasa. 
    Abaikan wajannya yang hitam dekil ya, hihihi.
  5. Jika rasa sudah oke, masukkan kemangi dan air jeruk nipis. Aduk rata dan matikan api.
  6. Tata Karage di piring saji, siram dengan acar kuning. Siap santap deh. 



Gimana bunda, Gampang banget kan?
Dan pastinya enak dan sueger buat buka puasa, hehehe.
Tapi awas! Jangan sampai kalap ya makannya, nanti hikmah puasanya jadi hilang entah kemana deh.




***



Kenapa saya menggunakan produk So Good?

Karena produk So Good sudah bersertifikat halal, jadi nggak perlu was-was lagi ya.
Selain yang pasti praktis dan mudah didapat, semua produk So Good diolah dengan teknologi proses modern dengan kontrol kualitas yang ketat agar tetap terjaga kualitas gizi proteinnya dan tentunya higienis.

Buat yang belum tahu apa saja varian So Good, info lengkapnya klik link disini ya sogood.id

Menu Praktis Ramadhan: So Good Karage siram Acar Kemangi


- Mak Icik -

6

Ketupat - merupakan salah satu menu wajib saat perayaan hari raya Idul Fitri. Hidangan ketupat ini biasanya disuguhkan dengan berbagai varian lauk dan sayur sesuai ciri khas daerah masing-masing. Kalau ketupatmu pakai lauk apa?

Sajian khas Lebaran: Ketupat cap Gomeh


Assalamualaikum semua,
Minal aidzin wal faidzin ya, mohon maaf lahir dan batin.
Taqaballahu Minnaa Wa Minkum, Taqabal Yaa Kariim...
Semoga amal ibadah kita diterima Allah swt.

Lebaran, atau hari raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi kita umat Islam. Hari dimana kita merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berperang melawan segala hawa nafsu diri kita sendiri.

Saat Lebaran seperti ini tentu akan dijadikan sebagai moment yang pas ya buat keluarga besar kita ngumpul. Nah, saat berkumpul bersama keluarga besar seperti ini tentu saja tidak pernah lepas dari yang namanya hidangan. Entah itu kue kering, cake atau menu makanan berat.

Di beberapa kota atau daerah, katupat menjadi hidangan utama saat hari pertama Lebaran. Lauk pendampingnya pun disajikan bermacam-macam, sesuai dengan ciri khas masing-masing daerah.
Mulai dari opor ayam, kita tahu ya menu opor ayam ini adalah yang paling jamak sering kita jumpai. Menu pendamping lainnya yang tak kalah tenar adalah sambal goreng, bisa udang, pete, jengkol, kulit sapi, kentang ati dan lainnya.

Ketupat sering juga disajikan dengan sayuran berkuah santan seperti lodeh kacang panjang, labu jepang dan juga nangka muda. Dan masih banyak menu lainnya seperti rendang, gulai, balado dan seterusnya.

Kebetulan karena si pak suami saya adalah keturunan keluarga besar Banjarmasin, jadi kemaren saya nemu tuh yang namanya Soto Banjar saat bertandang ke salah satu nini atau tetua keluarga besar Banjar yang ada di Bali.

Suami saya memang keturunan keluarga besar Banjar, namun karena dia kelahiran Surabaya dan besar di Bali, nah lho! Nggak jelas kan? Jadi ya kami tidak pernah mudik ke Banjarmasin. Karena orang tua dan saudara-saudara kami semuanya tinggal di Bali.
Meski begitu, karena masih ada beberapa kerabat agak dekat disana, suatu saat kami juga ingin bersilaturahmi kesana dan menikmati sajian khas Banjar sebagaimana aslinya, hmm nelen ludah dulu ya, on planning insyaAllah.

Sedikit cerita tentang soto Banjar yang saya tahu, soto Banjar ini tidak sebening kebanyakan soto di jawa ya. Karena dalam pembuatannya, soto Banjar ini ditambahkan susu cair dalam kuahnya, kata acil yang punya rumah begitu. Acil adalah sebutan untuk bibi atau tante. Kata beliau juga, Soto dan Sop Banjar sebenarnya sama. Yang menjadi pembeda adalah, jika Soto disajikan bersama ketupat sedangkan Sop Banjar disajikan dengan Nasi.

Beberapa resep asli yang pernah saya baca pun sepertinya ada yang menambahkan kuning telur bebek rebus, nah khan gimana nasib kolesterol saya kalau makan itu? Tapi karena sejauh ini saya belum mempraktekkan sendiri, dan biarkan kakak ipar saja yang masak, jadi saya tidak tau persis bagaimana prosesnya, next time ya insyaAllah.

Dalam sajian Lebaran khas Banjar lainnya, ada juga yang namanya "tumis". Tumis ini bukan seperti tumis sayur kangkung atau kacang panjang yang pada umumnya ya.
Tumis ini berupa hidangan lontong dengan sayur kuah santan dan ayam atau ikan yang dimasak bumbu merah. Beberapa kali saya mencicipi hidangan ini saat bertandang di salah satu rumah paman suami saya.

Ada juga hidangan lapat, tapi entahlah, saat mereka memasaknya pasti pas kami mudik ke jawa ke rumah orang tua saya, hahaha. Jadi next time saja kita bahasnya ya, karena saya belum pernah mencicipinya.

Nah kalau di Pasuruan, tempat tinggal orang tua saya. Hidangan ketupat ini umumnya tidak dihidangkan saat hari raya pertama, melainkan di hari ke tujuh Lebaran. Di tempat kami sering juga disebut dengan Lebaran ketupat.

Menu lauk pendampingnya antara lain: opor ayam kuning, sayur lodeh tahu tempe, sayur labu jepang/labu siam, telur petis, sambal goreng, dan yang tak ketinggalan biasanya dilengkapi dengan bubuk koya dari kedelai.
Hidangan semacam ini bisa juga disebut lontong cap gomeh.

Berbeda dengan ketupat yang disajikan di hari raya pertama, yang biasanya dihidangkan hanya untuk makan ditempat saat bersilaturahmi.
Lebaran ketupat di tempat saya, hidangan ketupat ini dibagikan ke tetangga terdekat.
Bisa dalam bentuk sajian siap santap, yaitu ketupat yang sudah disajikan di piring bersama lauk pendampingnya dan siap dimakan. Atau ketupat dan lontong yang masih utuh dengan lauk pendamping yang terpisah wadahnya. Tujuannya, agar bisa dimakan agak nanti dan tidak cepat basi.

Kalau jaman saya kecil dulu, selain ketupat, hidangan khas lainnya saat lebaran ketupat adalah lepet. Lepet ya bukan lapat. Lepet ini terbuat dari beras ketan ditambah kelapa muda parut dan dicampuri sedikit kacang otok. Dimasaknya dengan cara direbus seperti membuat ketupat.
Kalau di Bali mungkin ini sekerabat dekat dengan jajan bantal namanya. Atau juga masih seperanakan sama lupis. Lupis ya bukan lupus!



Telur petis cap gomeh
Telur Petis Cap go meh

Resep Telur Petis (Lontong cap Gomeh)

(Source: meirina cookpad)

Bahan-bahan:

  • 8 butir telur
  • 2 sdm petis udang
  • 3 sdm kecap manis
  • 1 ruas lengkuas, geprek
  • 3 lembar daun jeruk
  • 1 lembar daun salam
  • 2 buah serai, memarkan
  • 150 ml santan (me: skip)
  • Secukupnya air
  • Secukupnya cabe rawit utuh

Bumbu halus:
  • 7 siung bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 1 sdt merica
  • 1 ruas kencur
  • Secukupnya garam

Cara membuat:

  1. Rebus telur hingga matang lalu kupas.
  2. Tumis bumbu hingga layu, masukkan telur, santan dan petis udang. Aduk rata.
  3. Masak hingga air menyusut. Koreksi rasa.


BACA JUGA: Tips: Cara Mudah Mengupas Telur Rebus



***

Note:

• Jika kurang suka dengan petis, takaran petis bisa dikurangi ya. 
• Sebaiknya gunakan petis yang bagus dan enak, karena ini mempengaruhi rasa keseluruhan.


Gimana, gampang khan? Cobain deh, dijamin nagih tralala. Yuk mari makan ketupat cap go meh dulu!

Selamat Hari Raya Idul Fitri ya...


Ketupat Cap Go Meh ala Mak Icik




- Mak Icik -


0

Top Search

New Entry

design by Helplogger

Related post

Author



Saya bukan good writer, juga bukan good blogger, apalagi baking master,,, saya hanya emak-emak berdaster yang sering lupa kalo umurnya udah tua dan anaknya udah dua
(^。^) 

Yuk kenalan disini






"Berbagi-lah hal yang bermanfaat untuk orang lain meski itu kecil, Insya Allah akan memberi manfaat lebih untuk mu meski itu kelak"

- Sera Wicaksono -

Community